Margono Mitrohardjono
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERANAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Syawaifiyyah Jakarta Utara) Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.5.1.19-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepemimpinan kepala madrasah Madrasah Aliyah Syawaifiyyah Jakarta Utara dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dengan merencanakan, mengkomunikasikan, mengorganisi dan mengawasi program sekolah sesuai dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu dalam aspek otonomi sekolah, akuntabilitas sekolah, jaminan mutu, transparansi dan partisipasi masyarakat.  Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif analitik. Tahapan penelitian terdiri atas tahapan orientasi, eksplorasi dan membercheck. Teknik pengumpulan data digunakan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik  analisis data dibuat dengan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan / verifikasi dan validitas data Hasil penelitian ini bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan MBS untuk menuju mutu pendidikan dengan kegiatan berikut: Pertama, kepala sekolah merencanakan program sekolah sesuai dengan MBS dengan membuat visi dan misi sekolah, membuat kebijakan dan menetapkan tujuan, merancang program sekolah, menentukan dan mengalokasikan sumber daya sekolah; Kedua, kepala sekolah mengkomunikasikan program sekolah sesuai dengan MBS dengan membangun komunikasi internal dengan guru dan karyawan secara demokratis dan otoriter dan eksternal dengan orang tua murid dan masyarakat; Ketiga, kepala madrasah mengorganisasi program sekolah sesuai dengan MBS yaitu dengan menyusun struktur organisasi sekolah, mendorong partisipasi untuk mencapai harapan memberikan tugas dan mendelegasikan otoritas serta memfungsikan komite sekolah; dan Keempat kepala madrasah mengawasi program sekolah sesuai dengan MBS dengan menetapkan standar sekolah, dan memonitor serta mengevaluasi program madrasah baik dari aspek akademik maupun non akademik. Dengan demikian peranan kepemimpinan kepala madrasah di Madrasah Aliyah Syawaifiyyah Jakarta Utara dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, telah cukup baik ditunjukkan dengan standar kelulusan yang meningkat setiap tahun, namun masih banyak kekurangan di dalamnya yang perlu terus diperbaiki sehingga tercapai Total Quality Management. Peneliti merekomendasi kepada kepala madrasah untuk mempertajam visi, misi dan tujuan madrasah, memperkuat komunikasi internal dan eksternal, memaksimalkan partisipasi berbagai kalangan, terus mengacu pada standar madrasah dalam melakukan pengawasan dan mengaktifkan komite sekolah. Peneliti lain dapat menyempurnakan temuan penelitian ini.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DI PESANTREN TAHFIZH DAARUL QURÁN Tarmizi Tarmizi; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.5.2.81-104

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk pengembangan dan implementasi manajemen mutu serta penerapan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang telah dilakukan di pesantren Daarul Qurán sebagai lembaga dakwah. Daarul Qurán yang dirikan oleh Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur pada tanggal 5 Juli tahun 2003, dibantu oleh Ahmad Jamil, Muhammad Anwar Sani, dan Tarmizi. Daarul Qur’an mengembangkan aktivitas dengan mengelompokkan pada 3 (tiga) kegiatan usaha, yaitu: pendidikan, zakat dan wakaf, dan ekonomi. Dalam perjalanan dakwahnya memilih pendidikan sebagai aktifitas lembaga dengan mendirikan Pesantren Tahfizh Daarul Qurán.  Tahfizh Daarul Qurán dalam memberikan arah dan langkah untuk meningkatkan mutu pendidikannya, dimana saat ini, pesantren juga mengalami banyak perubahan dalam sistem dan manajemennya, kemampuan pesantren untuk survive hingga kini merupakan kebanggaan bagi umat Islam. Tujuan pondok pesantren adalah membentuk kepribadian, memantapkan ahlak dan melengkapi dengan pengetahuan. Daarul Qurán dalam pengembangan dan meningkatkan sistem pendidikan pesantren hasilnya telah memenuhi kepuasaan pelanggan baik pelanggan ekternal maupun internal. Pesantren Tahfizh Daarul Qurán telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen untuk menjamin mutu pendidikan dalam mencapai tujuan dan visi dan misi lembaga. Pesantren Tahfizh Daarul Qurán sebagai sebagai lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional telah memiliki standar mutu yang jelas, dan sesuai telah memenuhi serta sesuai dengan standar mutu pendidikan nasional sebagaimana yang termaktub dalam UU No. 20/2003 dan PP No. 13/2015 ABSTRACTThe purpose of this research is to develop and implement quality management and the application of Islamic Education Management (MPI) which has been carried out at the Daarul Qurán Islamic boarding school as a da'wah institution. Daarul Qurán which was founded by Jam'an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur on July 5, 2003, assisted by Ahmad Jamil, Muhammad Anwar Sani, and Tarmizi. Daarul Qur'an develops activities by grouping into 3 (three) business activities, namely: education, zakat and waqf, and economy. During his missionary journey, he chose education as an institutional activity by establishing the Daarul Qurán Tahfizh Islamic Boarding School. Tahfizh Daarul Qurán in providing direction and steps to improve the quality of education, where at this time, pesantren have also experienced many changes in their systems and management, the ability of pesantren to survive until now is a matter of pride for Muslims. The purpose of the boarding school is to form personality, strengthen morality and equip it with knowledge. Daarul Qurán in developing and improving the pesantren education system has met the results of customer satisfaction, both external and internal customers. Daarul Qurán Tahfizh Islamic boarding school has implemented management functions to ensure the quality of education in achieving the goals and vision and mission of the institution. Daarul Qurán Tahfizh Islamic Boarding School as an educational institution that is part of the national education system has clear quality standards, and accordingly meets and is in accordance with the national education quality standards as stipulated in Law no. 20/2003 and PP. 13/2015Keywords: Management, Quality, Islamic Boarding School