Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERANAN WANITA PEDAGANG SAYUR DI PASAR INDUK LAU CIH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Juliana br Simbolon; Roida E. Sinaga; Robert Sinaga
JURNAL REGIONOMIC Vol 2, No 1 (2020): VOL 2 NO 1
Publisher : JURNAL REGIONOMIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determinate the role of a woman who sells vegetables in Induk Lau Cih market in improving family income. The research method used is qualitative in which this research intends to describe and interpreta condition. Among the research that was obtained were research results, long time the women who sell vegetables work in the market in a day, the age of a woman who sells vegetables in Induk market, family load of a woman who sells vegetables in Induk market, the daily wage of a vegetable trade in Induk market, income of husband of a woman who sells vegetables in Induk market and recent education of a woman who sells vegetables in Induk market. Based on the result of studies as described, Researchers came to the conclusiom that husband’s income is so low that it requires work.
OKUPASI HENDERSONIA KE DALAM AKAR TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) UNTUK MENCEGAH PENYAKIT GANODERMA (Ganoderma boniense) Donatus Dahang; Robert Sinaga; Kiki Pagar Sinalsal Mangatasi Munthe; Lyndon Parulian Nainggolan
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 2 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i2.935

Abstract

Penelitian okupasi Hendersonia kepala sawit di pembibitan dan pasca-penanaman telah dilakukan di PTPN III Kebun Pulau Mandi dan Kebun Tanah Raja, Maret 2018-Januari 2020. Umur bibit 3 bulan digunakan GanoEF 50 gr/ pokok, umur bibit 6 bulan GanoEF 50 gr/ pokok, dan umur bibit 9 bulan GanoEF 50 gr/ pokok. Untuk tanaman di lapangan, Kontrol/ perlakuan I: kontrol, Perlakuan II: Bibit yang tidak menggunakan GanoEF saat pembibitan dan diberikan GanoEF sebanyak 500 gr di lubang tanam saat penananaman, Perlakuan III: Bibit yang telah diberikan 100 gr GanoEF saat dipembibitan dan diberikan GanoEF sebanyak 500 gr di lubang tanamsaat penanaman, dan Perlakuan IV: Bibit yang telah diberikan 150 gr GanoEF saat dipembibitan dan diberikan GanoEF sebanyak 500 gr di lubang tanam saat penanaman. Data dianalisis secara deskriptif yaitu dengan menghitung persentase jumlah potongan akar ditemukannya Hendersonia berbanding seluruh potongan akar yang diamati dikali 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan, rata-rata okupasi Hendersonia di pembibitan setelah dua kali aplikasi (100 gr/ bibit) sebesar 36,7% dan setelah tiga kali aplikasi (150 gr/ bibit) adalah 70%. Hasil percobaan terhadap tanaman yang sama setelah tiga bulan ditanam di lapangan ditemukan adanya okupasi Hendersonia sebesar 57,32% untuk tanaman yang diberikan Hendesonia di lubang tanam (perlakuan II), 68% Hendersonia pada perlakuan III, dan 74,76% Hendersonia ditemukan pada perlakuan IV. Setelah tanaman berumur satu tahun di lapangan dilakukan pemeriksaan kembali kandungan Hendersonia di dalam akar dan ditemukan, terdapat 0% pada perlakuan I, 69,28% pada perlakuan II, 73,32%  perlakuan III, dan 77,3% pada perlakuan IV
Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Aren di Desa Buluh Awar Kecamatan Sibolangit Ruth Dameria Haloho; Lyndon Parulian Nainggolan; Robert Sinaga; Adli Putra Ermanda
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 36 (2022): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hasil pertanian yang dapat dipergunakan dalam industri pengolahan adalah dari tanaman Aren. Nira yang diperoleh dari tanaman aren tersebut dapat diolah menjadi Gula Aren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal yang mempengaruhi strategi pengembangan agroindustri gula aren dan menganalisis faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi strategi pengembangan agroindustri gula aren. Jumlah responden sebanyak 30 orang petani aren. Analisa data dengan menggunakan analisis SWOT.Hasil dari penelitian adalah Desa Buluh Awar memiliki kekuatan dan peluang. Kekuatan yang dimiliki adalah sumber daya alam, akses transportasi, lahan dan SDM. Peluang yang dimiliki adalah prospek pasar sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang di miliki. Strategi pengembangan yang sesuai dengan posisi agroindustri gula aren di Desa Buluh Awar adalah strategi S-O. Pengembangan agroindustri berada pada posisi “sedang”, melalui beberapa strategi yang dapat di implementasikan yaitu: Strategi SO, memanfaatkan pohon aren yang ada untuk menarik investor sehingga menjadi sentra produksi yang semakin berkembang. Dan memanfaatkan dukungan pemerintah untuk perkembangan agroindustri gula aren di Desa Buluh Awar. Strategi WO, meningkatkan kerjasama antar pengrajin dalam perkembangan agroindustri gula aren. Dan meningkatnya industri makanan berbahan baku gula aren serta memaksimalkan promosi untuk menarik komsumen. Strategi ST, menjaga pohon aren untuk generasi pengrajin dalam berkembangnya industri gula aren di sekitarnya. Dan SDM (pengrajin) harus bisa trampil dalam membuat atau mencetak gula aren. Strategi WT, memperbaiki rantai pemasaran.  Posisi strategi pengembangan agroindustri gula aren di daerah penelitian berada pada kuadran I (pertama) pertumbuhan yang agresif.
KOMPARASI KOMPOSTER AEROB DAN ANAEROB SEDERHANA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK Robert Sinaga; Julieta Manurung; Rico Taruna Siregar
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i1.1039

Abstract

The next step after designing the composter is to test the performance of the composter. It is very important to observe the composting process find out the optimum type of composter to use both in the rate of composting and the compost produced. The aims of this research was to compare aerobic and anaerobic composters on composting rates and the compost. The method used was quasi-experimental by comparing the performance of the composter both in terms of composting speed, temperature, humidity, degree of acidity, color and smell of the compost. The results showed that anaerobic composting had a better rate (12 days) than the aerobic method (25 days). The composting process using an aerobic composter required a slightly higher temperature (36oC) than an anaerobic composter (32.5oC). The composting process using an aerobic composter has an average humidity value of 60.75 while that of an anaerobic composter is 68.54. Anaerobic composter showed almost the same value as the aerobic method for the degree of acidity. In terms of odor and color measurements, anaerobic composters produced a more pungent odor and a blackish brown color.
SOSIALISASI “PEMBUATAN PESTISIDA NABATI” KEPADA WARGA DESA PERUMNAS SIMALINGKAR KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG Julieta Christy; Robert Sinaga; Donatus Dahang; Daniel Maruli Tua Gultom
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v4i2.895

Abstract

Pestisida nabati yang dibuat dari daun papaya memiliki karakteristik yang mudah terurai di lingkungan, umumnya cukup aman terhadap makhluk bukan sasaran termasuk musuh alami hama dapat dipadukan dengan komponen lain PHT, tidak cepat menimbulkan resistensi, komponen ekstrak bisa bersifat sinergis, dan beberapa jenis dapat disiapkan sendiri oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra yaitu Ibu ibu PKK Desa Perumnas Simalingkar agar dapat memanfaatkan pestisida nabati dalam mengendalikan hama tanaman di pekarangannya. Hal ini karena pestisida nabati memiliki kelebihan lebih aman untuk lingkungan dan dapat dibuat dari tumbuhan di sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dengan diikuti 56 orang masyarakat Desa Perumnas Simalingkar, 10 orang dosen dari Universitas Quality, 1 orang dosen dari Universitas Quality berastagi, dan 5 orang mahasiswa dari Universitas Quality. Ibu-ibu PKK Desa Perumnas Simalingka merupakan bagian dari masyarakat sangat antusias dalam mendengarkan pemaparan dari tim pengabdian ditambah dengan adanya kegiatan penyuluhan “Pembuatan Pestisida Nabati”.