Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sistem Otomatisasi Pembersihan Kotoran dan Pengaturan Suhu Kandang Kelinci Berbasis Arduino Mega2560 Eko Didik Widianto; Mahfudhotul Khasanah; Agung Budi Prasetijo; Risma Septiana
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 13, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v13i3.8422

Abstract

The environmental factor of the cage affects the rabbit breeding. The more rabbits, the more efficient cage cleaning needs to be done. This research resulted in an automation system prototype of dirt cleaning and temperature control of rabbit cage using Arduino Mega 2560 board. The system was capable of monitoring and controlling the cage temperature of 26-36 ° C using DHT11 temperature sensor, heating, and cooling actuators. The system performed the cage manure cleaning by controlling the motion of the servo motor after processing the input from the load cell weight sensor with the capability of 5 kg. Dirt cleaning is done if the weight of the dirt is above 1000 gram. This research also applied linearization to produce temperature and weight conversion equations which yielded more accurate reading values. The temperature readings had an accuracy of ± 1 ° C, while the load cell weight reading had an accuracy of 0.05% or 2 grams.
Designing Integrated Patient Safety Incident Reporting with Hospital Information System Sutejo Sutejo; Agung Budi Prasetijo; Farid Agushybana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.856 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.968

Abstract

Incident reporting systems are designed to obtain patient safety information that is used for organizational and individual learning. Currently, the recording of patient safety incident reports has been facilitated by the ministry of health through the implementation of the quality of health facilities, especially for incidents with unexpected events (KTD) or sentinels. Incident recording in hospitals is still very weak, so incident data cannot be analyzed properly and correctly to improve the quality of hospital services. This study aims to design an Integrated Patient Safety Incident Reporting Information System (SIPIKAT). The design of SIPIKAT uses the Systems Development Life Cycle (SDLC) method with the Framework for the Application of System Techniques (FAST). In-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD) were conducted to obtain the necessary data. This web-based SIPIKAT is designed using PHP 5.6 and Javas-script, MySQL database, and Apache webserver. SIPIKAT integration with Hospital Information System (SIMRS) via web service to retrieve patient identity data including name; date of birth and medical record number. The output is in the form of incident report information and risk grading to be followed up. Conclusion SIPIKAT Research is easy to use and generates information on risk aggregation required for follow-up.  Abstrak: Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dirancang untuk memperoleh informasi tentang keselamatan pasien yang digunakan untuk pembelajaran organisasi dan individu. Saat ini, pencatatan laporan insiden keselamatan pasien telah difasilitasi oleh kementerian kesehatan melalui penerapan mutu fasilitas kesehatan, terutama untuk insiden dengan kejadian tak terduga (KTD) atau sentinel. Pencatatan insiden di rumah sakit masih sangat lemah, sehingga data insiden tidak dapat dianalisis dengan baik dan benar untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Terpadu (SIPIKAT). Perancangan SIPIKAT menggunakan metode Systems Development Life Cycle (SDLC) dengan Framework for the Application of System Techniques (FAST). Wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan. SIPIKAT berbasis web ini dirancang dengan menggunakan PHP 5.6 dan Javas-cript, database MySQL, dan web server Apache. Integrasi SIPIKAT dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) melalui web service untuk mengambil data identitas pasien termasuk nama; tanggal lahir dan nomor rekam medis. Outputnya berupa informasi laporan insiden dan risk grading untuk ditindaklanjuti. Kesimpulan Penelitian SIPIKAT mudah digunakan dan menghasilkan informasi tentang agregasi risiko yang diperlukan untuk tindak lanjut.
The Role of Information System for Risk Management in Hospital: A Narrative Review Sutejo Sutejo; Agung Budi Prasetijo; Farid Agushybana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.685 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.1014

Abstract

The development and progress of information technology is growing rapidly, including information technology in hospital services. Hospitals are labor-intensive, technology-intensive, and risk-taking institutions that require proactive strategies and solutions in risk management. Integrated Risk Management Information System (IRMIS) is defined as an organized and integrated strategy for hospital risk control which consists of identification, assessment, implementation of strategies to reduce or eliminate risks, and monitoring and reviewing risks in hospitals. Management of patient care directly is often associated with risk management. The concept of risk management was developed from clinical and non-clinical services by considering patient safety and security. In this scenario, risk management should be viewed as a proactive activity in maintaining and maintaining the quality of hospital services and the confidentiality of patient data and information and managed in an integrated manner with the hospital management information system (SIMRS) and/or other applications in the hospital as well as business process integration. hospital. This study uses a narrative review approach, with many articles on the same issue. Articles were taken from the Scopus, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, Google Scholar, Nature, JSTOR, and Emerald Insight databases with a total of 29 articles used. The purpose of this study was to determine whether the integrated risk management developed in the hospital has a significant influence on decision making with strategic support systems such as human resource development, program selection, marketing, and facility growth by considering clinical and non-clinical risks in the hospital.  Abstrak: Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi semakin pesat, termasuk teknologi informasi dalam pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit sebagai institusi yang padat karya, padat teknologi, sekaligus padat risiko yang memerlukan strategi dan solusi proaktif dalam pengelolaan risiko. Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi (SMART) didefinisikan sebagai strategi terorganisir dan terintegrasi untuk pengendalian risiko rumah sakit yang terdiri dari identifikasi, penilaian, penerapan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko, dan pemantauan dan reviu risiko di rumah sakit. Manajemen pelayanan pasien secara langsung sering dikaitkan dengan manajemen risiko. Konsep manajemen risiko dikembangkan dari pelayanan klinis dan non klinis dengan mempertimbangan keamanan dan keselamatan pasien. Dalam skenario ini, manajemen risiko harus dipandang sebagai aktivitas proaktif dalam menjaga dan mempertahankan kualitas pelayanan rumah sakit dan kerahasiaan data dan informasi pasien serta dikelola secara terintegrasi dengan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dan/ atau aplikasi lain di rumah sakit serta integrasi proses bisnis rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif review, dengan banyak artikel tentang masalah yang sama. Artikel diambil dari database Scopus, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, Google Scholar, Nature, JSTOR, dan Emerald Insight dengan total 29 artikel yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah manajemen risiko terintegrasi yang dikembangkan di rumah sakit memiliki pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan dengan sistem pendukung strategis seperti pengembangan sumber daya manusia, pemilihan program, pemasaran, dan pertumbuhan fasilitas dengan mempertimbangkan risiko klinis dan non klinis di rumah sakit.
Sistem Informasi Manajemen Logistik Obat di Pelayanan Farmasi Puskesmas : Literature Review : Drug Logistics Management Information System in Puskesmas Pharmacy Services : Literature Review Ariska Putri, Ulfa; Budi Prasetijo, Agung; Tri Purnami, Cahya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3447

Abstract

Latar Belakang: Sistem informasi manajemen logistik obat-obatan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan data yang benar, dalam jumlah yang tepat, kualitas yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait sistem informasi logistik farmasi di lingkup puskesmas. Metode: Studi ini merupakan review literatur. Artikel yang digunakan adalah artikel berbahasa Indonesia yang dipublikasikan di Google Scholar dalam kurun waktu 2016 – 2023. Kriteria inklusi yaitu data-data yang memuat kata kunci sistem informasi pengelolaan obat di puskesmas, sedangkan kriteria eksklusi adalah artikel yang tidak berhubungan dengan kata kunci tersebut. Artikel yang disertakan pada penelitian ini adalah observasi dan ekperimen yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil: Ditemukan sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dengan rincian sebanyak 40% studi di Pulau Jawa, 33,3% puskesmas di daerah Sulawesi, 20% Sumatera, dan 6,67% merupakan studi di Kalimantan. Hasil penelusuran menunjukkan 60% puskesmas masih melakukan pengelolaan obat secara manual, dan 40% melakukan upaya perancangan sistem informasi berbasis web. Kesimpulan: Sebagian besar puskesmas masih menggunakan sistem pengelolaan obat secara manual. Kelemahannya adalah seringkali terjadi ketidakakuratan informasi pencatatan dengan jumlah fisik logistik obat. Penggunaan sistem elektronik berbasis web dinilai lebih menghemat waktu, mudah diakses, dan menjamin keamanan data.