Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Relapse Prevention pada Pecandu Narkoba dalam Program Paska Rehabilitasi Frans Judea Samosir
Jurnal Mitra Prima Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v2i1.954

Abstract

Relapse merupakan masalah yang sering terjadi pada pecandu narkoba yang telah menjalani program pemulihan kecanduannya di sebuah pusat rehabilitasi narkoba. Kurangnya penguatan dan pendampingan setelah keluar dari rehabilitasi dapat menjadi salah satu pemicunya. Pendampingan dan penguatan ini dapat juga diberikan dalam program paska rehabilitasi (aftercare) Oleh sebab itu, kegiatan pelatihan relapse prevention (pencegahan kekambuhan) menjadi wujud penguatan kepada pecandu dalam pemulihan. Kegiatan pelatihan ini diberikan kepada enam klien selama sepuluh kali pertemuan di sebuah paska rehabilitasi. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap yakni analisis kebutuhan, observasi klien, desain pelatihan dan pelaksanaan pelatihan. Hasil yang diperoleh bahwa pecandu narkoba dalam pemulihan di paska rehabilitasi semakin memahami diri dan bagaimana cara menjaga kualitas pemulihannya.
The impact of the basic dose of the COVID-19 vaccine and the number of COVID-19 patients on Google searches for vaccines Ignatius Sandyawan; Robert Kurniawan; Victor Trismanjaya Hulu; Frans Judea Samosir
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i1.22175

Abstract

Indonesia has distributed the COVID-19 vaccinations to its people starting from January 2021 based on certain priorities to deal with COVID-19 pandemic. News of deaths after the COVID-19 vaccination has made some people hesitate to get vaccinated. This study aims to depict the pattern and determinant of public interest in COVID-19 vaccine information using Google Trends data. The pattern can be used as a suggestion to the government to conduct a campaign on the COVID-19 vaccine. Several topics related to the COVID-19 vaccine were collected from Google Trends and then clustered by the province using K-Means. By total within sum of square, best number of clusters is two. Then, a logistic regression analysis was done with cluster as response variable to find out what factors made people interested in the COVID-19 vaccine topic. As a result, percentage of people who received the first dose of the COVID-19 vaccine and the rate of COVID-19 patients who were treated had influenced public interest in the COVID-19 vaccine. Hence, the campaign must be transparent so that the public can see both the good and bad effects of vaccination. It will help to reduce the number of people dying after receiving vaccinations.
HUBUNGAN DETERMINAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZI PADA BAYI DI WILAYAH PUSKESMAS BUHIT Eva Ellya Sibagariang; Frans Judea Samosir; Windi Yesika Marpaung; Wanda Yasinta Marpaung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20896

Abstract

Permasalahan yang di temukan kasus dari bayi yang tidak mendapatkan asi eksklusif diketahui bahwa penyebab terjadinya bayi tidak mendapatan ASI eksklusif yaitu Pendidikan ibu yang rendah sehingga pengetahuan ibu  kurang. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dengan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu sebanyak 50 orang responden. Analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan (1) ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,000 (2). ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,019. (3) ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,006. (4) ada hubungan antara usia dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,047. (5) ada hubungan yang antara Dukungan keluarga dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,005. (6) tidak ada hubungan antara paritas dengan pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi di wilayah Puskesmas Buhit dengan p-value 0,479. Berdasarkan hal diatas Diharapkan tenaga Kesehatan yang bekerja diwilayah puskesmas buhit agar lebih aktif dalam menjalankan semua program KIA.
Psychological Impact of COVID-19 on Healthcare Workers: A Systematic Review Victor Trismanjaya Hulu; Suharni Pintamas Sinaga; Achmad Rifai; Frans Judea Samosir; Putranto Manalu
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.625 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.469

Abstract

During the COVID-19 pandemic, many health workers working in hospitals experienced psychological problems and stress while serving patients because of their high risk of contracting COVID-19. This study explores the main findings from the literature examining the psychological impact of COVID-19 on healthcare workers. This study uses a systematic review method using the PRISMA statement. A systematic search was carried out to obtain relevant articles from three databases, namely Scopus, PubMed, and Google Scholar, published in the English version. The investigation of articles started from identifying, sorting, checking the feasibility and eligibility of the studies and including qualitative synthesis. This article's inclusion criteria were English-language articles and full text on studies assessing the psychological impact of COVID-19 on healthcare workers. There were 1429 articles found and eleven studies of which were analyzed, namely ten studies using a cross-sectional design, one study using a retrospective cohort design. The psychological impact experienced by health workers included fear of being infected with COVID-19; fear of contracting oneself, friends, and relatives; fear of being alienated by others; fear of being stigmatized by others; worrying about personal and family health; worrying about being quarantined or isolated; fear of close contact with patients at high risk of infection; fear of experiencing high insomnia; fear of experiencing acute stress disorders and psychological stress. The study concluded that health workers serving patients in hospitals face tasks full of pressure, worry, anxiety, and high fear of being infected with COVID-19. Health workers are in dire need of health protection as well as special recovery programs that aim to improve psychological well-being during the COVID-19 pandemic.  Abstrak: Selama masa pandemi COVID-19, banyak tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit mengalami gangguan psikologis dan stres saat melayani pasien karena besar risiko mereka terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi temuan utama dari literatur yang meneliti tentang dampak psikologis COVID-19 pada petugas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan menggunakan pernyataan PRISMA. Untuk memperoleh artikel yang relevan maka dilakukan pencarian secara sistematis dari tiga database yaitu Scopus, PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam versi bahasa Inggris. Penyelidikan artikel dimulai dari tahap identifikasi, pemilahan, kelayakan dan studi yang memenuhi syarat dan termasuk sintesis kualitatif. Kriteria inklusi adalah artikel berbahasa Inggris dan full text tentang studi yang menilai dampak psikologis COVID-19 pada petugas kesehatan. Dari tiga database diperoleh 1429 artikel dan sebanyak 11 (sebelas) studi diantaranya dianalisis dimana sepuluh studi yang menggunakan desain cross-sectional dan satu studi yang menggunakan desain kohort retrospektif. Dampak psikologis yang dialami oleh tenaga kesehatan meliputi takut terinfeksi COVID-19, takut tertular terhadap diri sendiri, teman dan kerabat, takut dijauhkan oleh orang lain, takut distigmatisasi oleh orang lain, khawatir tentang kesehatan pribadi dan keluarga, khawatir akan dikarantina atau diisolasi, takut kontak dekat dengan pasien berisiko tinggi terinfeksi, takut mengalami insomnia yang tinggi, takut mengalami gangguan stres akut dan tekanan psikologis. Penelitian menyimpulkan petugas kesehatan yang melayani pasien di rumah sakit selalu diperhadapkan dengan pekerjaan yang penuh dengan tekanan, khawatir, cemas dan rasa takut yang tinggi terinfeksi COVID-19. Petugas kesehatan sangat membutuhkan perlindungan kesehatan serta program khusus pemulihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis selama pandemi COVID-19.