Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Perceived Social Support dengan Death Anxiety pada Lansia di Panti Sosial Werda Wilayah Cirebon Yenni Angraeni; Lucia Voni Pebriani; Afra Hafny Noer
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i2.47298

Abstract

Garis pemisah antara usia dewasa menengah dan lansia adalah usia 60 tahun. Pada usia ini, banyak terjadi penurunan, baik penurunan fisik, kognitif, maupun psikologis yang memicu masalah psikologis, salah satunya death anxiety. Death anxiety merupakan pemikiran dan perasaan yang tidak menyenangkan bagi seseorang tentang kematiannya. Pada usia lanjut, social support menjadi hal yang sangat penting untuk membantu menghadapi penurunan berbagai aspek yang terjadi pada lansia. Perceived social support adalah penilaian kognitif bahwa seseorang terhubung dan mendapatkan dukungan dari orang lain. Adanya support dari keluarga dapat membantu lansia menghadapi masalahnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik single-stage cluster sampling. Responden penelitian ini berjumlah 30 orang lansia yang berada di panti werda. Instrumen yang digunakan adalah Death Anxiety Scale (DAS) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memilki death anxiety pada kategori sedang (73.3%) dan perceived social support pada kategori rendah (73.3%). Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang searah dan signifikan (r = -.111, p = .560) antara perceived social support dengan death anxiety. Hal ini kemungkinan terjadi karena adanya faktor lain yang lebih berhubungan dengan death anxiety, yaitu ibadah dan kegiatan keagamaan. Kemudian berdasarkan uji beda independent sample t-test dan uji ANOVA, terdapat perbedaan yang signifikan pada kegiatan kelompok keagamaan/sosial dan social support yang diterima lansia terhadap death anxiety.
Studi Pengaruh Intentional Learning dengan Metode Writing-to-Learn pada Kemampuan Recall Saragih, Josua Windy; Noer, Afra Hafny; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.54584

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh intentional learning dengan metode writing-to-learn (WTL) pada kemampuan recall. Keberadaan prompt sebagai operasionalisasi WTL pada intentional learning berfungsi sebagai pengarah intensi kepada proses atensi yang lebih terfokus serta kemampuan recall yang meningkat. Penempatan instruksi menulis dan penggunaan writing prompt yang tepat dapat mengarahkan pada kegiatan belajar yang lebih efektif. Dilakukan eksperimen terhadap penempatan writing prompt dengan mengukur kemampuan recall hasil belajar. Terdapat 64 partisipan mahasiswa Psikologi yang dibagi ke dalam 2x2 nonequivalent between subject design, yaitu menulis “dengan prompt” dan “tanpa prompt” serta diberi tahu bahwa terdapat kegiatan menulis “sebelum” dan “sesudah” menonton video pembelajaran. Berdasarkan uji statistik Kruskal-Wallis, ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antarkelompok eksperimen (H(3) = 18.391, p < .00). Terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan recall pada kedua kelompok menulis “dengan prompt” (z = -24.267, p < .05) serta pada kedua kelompok menulis “tanpa prompt” (z = 13.611, p < .05). Ditemukan bahwa perbedaan penempatan pemberitahuan kegiatan menulis serta penggunaan prompt dalam tulisan memengaruhi atensi partisipan yang berpengaruh pada kemampuan recall. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh intentional learning dengan metode WTL pada kemampuan recall. Namun, prompt yang kurang familiar memunculkan orienting response sehingga hasil dari eksperimen ini perlu dibahas lebih lanjut.
Peran Perceived Social Support terhadap Academic Anxiety: Studi pada Mahasiswa Tahun Pertama Fauzia, Detha; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.55737

Abstract

Mahasiswa tahun pertama sering merasakan academic anxiety akibat perubahan yang dirasakan dari sekolah menengah ke perkuliahan sehingga membutuhkan dukungan sosial untuk menghadapinya. Studi ini bertujuan untuk meneliti peran perceived social support terhadap academic anxiety mahasiswa tahun pertama di Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimental dengan metode analisis hubungan korelasional berarah melalui analisis regresi. Perolehan data dilakukan menggunakan kuesioner daring dengan partisipan yaitu 203 mahasiswa tahun pertama Universitas Padjadjaran (58.6% perempuan dan 37.4% laki-laki). Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support untuk variabel perceived social support dan Skala Kecemasan Akademik untuk variabel academic anxiety. Kedua alat ukur telah dibuktikan validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian sebelumnya maupun pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived social support berperan secara signifikan terhadap academic anxiety (p< .00; R² = .104). Selain itu, dimensi-dimensi perceived social support juga berkorelasi dengan academic anxiety. Namun, hanya dukungan dari keluarga yang memiliki peran signifikan terhadap academic anxiety dibandingkan teman dan significant others (p <.005). Hal ini mungkin terjadi karena hubungan yang jauh lebih stabil dengan keluarga membuat dukungan yang dirasakan menjadi lebih berharga. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan intervensi di lingkungan akademik. Fokus pada meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi kecemasan akademik di kalangan mahasiswa.
Hubungan Prediktif antara Perceived Social Support terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang Sedang Menyusun Skripsi Santoso, Lutfianya Assyifa Budi; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.55818

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering kali menghadapi tantangan dan kesulitan saat sedang menyusun skripsi sehingga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mentalnya. Perceived social support dan self-compassion menjadi sumber daya eksternal dan internal diri yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa tingkat akhir ketika sedang menyusun skripsi. Dalam teorinya, self-compassion dapat dibangun melalui interaksi individu dengan lingkungan sosialnya. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan prediktif perceived social support terhadap self-compassion pada mahasiswa Universitas Padjadjaran yang sedang menyusun skripsi. Penelitian dilakukan menggunakan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan secara daring kepada 210 mahasiswa tingkat akhir Universitas Padjadjaran angkatan 2020. Kuesioner terdiri dari instrumen Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Skala Welas Asih Diri yang sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan konteks pengerjaan skripsi. Data diolah secara inferensial menggunakan uji korelasi Pearson dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived social support dapat memprediksi self-compassion mahasiswa Universitas Padjadjaran yang sedang menyusun skripsi. Hal ini menunjukkan pentingnya ketersediaan perceived social support yang cukup untuk mendorong self-compassion mahasiswa tingkat akhir ketika sedang menyusun skripsi.
Parental Divorce: Challenges and Opportunities for Adolescent Basalamah, Humaira; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Family Sciences Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.v9i2.57096

Abstract

Divorce can have a significant impact on family dynamics. Adolescents with divorced parents show unique characteristics as they navigate the transition to adulthood and adjust to altered family dynamics. This study aims to see how the post-divorce parenting impacts on adolescents. The research used convenience sampling to select four adolescents with divorced parents as participants. Parenting is viewed based on the pattern of parental responsiveness and demandingness in adolescents. The data collection process was done using a qualitative approach, which involved interviews with four research participants. The interview data were then processed using thematic analysis, yielding several themes presented descriptively to answer the research questions. The results of this study found that adolescents with divorced parents have positive and negative experiences, meanings, and impacts from their parents' divorce. This is significantly influenced by the role of parents in parenting their teenagers after divorce. Parents can be risk factors and protective factors for adolescents whose parents are divorced. This study's data is crucial for divorced or divorcing parents and the Indonesian government, especially religious courts, as it provides psychoeducation on the impact of parental divorce on adolescents and the importance of appropriate post-divorce parenting.
Psychometric Properties of The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) Indonesian Version Michelle Brigitta Shanny; Afra Hafny Noer; Lucia Voni Pebriani
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 6 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i6.2360

Abstract

Emotion regulation refers to the process of how one's emotions are formed and how individuals express these emotions. Research on measuring emotion regulation strategies is still focused on managing everyday problems, and there is no measurement of emotion regulation for children and adolescents in Indonesia that can be used. Therefore, valid and reliable measurements are needed. The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) is a standard measurement instrument developed by Gullone and Taffe from the adult version to the child and adolescent version to measure the difference in the use of emotional regulation strategies. This study was conducted to evaluate the psychometric properties of the adapted ERQ-CA instrument for Indonesian children and adolescents. Data were collected with a convenience sampling technique. Ten items were administered to 140 children and adolescents between 12 and 18 years of age, of whom 69.3% were female and 35.7% were in the first year of high school. ERQ-CA uses a 5 point likert scale consisting of two dimensions: cognitive reappraisal and expressive suppression. The results of CFA showed that 9 of 10 ERQ-CA items showed a good goodness of fit model (CFI = .970; GFI = .846; SRMR = .024; NFI = .962). The ERQ-CA instrument had good internal consistency reliability with Cronbach’s alpha ranging from 0.45 to 0.98, and acceptable test-retest reliability with the item discrimination all greater than 0.22. It can be concluded that the Indonesian version of the ERQ-CA has good psychometric properties, so that it can be used to measure the emotion regulation strategies of children and adolescents in Indonesia.
Hubungan Stres Pengasuhan Orang Tua dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak pada Masa Pandemi Covid-19 Kristikanti, Heidy; Noer, Afra Hafny; Pebriani, Lucia Voni
ILMU PSIKOLOGI Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3717

Abstract

The COVID-19 pandemic that has lasted for almost 2 years, certainly brought a significant change to human life. This study aims to determine the relationship between parental stress and children’s emotion regulation during the COVID￾19 pandemic which has been running for a long time. The method in this study uses correlational quantitative methods. The population and sample in this study were parents who has school-age children and participate in online learning during COVID-19. The measuring instrument data was using a Parental Stress Scale (PSS) and The Emotion Regulation Checklist (ERC). Based on data analysis, a correlation value between parental stress and emotion regulation has weak correlation (r: 0,200 – 0,400), but with a significant relationship (Sig <0,50). Meanwhile, a correlation value between parental stress and lability/negativity has a fairly strong relationship (r: 0,400-0,700) and significant (Sig <0,50). This shows that there is no relationship between parental stress and emotional regulation, and also there is a negative relationship between parental stress and the lability/negativity in children