Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effects of addition of Sodium Benzoate of the Physicochemical Characteristic of Watermelon rind (Citrullus lanatus) Imas Solihat; Septilina Melati Sirait
Journal Warta AKAB Vol 45, No 2 (2021): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.434 KB) | DOI: 10.55075/wa.v45i2.24

Abstract

Watermelon rind is a food product that utilize wasted albedo waste. Generally, jam is gel or semi-dense so it has short shelf life. To make the jam more imperishable in storage, preservatives can be added in manufactured progress, one of the preservatives that can be used is sodium benzoate. This research aims to determine the effects of the addition of sodium benzoate on the physicochemical characteristics of watermelon rind jam. The results reveals that the formula of watermelon rind jam with the addition of sodium benzoate has physicochemical content that not much different apart from the one that isn’t added by sodium benzoate. The characteristics that were significantly different were only in viscosity, the jam with the addition of sodium benzoate (6400 cP) was greater than the jam without the addition of sodium benzoate (2900 cP). The selected formula will be tested by organoleptic (hedonic quality) with texture, taste, and aroma attributes with the results that the jam formula was well received by 30 panelists. The quality of watermelon rind jam is identified by color aspect with average score of 5.10 with good category that has brownish yellow color, by texture with average score of 5.10 with good category that has soft and fibrous textured, and by the taste with average score of 5,20 with good category that has sweet acidity taste. Keywords: Watermelon rinds, sensorics analysis
Equilibrium and Kinetic Study of Removal Copper(II) from Aqueous Solution Using Chicken Eggshells: Low Cost Sorbent Mohammad Jihad Madiabu; Joko Untung; Imas Solihat; Andi Muhammad Ichzan
Molekul Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.965 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2021.16.1.658

Abstract

The research aims to investigate feasibility eggshells as potential adsorbent to remove copper(II) ions from aqueous solution. Eggshells powder was characterized using X-ray diffraction, scanning electron microscopy, and Fourier transform infrared spectroscopy. Effect of copper(II) initial concentration, adsorbent dosage, and contact time have conducted. The optimum adsorption condition obtained when 0.7 g eggshells applied to 50 mg/L copper(II) solution for 50 minutes. The maximum percentage of copper(II) removal was exceeded more than 85%. Langmuir and Freundlich isotherm model were applied to describe the equilibrium adsorption. Copper(II) kinetics sorption process was fitted to pseudo-second order model with a rate constant equal to 0.516 g/mg.min. The results clearly exhibit that eggshells powder can be effectively used to remove copper(II) ions from aqueous solutions.
Uji Homogenitas dan Penetapan Koefisien Difusi Penjerapan Fosfat Pada Probe Sedimen Diffusive Gradien in Thin Film (DGT) Menggunakan Binding Gel Ferrihidrit Ardina Purnama Tirta; Imas Solihat
Journal Warta AKAB Vol 45, No 2 (2021): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.083 KB) | DOI: 10.55075/wa.v45i2.25

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menguji homogenitas dan penetapan koefisien difusi penjerapan fosfat pada probe sedimen Diffusive Gradien In Thin Film (DGT) menggunakan gel ferrihidrit sebagai binding gel. Uji homogenitas dilakukan dengan melakukan penggelaran tiga perangkat DGT probe sedimen pada larutan standar fosfat 5 mg/L selama 24 jam. Setelah waktu yang ditentukan, binding gel dilepas dan dipotong setiap kedalaman 1 cm, kemudian dielusi menggunakan H2SO4 0,25 M yang selanjutnya diukur konsentrasi fosfat yang terserap menggunakan spektrofotometer UV Visible. Penetapan koefisien difusi dilakukan dengan melakukan penggelaran DGT dalam larutan fosfat dengan konsentrasi PO42- = 5 mg/L dengan waktu kontak 4, 8, 12, 18 dan 24 jam. Nilai koefisien difusi dihitung dengan membuat kurva hubungan antara waktu penggelaran dengan nilai massa fosfat yang terserap. Hasil uji homogenitas gel ferrihidrit yang dapat digunakan dari kedalaman 1 – 15 cm diperoleh rerata massa fosfat yang terjerap binding gel 26,88 ± 3,15 µg dengan nilai % RSD sebesar 11,71 %. Nilai koefisien difusi gel ferrihidrit yang disintesis sebesar 1,63 x 10-6 cm2/s. Keywords: gel ferrihidrit; uji homogenitas; koefisien difusi
Kombucha: Fisikokimia dan Studi Kritis Tingkat Kehalalan Lilis Sulistiawaty; Imas Solihat
Journal Warta AKAB Vol 46, No 1 (2022): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v46i1.80

Abstract

 Kombucha merupakan salah satu minuman fungsional yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antimikrob, antidiabetes dan antiinflamasi yang dihasilkan melalui proses fermentasi teh dan gula dengan menggunakan kultur starter kombucha yang disebut dengan SCOBY (Symbiotic culture of bacbteria and yeast). Lamanya waktu fermentasi pada proses pembuatan kombucha akan mempengaruhi sifat fisikokimia dan berkaitan dengan titik kritis kehalalan Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Kandungan alkohol diuji karena dibutuhkan sebagai standar halal bagi konsumen muslim. Pada penelitian ini digunakan dua jenis teh yaitu teh hijau dan teh hitam. Hasil analisis diperoleh bahwa lama waktu fermentasi berpengaruh terhadap sifat fisikokimia (berat nata, viskositas, pH, kadar tanin, kadar asam tertitrasi dan kadar alkohol). Semakin lama waktu fermentasi akan meningkatkan berat nata, total asam tertitrasi dan kadar alkohol dan sebaliknya menurunkan sifat viscositas, nilai pH dan kadar tanin dari kombucha. Rata-rata kadar alkohol yang dihasilkan selama 12 hari fermentasi kurang dari 0,5% sesuai dengan standar LPPOM MUI tahun 2018. Kata kunci: kombucha; halal; fermentasi
Pengkajian Ulang Metode Near Infrared (NIR) Spectroscopy Pada Penetapan Kadar Fatty Alcohol Ether Sulfate (FAES) dan Kadar Unsulfated Substance (US) Dalam Texapon N70 Jenny Anna Margaretha Tambunan; Candra Irawan; Fajar Ade Saputra; Imas Solihat; Rizkyatantri Ratih Gwandari
Journal Warta AKAB Vol 46, No 1 (2022): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v46i1.84

Abstract

  Kadar Fatty Alcohol Ether Sulfate (FAES) ditetapkan  secara  titrimetri  dan  kadar  Unsulfated Substance (US) ditetapkan  menggunakan  Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).  Kedua metode tersebut membutuhkan bahan kimia dan waktu yang lama, sehingga digunakan metode alternatif yang lebih cepat dan ekonomis,  yaitu  metode  Near  InfraRed  (NIR)  Spectroscopy. Percobaan ini bertujuan mengkaji ulang metode NIR spectroscopy pada penetapan kadar FAES dan kadar US dalam Texapon N70. Percobaan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pengujian dan pengolahan data. Tahap persiapan meliputi pengambilan sampel, pembuatan indikator campuran, pembuatan larutan dan standardisasi hyamine 0,004 M , serta pengkondisian alat KCKT. Tahap pengujian meliputi penetapan kadar FAES secara titrimetri, penetapan kadar US menggunakan KCKT, serta penetapan kadar FAES dan US menggunakan alat NIR. Tahap pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan software OPUS : Quant 2 pada alat NIR. Nilai determinasi pada kadar FAES dan US sebesar 82,77% dan 75,71% dengan syarat keberterimaan sebesar 90-100%. Nilai RPD untuk kadar FAES dan US diperoleh sebesar 2,41% dan 2,03 % dengan syarat keberterimaan 5%.  Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa metode NIR spectroscopy tidak dapat digunakan untuk penetapan kadar FAES dan US dalam texapon 70 karena masih dibawah rentang syarat keberterimaan.  Kata kunci : Near InfraRed (NIR) Spectroscopy, Fatty Alcohol Ether Sulfate (FAES), Unsulfated Substance (US)
Pelatihan Pembuatan Pangan Fungsional (Susu Kefir) Achmad Nandang Roziafanto; Ardina Purnama Tirta; Imas Solihat
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i1.73

Abstract

ABSTRAK  Pandemi Covid -19 mengakibatkan penyerapan susu yang dihasilkan oleh peternak sapi menjadi menurun. Hal ini karena banyak usaa mikro kecil menengah (UMKM) yang mengalami gangguan ekonomi (gulung tikar) sehingga susu sapi yang dihasilkan dibuang dan pendapatan dari peternak mengalami penurunan drastis. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatkan susu sapi segar yang tidak terjual adalah membuat produk olahan lain dari susu yang memiliki nilai tambah baik dari segi khasiat maupun rasa, terlebih pada masa pandemik ini masyarakat cenderung mengonsumsi makanan yang sehat sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh.  Kefir merupakan salah satu produk fermentasi susu yang mengandung probiotik dan sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat olahan susu menjadi pangan fungsional. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 3 dan 4 September 2020 di Desa Pandan Sari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta berperan aktif baik pada saat pemberian materi atau praktik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kata kunci: Kefir, Pangan Fungsional, Susu Sapi
Pelatihan Pembuatan Kombucha Teh Hijau Achmad Nandang Rozifanto; Ardina Purnama Tirta; Imas Solihat; Yuris Diksy
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.137

Abstract

Pandemi Covid -19 menyakibatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Salah satu hal yang dilakukan diantaranya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Masyarakat di desa Kuta, Kabupaten Bogor mayoritas berprofesi sebagai petani teh hijau. Teh hijau dapat digunakan sebagai media pembuatan pangan fungsional melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan suatu produk minuman yang disebut kombucha. Kombucha merupakan minuman yang mengandung probiotik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat dijual untuk menambah pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat kombucha teh hijau menjadi pangan fungsional. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 dan 22 September 2021 di Desa Kuta, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta berperan aktif baik pada saat pemberian materi atau praktik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta.