Sumiyati Sumiyati
Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING BAGI ANAK USIA DINI ERA PANDEM COV ID-191 Shofiyati; Sumiyati Sumiyati; Eka Novita Candra
Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ge:jpiaud.2022.vol5(1).8891

Abstract

Abstract During the COVID-19 pandemic, as is currently the case, various activities are limited not only in office activities but also teaching and learning activities are also limited, so that education which is usually carried out face-to-face or offline must be carried out using the distance education method or called online. This study uses qualitative methods and data analysis in this study will use a qualitative verification which is carried out in three steps, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The data reduction process includes the selection process, focusing on data simplification, abstraction and transformation of rough data obtained in the field. The objects in this research are educators, parents, students at RA Al Jauhariyyah Kajen. The results of this study are the role of educators in the implementation of distance/online learning is not only preparing material for students, but also being communicators who play an active role in guarding parents in accompanying children during the online learning process. Online learning plans have been designed in such a way and involve parents in determining competencies/indicators during online learning, designing children's activities, materials and children's learning resources prepared by the institution to make it easier for parents to accompany children during online learning. Keywords: Online learning, early childhood, covid-19
Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di RA Hidayatut Tholibin Desa Purwokerto Tayu Kabupaten Pati Sumiyati Sumiyati; Supatmi Supatmi
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi membuat budaya asing bebas masuk dan mulai mengikis eksistensi budaya lokal yang sarat akan filosofi dan makna. Bisa dilihat dari beberapa hal diantaranya ialah adanya perubahan gaya hidup, munculnya fenomena bahwa anak-anak dan orang tua saat ini kurang mengetahui sejarah dan berbagai peristiwa-peristiwa masa lampau yang penting dan bermakna, lunturnya sikap saling menghormati, tepo seliro, gotong royong, dan suka bermusyawarah. Kebudayaan bangsa merupakan dasar perkembangan identitas suatu bangsa, sehingga perlu adanya pembinaan dan pengenalan budaya bangsa kepada generasi muda, mulai dari anak usia dini. Agar eksistensi budaya, khususnya budaya lokal tetap kokoh, maka diperlukan upaya pelestarian budaya lokal dengan pembinaan dan pengenalan budaya bangsa kepada generasi muda melalui pendidikan termasuk melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini dilakukan di Raudhatul Athfal (RA) Hidayatut Tholibin Desa Purwokerto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati yang sudah melaksanakan pembelajaran berbasis budaya lokal yang diintegrasikan dalam tema pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mana aktivitas dalam melakukan analisis data kualitatif ini dilakukan secara interaktif yang berlangsung secara terus-menerus hingga tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian ini adalah implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal pada anak usia dini di RA Hidayatut Tholibin dilaksanakan melalui tahapan identifikasi budaya lokal, merancang program pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung implementasi pembelajaran berbasisi budaya lokal antara lain adalah managemen sekola yang berjalan dengan baik, terdapat media pembelajaran yang mencukupi dan relevan dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, adanya dukungan dan keterlibatan orang tua, danya dukungan dan keterlibatan instansi terkait. Faktor penghambatnya ialah perkembangan sosial emosional peserta didik yang beragam
PENDIDIKAN ISLAM PADA ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ABDULLAH NASHIH ULWAN : (Tela’ah atas Kitab Tarbiyah Al-Aulād Fī Al-Islām) Sumiyati Sumiyati; Shofiyati Shofiyati
Atthufulah : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2021): Atthufulah - April
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.78 KB) | DOI: 10.35316/atthufulah.v1i2.1386

Abstract

This study discusses about early childhood Islamic education according to Abdullah Nashih Ulwan in the book Tarbiyah Al-Aulād Fī Al-Islām which is motivated by the problems of parenting teachers and parents in educating early childhood. The results of this study are expected to contribute thoughts and ideas to increase knowledge about Islamic education in early childhood from various leading experts who focus on early childhood education. This research is aresearch method Critical Discourse Analysis (CDA)that uses a discourse analysis approach and texts from the Norman Fairclough model, which is an approach that try to explain and reflect carefully on Abdullah Nashih Ulwan's thoughts on the method of Islamic education in early childhood in the book Tarbiyah Al-Aulād. Fī Al-Islam. The results of this study show: first, the methods of early childhood education according to Abdullah Nashih Ulwan are: Educating by example, educating with habits, educating with advice, educating with attention, and educating with punishment. Second, early childhood education according to Abdullah Nashih Ulwan is: faith education, moral education, physical education, intellectual education, mental education, social education, and sex education.