Muchammad Nuh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH REFORMASI BIROKRASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PUBLIK (Studi Kasus pada Lima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di Jawa Timur) Muchammad Nuh; Sasong ko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.775 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh reformasi birokrasi terhadap produktivitas tenaga kerja sektor publik.  Indikator reformasi birokrasi adalah variabel remunerasi dan perampingan organisasi. Sementara itu, Variabel  kontrol  dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan. Populasi berupa 209 pegawai di KPPN Surabaya 1, Surabaya 2, Malang, Kediri, dan Blitar.  Sampel  yang dipilih  adalah pegawai  middle office  seksi pencairan dana di lima KPPN tersebut.  Hasil analisis regresi OLS menunjukan bahwa pada tingkat keyakinan 95 persen, remunerasi dan perampingan organisasi berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai. Sedangkan usia dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap produktivitas pegawai.Kata kunci: Produktivitas, Usia, Pendidikan, Remunerasi, Perampingan Organisasi
PENGARUH REFORMASI BIROKRASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PUBLIK (Studi Kasus pada Lima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di Jawa Timur) Nuh, Muchammad; ko, Sasong
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh reformasi birokrasi terhadap produktivitas tenaga kerja sektor publik.  Indikator reformasi birokrasi adalah variabel remunerasi dan perampingan organisasi. Sementara itu, Variabel  kontrol  dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan. Populasi berupa 209 pegawai di KPPN Surabaya 1, Surabaya 2, Malang, Kediri, dan Blitar.  Sampel  yang dipilih  adalah pegawai  middle office  seksi pencairan dana di lima KPPN tersebut.  Hasil analisis regresi OLS menunjukan bahwa pada tingkat keyakinan 95 persen, remunerasi dan perampingan organisasi berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai. Sedangkan usia dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap produktivitas pegawai.Kata kunci: Produktivitas, Usia, Pendidikan, Remunerasi, Perampingan Organisasi
EVALUASI ATAS PENERAPAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASI KINERJA ANGGARAN (STUDI KASUS PADA DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM, KEMENTERIAN AGAMA) Nuh, Muchammad; Karnadi, Karnadi; Rustanto, Agung Edi; Wicaksana, Harits Hijrah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10394

Abstract

ABSTRACT The monitoring and evaluation sistem for budget performance is an essential instrument in performance-based budgeting to ensure effectiveness, efficiency, and accountability in the management of the State Budget. This sistem is implemented under the Regulation of the Minister of Finance Number 62 of 2023, which integrates monitoring and evaluation into budget planning and implementation. This study aims to evaluate the policy implementation of the budget performance monitoring and evaluation sistem at the Directorate General of Islamic Community Guidance, Ministry of Religious Affairs. The study employs a qualitative approach using the Context, Input, Process, and Product evaluation model. Data were collected through document analysis and in-depth interviews and analyzed using interactive data analysis techniques, with validity ensured through source and method triangulation. The findings indicate that, from the context aspect, the monitoring and evaluation sistem is aligned with performance-based budgeting policies, regulatory frameworks, and organizational needs. From the input aspect, several challenges remain, including regulatory inconsistencies, duplication of assessment indicators, and limitations in information sistems. From the process aspect, the monitoring and evaluation activities have been implemented adequately through periodic monitoring and inter-unit coordination. However, from the product aspect, evaluation results have mainly been used for rewards and sanctions and have not been optimally utilized in formulating subsequent budget policies. ABSTRAK Sistem monitoring dan evaluasi kinerja anggaran merupakan instrumen penting dalam penganggaran berbasis kinerja untuk menjamin efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penerapan sistem ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 yang mengintegrasikan monitoring dan evaluasi pada tahap perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan penerapan sistem monitoring dan evaluasi kinerja anggaran pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, sistem monitoring dan evaluasi telah selaras dengan kebijakan penganggaran berbasis kinerja, regulasi, dan kebutuhan organisasi. Dari aspek input, masih ditemukan kendala berupa ketidaksinkronan regulasi, duplikasi indikator penilaian, serta keterbatasan sistem informasi. Dari aspek proses, pelaksanaan monitoring dan evaluasi berjalan cukup baik melalui pemantauan berkala dan koordinasi antarunit. Sementara itu, dari aspek produk, hasil evaluasi telah dimanfaatkan untuk pemberian penghargaan dan sanksi, namun belum optimal dalam mendukung penyusunan kebijakan anggaran tahun berikutnya.