Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : MODUL

Pengaruh Penerapan Dinding Pre-Fab Pada Rumah Tempat Tinggal Terhadap Kualitas Akustik Ruang Indarto, Eddy; Dwiyanto, Agung; Nugroho, Satrio
MODUL Vol 14, No 1 (2014): MODUL
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4016.012 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.1.2014.11-20

Abstract

Abstrak Perumahan merupakan kebutuhan pokok khususnya bagi penduduk/masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan rumah tempat tinggal tersebut selalu berada jauh dibawah kebutuhan rumah tempat tinggal sesuai laju pertumbuhan penduduk, terutama didaerah perkotaan baik yang diakibatkan oleh pertumbuhan alamiah maupun akibat adanya urbanisasi. Pada hakekatnya seiring dengan pemenuhan kebutuhan rumah tempat tinggal tersebut, terutama didaerah perkotaan, berkembang pesat pula pengembang perumahan. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian, mengingan pembangunan perumahan akan membutuhkan bahan baku dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam. Demikian juga pada proses pembangunannya tentunya akan memproduksi limbah yang sedikit banyak akan mencemari lingkungan disekitar. Oleh karena itu beberapa perusahaan telah mengembangkan teknologi baik material bahan bangunan maupun teknologi dalam metode pelaksanaan pembangunan yang dapat menekan kerusakan lingkungan maupun upaya mencegah/menekan limbah pada saat proses pembangunannya. Salah satunya adalah “Fly-Slab” yang sedang mengembangkan metode pre-fab untuk rumah tinggal, mulai dari sub-structure sampai dinding, yang telah teruji keamanannya (struktur dan konstruksi) dan kecepatan dalam proses pembangunannya. Ruangan dalam rumah tempat tinggal haruslah terjaga prifasinya tidak saja secara visual tetapi juga privasi akustiknya, agar ruangan tersebut secara akustik tidak terganggu suara suara dari luar ruangan, atau sebaliknya suara yang timbul di suatu ruangan juga tidak mengganggu ruangan lainnya bahkan ruang luar dari bangunan rumah tempat tinggal tersebut. Dengan demikian maka, penting untuk diketahui kualitas akustik suatu dinding pembatas ruangan, salah satunya dinding yang sedang dikembangkan oleh “fly-slab” yang menggunakan material dan teknologi baru dalam metode pelaksanaannya. Oleh karena itu perlu diketahui Pengaruh Penerapan Dinding Pre-Fab Pada Rumah Tempat Tinggal Terhadap Kualitas Akustik Ruang. Kata Kunci : dinding, kualitas akustik
KERAGAMAN PERUBAHAN PADA RUMAH TRADISIONAL JAWA DI PEDESAAN Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.174 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.141-156

Abstract

Keragaman rumah tradisional Jawa di pedesaan saat ini menunjukkan bagaimana suatu nilai-nilai yang sebelumnya disepakati secara bersama mengalami perubahan-perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi pada rumah-rumah tradisional Jawa di pedesaan di Jawa Tengah dan menggali faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tersebut terjadi. Obyek fisik penelitian adalah arsitektur rumah tradisional di pedesaan sementara obyek non fisiknya adalah penghuni rumah tersebut. Kasus penelitian diambil secara purposif pada 5 rumah tradisional di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang bangunan lebih banyak berubah, diikuti material dan kemudian bentuk bangunan. Pola massa bangunan masih menunjukkan pembagian ruang tamu, ruang tidur, serta dapur. Perkembangan massa bangunan pada arah membujur, menyamping maupun kombinasi. Dalem sebagai bangunan utama justru yang paling banyak mengalami perubahan, terutama karena penambahan ruang tidur. Sementara elemen-elemen yang masih dipetahankan adalah bentuk atap, struktur serta gebyok ornamen pada Dalem. Faktor-faktor penyebab perubahan adalah karena perubahan penghuni, perubahan pola aktivitas, perubahan pengetahuan dan bahan bangunan serta perubahan anggapan terhadap rumah. Pada intinya perubahan-perubahan tersebut terjadi karena perubahan budaya penghuni rumah, sehingga mendorong perubahan pada perwadahannya.
Menengok Arsitektur Permukiman Masyarakat Badui, Arsitektur Berkelanjutan Dari Halaman Sendiri Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.336 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.2.2014.87-94

Abstract

Krisis energi dan kerusakan lingkungan alam mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam disamping kesejahteraan umat manusia. Pembangunan berkelanjutan dengan arsitektur di dalamnya berkembang menjadi isu penting dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kearifan dalam kebudayaan Nusantara dapat menjadi teladan dalam menanggulangi krisis tersebut. Masyarakat Badui merupakan sedikit dari suku yang masih mempertahankan tradisi kebudayaannya dengan ketat sampai saat ini. Tradisi bermukim masyarakat Badui sangat hormat dan menjaga kelestarian alam tempat mereka tinggal. Pemanfaatan sumber daya alam yang selektif; teknologi tepat guna; larangan dan aturan yang ketat menghasilkan budaya bermukim yang selaras dengan alam. Sebuah ilmu yang perlu dipelajari, diteladani dan dikembangkan  untuk menjawab tantangan modern. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan tradisi bermukim masyarakat Badui dengan karakteristik Arsitektur Berkelanjutan
RUANG DAGANG DI KOTA LAMA KUDUS Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio; Prianto, Eddy
MODUL Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.3 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.1.2015.1-12

Abstract

Masyarakat Kudus dikenal sebagai masyarakat Pedagang Santri. Dua aspek kehidupan penting pada masyarakat ini adalah Perdagangan dan Keagamaan. Kehidupan sebagai masyarakat muslim sangat mewarnai keseharian masyarakat Kudus. Hal ini menimbulkan pertanya’an, bagaimana dengan aspek perdagangan yang seolah menjadi sisi lain dan penyeimbang religiositas terhadap bentukan arsitekturnya?. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kehidupan perdagangan masyarakat Kudus dan cerminannya pada bentuk arsitektur rumah tinggalnya. Penelitian dilakukan dibawah paradigma penelitian kualitatif. Data digali dari beberapa responden yang mewakili ragam kegiatan perdagangan masyarakat serta arsitektur rumah tinggalnya. Analisa dilakukan langsung dilapangan yang mengarah pada konsep dibalik kegiatan terpola serta kaitannya dengan arsitektur sebagai wadah kegiatan tersebut. Temuan penelitian berupa konsep “ruang dagang” pada masyarakat Kudus. Terdapat dua macam kegiatan dagang yakni yang menyangkut tahapan produksi serta tahapan distribusi. Kegiatan dagang dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada atau mengadakannya secara tersendiri manakala kegiatan yang ada mulai berkembang besar. Ruang dagang ini merupakan ruang publik di rumah yang mempunyai pencapaian langsung ke luar untuk kegiatan dagang atau tidak langsung untuk kegiatan produksi.
KESESUAIAN RUMAH MINIMALIS TERHADAP IKLIM TROPIS Nugroho, Satrio; Wahyuningrum, Sri Hartuti
MODUL Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.995 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.1.2013.17-22

Abstract

Rumah adalah sebuah bangunan yang dijadikan tempat tinggal pada jangka waktu tertentu.  Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep – konsep social kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas dll.  Dilihat dari pengertiannya, jelas bahwa rumah memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas.  Minimalis merupakan suatu kata yang cenderung mengarah ke suatu kesederhanaan.  Dalam desain suatu rumah, minimalis termasuk salah satu konsep yang sekarang ini digemari oleh masyarakat.  Perumahan di daerah Semarang pun mulai berkembang pesat dengan konsep desain ini. Dalam arsitektur, membuat suatu bangunan rumah tinggal di Semarang yang baik, harus bercirikan tropis, dimana salah satunya dengan memberikan tritisan yang dapat melindungi dinding bangunan dari radiasi sinar matahari langsung yang merambat ke dalam ruangan.  Radiasi sinar matahari juga terpengaruh oleh orientasi fasade bangunan dimana banyak sedikitnya intensitas radiasi sinar matahari tersebut. Dari hasil hasil penelitian rumah yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia khususnya Kota Semarang adalah rumah dengan type Boogey di Perumahan Graha Candi Golf, yang berorientasi ke arah tenggara. Dikarenakan hanya tersinari selama 20 menit dengan prosentase penyinaran sebesar 19.96%. Angka prosentase ini tidak melebihi dari standar yang ada yaitu selama 2 jam penyinaran rata-rata prosentase penyinaran adalah 30%. Sehingga, rumah ini mampu beradaptasi dengan iklim tropis. Kata kunci : rumah, minimalis, tropis
ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI RUANG PADA CAGAR BUDAYA KLINIK BETHESDA PETERONGAN Nugroho, Satrio; Bayuaji, Kurniawan
MODUL Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.228 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.2.2018.70-74

Abstract

Klinik Bethesda Peterongan merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya yang dilestarikan oleh Pemerintah Kota Semarang. Bangunan ini awalnya merupakan rumah tinggal milik keluarga Tan Siang Swie. Namun, seiring berjalannya waktu bangunann ini sekarang difungsikan sebagai klinik yang kepengurusannya menjadi satu dengan GKI Peterongan. Tentunya, sebagai cagar budaya bangunan ini memiliki nilai penting yang patut untuk dilestarikan agar bisa menjadi objek studi di masa yang akan datang. Namun, penggunaan bangunan lama dengan fungsi baru terkadang memaksa pemilik atau pengelola bangunan untuk memenuhi kebutuhan dari bangunan ini, dan terkadang hal tersebut bisa saja bersifat merusak. Maka dari itu, diperlukan sebuah tinjauan mengenai bagaimana tindakan pelestarian yang sudah dilakukan pada bangunan ini, dan bagaimana rekomendasi tindakan yang seharusnya dilakukan pada bangunan ini di masa yang akan datang