Arozatulo Telaumbanua
Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas teori belajar Carl Rogers melalui pendidikan agama Kristen dalam membentuk kecerdasan emosional siswa Arozatulo Telaumbanua; Sabaria Zega
KURIOS Vol. 12 No. 1: April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v12i1.1318

Abstract

The formation of students' emotional intelligence has become a critical challenge amid the growing prevalence of behavioral problems, violence, and mental health disorders among adolescents in school settings. Christian Religious Education (CRE) has strategic potential to address these challenges by integrating humanistic approaches into the learning process. This study aims to analyze the effectiveness of applying Carl Rogers' learning theory in CRE to holistically develop students' emotional intelligence. A qualitative library research method was employed, examining books, academic journals, and relevant theological sources. The findings reveal that Rogers' core principles of empathy, unconditional positive regard, and genuineness align closely with the value of love in CRE, contributing significantly to students' self-awareness, emotional regulate-on, intrinsic motivation, and social skills. This study concludes that integrating Rogers' learning theory into CRE constitutes an effective and holistic pedagogical approach. CRE teachers need training grounded in a Christian humanistic approach to optimally support students' development of emotional intelligence.   Abstrak Pembentukan kecerdasan emosional siswa menjadi tantangan penting seiring meningkatnya persoalan perilaku, kekerasan, dan gangguan kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki potensi strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan teori belajar Carl Rogers dalam PAK guna membentuk kecerdasan emosional siswa secara holistik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif yang menelaah buku, jurnal ilmiah, dan sumber teologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip empati, penerimaan tanpa syarat, dan ketulusan dalam teori Rogers selaras dengan nilai kasih dalam PAK, serta berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri, regulasi emosi, motivasi intrinsik, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teori Rogers dalam PAK merupakan pendekatan pedagogis yang efektif dan holistik. Guru PAK perlu dibekali pelatihan berbasis pendekatan humanistik Kristiani guna mendukung pembentukan kecerdasan emosional siswa secara optimal dan berkelanjutan.
Mengoptimalkan Perkembangan Belajar Siswa melalui Penerapan Teori John Dewey dalam Pendidikan Agama Kristen Arozatulo Telaumbanua; Asni Darmayanti Duha
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.420

Abstract

This paper highlights the problems that occur in the development of student learning, which are influenced by several factors, namely the inability of Christian religious teachers to design Christian religious education learning that is taught to students, rigid learning methods and materials, and the environment and limitations of students in various aspects such as intellectual, genetic, social, cultural and physical. This paper uses a library research method with the main reference being John Dewey's book entitled "Experience and Education" and references to literature related to the research. Data collection techniques consist of collecting data, reviewing books and literature, analyzing data and presenting data. The purpose of this paper is to conduct a study of John Dewey's learning theory, to describe how to apply John Dewey's learning theory in Christian religious education to student learning development. The results of the study indicate that John Dewey's learning theory can influence student learning development through learning experiences, social, environment and individual activity that can be applied through Christian religious education learning. AbstrakTulisan ini menyoroti permasalahan yang terjadi pada perkembangan belajar siswa, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ketidakmampuan guru agama Kristen dalam mendesain pembelajaran pendidikan agama Kristen yang diajarkan kepada siswa, metode dan materi pembelajaran yang kaku serta lingkungan dan keterbatasan siswa dalam berbagai hal seperti intelektual, genetik, sosial, budaya dan fisik. Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan rujukan utama buku John Dewey yang berjudul ”Experience and Education” dan rujukan literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data terdiri atas mengumpulkan data, melakukan penelaan terhadap buku dan literatur, analisis data dan menyajikan data. Tujuan tulisan ini adalah untuk melakukan kajian teori belajar John Dewey, menguraikan cara penerapan teori belajar John Dewey dalam pendidikan agama Kristen terhadap perkembangan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar John Dewey dapat memengaruhi perkembangan belajar siswa melalui pengalaman belajar, sosial, lingkungan dan keaktifan individu yang dapat diterapkan melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen.
Implementasi Pendidikan Agama Kristen di Era Tekonologi Arozatulo Telaumbanua
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 9 No 2 (2020): SANCTUM DOMINE Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v9i2.67

Abstract

The development of science and technology which is increasingly sophisticated, becomes a challenge for Christian Religious Education teachers who do not want to learn and develop the Christian Religious Education learning system based on technological developments. Changes and dynamics in the learning system, the Christian Religious Education must be taught by technology methods that are based on Christian values. Teaching Christianity in the era of technology is adapted to the development of technology itself and is taught creatively, dynamically, effectively and pleasantly based on Scripture. Learning systems in the network and all-round online now, the Christian Religious Education is taught based on systems and learning methods that develop. The research method used by the author is a library research method in which the main sources are books and literature relating to the subject matter.
Teori Vygotsky: Penerapan Teori Belajar Sosial Kultural Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Iman Siswa Arozatulo Telaumbanua
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.274

Abstract

Paper ini menyoroti perkembangan kognitif anak terhadap Alkitab. Hal ini menjadi perhatian peneliti karena melihat perkembangan kognitif anak dilingkungan masyarakat Kristen, mayoritas tidak memiliki pengetahuan Alkitab (tidak ada ayat Alkitab yang dihafal dan tidak dapat berdoa dengan baik). Pandangan Vygotsky terhadap perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh sosial kulturalnya yang dapat diuraikan seperti, keluarga, sekolah, gereja dan masyarakat. Paper ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teori sosial kultural Vygotsky ini, dapat diterapkan melalui pendidikan agama Kristen dalam mengembangkan kognitif Alkitab anak. Paper ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan menggunakan sumber-sumber berupa buku-buku, jurnal dan sumber lain yang relevan. Selain itu, dalam melakukan penyajian data, maka langkah analisis yang dilakukan peneliti yakni reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis dan penyajian data mengungkapkan bahwa penerapan teori sosial kultural Vygotsky dapat mengembangkan kognitif Alkitab anak melalui prinsip zona perkembangan proksimal, pemberian dukungan, bahasa dan pemikiran, pembelajaran kolaborasi dan pemberian contoh.