Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesian Health Issue

Hubungan Status Gizi Ibu Nifas Dengan Penyembuhan Luka Perineum Ribur Sinaga; Kamelia Sinaga; Parningotan Simanjuntak; Nopalina S Damanik
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.266 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.13

Abstract

Latar Belakang: Kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di dunia pada tahun 2015 terdapat 2,7 juta kasus, dimana angka ini diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050.Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi dan pemulihan luka perineum. Metode:Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bagan Asahan Kec. Bagan Asahan Kab. Asahan dengan jumlah sampel 15 orang dan diambil secara Total Sampling. Analisis data menggunakan uji Cgi-square. Hasil:Hubungan antara vaiabel dikatakan bermakna jika p-value < 0,05.Dengan menggunakan metode pengukuran LILA dan IMT dperoleh hasil hampir semua ibu nifas memiliki status gizi yang baik (87,6%) dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara status gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0,05). Terdapat hubungan antara hubungan status gizi dan pemulihan luka perineum. Saran:Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan yang lebih banyak kepada ibu nifas mengenai pemenuhan zat gizi selama masa nifas agar mempercepat pemulihan status gizi. Background: The incidence of perineal rupture in childbirth in the world in 2015 there were 2.7 million cases, where this figure is estimated to reach 6.3 million in 2050. Objective: To determine the relationship between nutritional status and perineal wound recovery. Methods: This study used a cross sectional study design. The research was conducted at the Bagan Asahan Health Center, Kec. District Asahan Chart. Asahan with a sample of 15 people and taken by Total Sampling. Data analysis using Cgi-square test. Result: The relationship between variables is said to be significant if the p-value <0.05. By using the LILA and BMI measurement methods, almost all postpartum mothers have good nutritional status (87.6%) and their perineal wounds have recovered. There is a relationship between the nutritional status of postpartum mothers with perineal wound recovery (p<0.05). There is a relationship between nutritional status and perineal wound recovery. Suggestion: It is hoped that health workers can provide more health education to postpartum mothers regarding the fulfillment of nutrients during the postpartum period in order to accelerate the recovery of nutritional status.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Status Gizi Selama Kehamilan Trimester Pertama Parningotan Simanjuntak; Plora Novita Febrina Sinaga; Nopalina Suyanti Damanik; Markus Dody Simanjuntak
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.687 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.14

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan gizi selama kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan, pembentukan dan perkembangan organ serta fungsi organ janin menjadi kurang optimal dikhawatirkan akan terjadi cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan bahkan bisa juga ukuran kepala bayi kecil karena kurangnya asupan gizi janin untuk perkembangan otak sehingga perkembangan otak tidak optimal. Tujuan: untuk mengidentifikasi Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Status Gizi Selama Kehamilan Trimester Pertama. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan sampel 30 ibu hamil waktu penelitian desember sampai bulan mei 2021 dan analisi data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square didapat ada hubungan pengetahuan (p=0,002) dan sikap (p=0,000) ibu hamil dengan status gizi selama kehamilan trimester Pertama. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan status gizi selama kehamilan trimester pertama. Disarankan kepada ibu hamil agar memeriksakan serta mengontrol kehamilan kepada petugas kesehatan sehingga mengurangi resiko kekurangan gizi Background: Malnutrition during pregnancy will affect the growth, formation and development of organs and functions of the fetal organs to be less than optimal, it is feared that there will be congenital defects in babies born even the size of the baby's head is small due to lack of fetal nutrition for brain development so that brain development does not occur. optimally (Pujiastuti, 2015). Purpose: to identify the relationship between knowledge and attitudes of mothers with nutritional status during the first trimester of pregnancy. Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional design with a sample of 30 pregnant women from December to May 2021 and data analysis using the Chi-square test. Results: Based on the results of the chi-square test, it was found that there was a relationship between knowledge (p=0.002) and attitudes (p=0.000) of pregnant women with nutritional status during the first trimester of pregnancy. Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitudes of mothers with nutritional status during the first trimester of pregnancy. It is recommended for pregnant women to check and control their pregnancy to health workers so as to reduce the risk of malnutrition.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Nopalina Suyanti Damanik; Parningotan Simanjuntak; Plora Novita Febrina Sinaga
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.368 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.15

Abstract

Latar Belakang: Indikator BB/TB menggambarkan status gizi yang sifatnya akut sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung dalam waktu yang pendek, seperti menurunnya nafsu makan akibat sakit atau karena menderita diare. Dalam keadaan demikian berat badan anak akan cepat turun sehingga tidak proporsional lagi dengan tinggi badannya dan anak menjadi kurus. Prevalensi nasional balita kurus adalah 7,4% dan balita sangat kurus adalah 6,2%. Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Puskesmas Pagurawan Tahun 2021. Metode: kualitatif dengan rancangan quasi eksperimen, 34 bayi umur 0-6 bulan,tehnik pengambilan data random sampling waktu penelitian desember sampai bulan mei 2021 dan analisi data dengan paired sample t test. Hasil: Adanya pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi sebelum dan sesudah melakukan pijat bayi dengan t hitung (6.610) > t tabel (2.0345). Kesimpulan: Terdapat pengaruh Pijat bayi mempengaruhi peningkatan berat badan pada bayi umur 0-6 bulan Background: The weight indicator describes nutritional status that is acute in nature as a result of conditions that last for a short time, such as decreased appetite due to illness or suffering from diarrhea. In such circumstances the child's weight will quickly drop so that it is no longer proportional to his height and the child becomes thin. The national prevalence of underweight toddlers is 7.4% and very thin toddlers is 6.2%.. Purpose: To determine the effect of infant massage on weight gain in infants aged 0-6 months at the Pagurawan Health Center in 2021. Methods: qualitative with a quasi design. experiment, 34 infants aged 0-6 months, random sampling data collection techniques during the study december to may 2021 and data analysis with paired sample t test. Results: There is an effect of baby massage on increasing baby's weight before and after doing baby massage with t count (6.610) > t table (2.0345). Conclusion: There is an effect of baby massage on weight gain in infants aged 0-6 months.