Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah KORPUS

REFERENSI PADA TEKS CERITA PENDEK MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA ANGKATAN 2015 Elta Suryana; Irma Diani; Dian Eka Chandra Wardhana
Jurnal Korpus Vol 4, No 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i1.9483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis referensi yang digunakan dalam cerita pendek mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2015 berupa referensi endoforis yang terdiri dari referensi persona, referensi demonstratif dan referensi komparatif baik yang anaforis maupun kataforis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yang berupa tulisan cerita pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2015. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling yaitu cerpen dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel disini adalah kriteria berdasarkan tema. Berdasarkan tema, cerpen tergolong menjadi 8 tema yaitu tema cinta, keluara, agama, pendidikan, horor, alam, humor, dan politik. Setelah itu digunakan lagi teknik purposional yaitu setiap tema yang jumlah cerpennya hanya satu akan diambil 100%, sedangkan tema yang cerpennya lebih dari satu akan diambil 60%. Teknik analisis data terdapat lima tahap (1) pembacaan data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) analisis secara deskriptif, (5) kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah jenis referensi yang terdapat dalam cerita pendek mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2015 berjumlah 210. Jenis referensi tersebut adalah (1) Referensi persona yang berjumlah 190. Referensi jenis persona ini terdapat referensi persona bentuk pertama yaitu bentuk aku, ku, saya, kita, dan kami. Referensi persona bentuk kedua yaitu bentuk -mu dan kamu. Referensi persona bentuk ketiga yaitu bentuk dia, -nya, ia, dan mereka. (2)Referensi demonstratif yang berjumlah 22. Referensi demosntratif yang ditemukan adalah referensi demonstratif bentuk ini dan itu. (3) Referensi komparatif yang berjumlah 5. Referensi komparatif yang ditemukan adalah referensi komparatif bentuk berebeda dan sama. (4)Jenis referensi yang paling banyak digunakan adalah jenis referensi persona bentuk ketiga yaitu dia, -nya dan ia, karena dalam cerita pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2015 penulis adalah orang yang serba tahu, jadi penulis banyak sekali menggunakan referensi persona bentuk ketiga.
RAGAM BAHASA GAUL KALANGAN REMAJA DI KOTA BENGKULU Reza Ertika; Dian Eka Chandra W.; Irma Diani
Jurnal Korpus Vol 3, No 1: APRIL 2019
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.715 KB) | DOI: 10.33369/jik.v3i1.7349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kosakata bahasa gaul dan konteks penggunaan bahasa gaul kalangan remaja di kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu (1) Observasi, (2) Rekaman, (3) Wawancara. Untuk pengolahan data digunakan langkah-langkah berikut (1) Transkripsi Data, (2) Identifikasi Data, (3) Klasifikasi Data, (4) Interpretasi Data, dan (5) Simpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh gambaran bahwa bentuk kosakata bahasa gaul yang digunakan kalangan remaja di kota Bengkulu berupa (1) Nasalisasi –ng, –a, -da, -na, -se, -es, -ra, -s, dan –ong, (2) sisipan –ok, (3) metatesis atau walikan, (4) reduplikasi, (5) Bahasa Inggris, dan (6) pola acak. Kosakata bahasa gaul remaja digunakan untuk menyampaikan gagasan, ide, dan pendapat kepada sesama remaja. Pengguna kosakata gaul ini adalah kalangan remaja di kota Bengkulu yakni mahasiswa hingga remaja yang sudah bekerja yang berusia 15 tahun sampai 24 tahun. Konteks yang digunakan remaja tersebut adalah pada saat situasi santai dan akrab, dan ketika sedang berkumpul membicarakan seputar kehidupan atau lingkungan sosial mereka melalui media bahasa lisan. Konteks situasi dalam penggunaan kosakata bahasa gaul yaitu saat sedang berkumpul di kos-kosan, di rumah, di kampus, dan tempat–tempat yang tidak terduga.Kata kunci : Ragam bahasa, bahasa gaul, remaja.