Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi Ratna Indriawati; Sherly Usman
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.51 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.59-63

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan sebesar 24%. Hal ini berarti bahwa masih ada 76,0% kasus hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosis. Tingginya angka insidensi hipertensi di propinsi DIY tersebut turut mempengaruhi insidensi penyakit ini di kabupaten Bantul. Pola makan yang tidak sehat dan kurang terjaga, perilaku merokok, stress psikososial karena faktor ekonomi, dan minimnya sarana & prasarana kesehatan merupakan faktor pemicu tingginya insidensi penyakit hipertensi di wilayah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan faktor risiko, menanggulangi penyakit hipertensi dan komplikasi hipertensi serta pelatihan kader kesehatan terkait penyakit hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: melakukan pemeriksaan kesehatan dan faktor risiko hipertensi (berat badan, tinggi badan, dan body mass index/BMI) untuk skrining hipertensi, promosi kesehatan berupa penyuluhan hipertensi, pelatihan pengukuran tekanan darah yang baik dan benar, dan pembuatan dan pembagian leaflet hipertensi. Sebanyak 105 orang yang diperiksa tekanan darahnya, didapatkan 31 orang menderita hipertensi. Rentang umur kurang dari 40 tahun didapatkan 8 orang penderita hipertensi. Sedangkan kelompok umur 45-55 tahun juga didapatkan 8 orang dengan hipertensi. Terdapat 15 orang dengan hipertensi pada kelompok usia lebih dari 75 tahun.Kata kunci: hipertensi, faktor risiko, tekanan darah, berat badanAbstractHypertension is still the important health problem. The prevalence of national hypertension in the Special Region of Yogyakarta (DIY) was 35.8% with the proportion of cases of hypertension diagnosed by health personnel at 24%. This means that there are still 76.0% cases of hypertension in the community that have not been diagnosed. The high incidence of hypertension in the province of DIY also affects the incidence of this disease in the Bantul district. Unhealthy and poorly maintained eating patterns, smoking behavior, psychosocial stress due to economic factors, and the lack of health facilities & infrastructure are factors that trigger the high incidence of hypertension in this region. This community service aims to provide additional knowledge of risk factors, overcome hypertension and complications of hypertension and health cadres training related to hypertension. These community service activities included: conducting health checks and risk factors for hypertension (body weight, height, and body mass index/BMI) for hypertension screening, health promotion in the form of hypertension counseling, excellent and correct blood pressure measurement training, and making hypertension leaflets. A total of 105 people who were tested for blood pressure were 31 people suffering from hypertension. The age range of fewer than 40 years found eight people with hypertension. Whereas the age group of 45-55 years also found eight people with hypertension. There are 15 people with hypertension in the age group over 75 years.
Promosi Kesehatan Hipertensi, Waspadai The Silent Killer Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1099

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Tingginya angka insidensi hipertensi di propinsi DIY tersebut turut mempengaruhi insidensi penyakit ini di kabupaten Bantul. Pola makan yang tidak sehat dan kurang terjaga, perilaku merokok, stress psikososial karena faktor ekonomi, dan minimnya sarana & prasarana kesehatan merupakan faktor pemicu tingginya insidensi penyakit hipertensi di wilayah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan faktor risiko, menanggulangi penyakit hipertensi dan komplikasi hipertensi serta pelatihan kader kesehatan terkait penyakit hipertensi. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah promosi kesehatan berupa penyuluhan hipertensi dan pelatihan pengukuran tekanan darah yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian diikuti oleh kader kesehatan sasaran program pengabdian sebanyak 17 orang. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian
Promosi Kesehatan Kerja Pengrajin Kipas Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1103

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja, dampak kerja terhadap kesehatan serta pencegahannya. Disamping itu juga untuk menambah wawasan para pekerja mengenai pentingnya penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja serta menciptakan kondisi tempat kerja yang aman dan nyaman bagi para pekerja. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin kipas di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan kerja pengrajin kipas. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya tambahan pengetahuan pekerja kipas terkait kesehatan kerja. Promosi kesehatan kerja masih diperlukan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja
Promosi Kesehatan Kerja Gizi Ratna Indriawati; Bambang Edi Suswanta; Ghina Puspita; Tunjung Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1107

Abstract

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Masalah gizi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Pengetahuan gizi sehat dan permasalahan gizi perlu mendapat perhatian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan gizi, gangguan gizi dan akibatnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode promosi kesehatan berupa edukasi gizi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh orang tua dan remaja sasaran program pengabdian. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian
Bibliometric Analysis of the Impact of Work-Life Balance on Mental Health in the Workplace Yossy Dwi Erliana; Ivon Arisanti; Aldiana Astuti; Ratna Indriawati; Alifah Wilanda
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 08 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i08.1213

Abstract

This bibliometric study investigates the academic landscape surrounding work-life balance, exploring the interrelations between work-life balance and its impacts on mental health, job satisfaction, and organizational performance. Utilizing data from major academic databases from 2000 to 2023 and employing VOSviewer for network analysis, the study maps the evolution of research themes, with a special focus on changes influenced by the COVID-19 pandemic. The findings highlight the increased emphasis on mental health issues, flexibility in work arrangements, and the critical role of workplace support. The study also identifies central researchers and thematic clusters, illustrating the dynamic interplay between work-life balance strategies and employee well-being. These insights provide a valuable foundation for developing more effective policies and interventions aimed at enhancing work-life harmony.
Neuroeducation in Early Childhood Education: A Neuroscience Approach to Optimizing Cognitive Development in Young Children Mu'tasim Fikri; Ratna Indriawati
Journal of Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): MARCH - JOG
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/k06r6p80

Abstract

Early childhood represents a critical period of brain development characterized by high neuroplasticity, during which neural connections rapidly form and are highly responsive to environmental stimulation. Neuroscience research emphasizes that appropriate learning experiences during this “golden period” can significantly influence children’s cognitive, emotional, and social development. However, many early childhood education practices still lag behind advances in neuroscience, creating a gap between scientific knowledge about how the brain learns and classroom practices. This study aims to analyze how neuroeducation, as an interdisciplinary approach integrating neuroscience and education, can optimize cognitive development in early childhood education. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review of accredited scientific journal articles related to neuroscience, neuroeducation, and early childhood learning. Data were collected from relevant academic publications and analyzed using qualitative content analysis and conceptual synthesis techniques. The findings indicate that neuroeducation-based learning strategies such as play-based learning, music activities, socio-emotional learning, and early numeracy stimulation contribute significantly to strengthening neural connectivity and improving children’s executive functions and cognitive abilities. However, the implementation of neuroscience-informed practices remains limited due to insufficient teacher training and the persistence of traditional pedagogical approaches. The study concludes that integrating neuroeducation principles into teacher preparation and curriculum design is essential to effectively utilize the sensitive period of early brain development and support optimal cognitive development in young children.
EDUKASI KESEHATAN HIPERTENSI DAN PERILAKU PENCEGAHAN HIPERTENSI Ratna Indriawati; Fahmi Abdul Haq; Shiko Indrawan Mahardani
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.698

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi. Hipertensi tidak hanya diderita orang tua. Remaja yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat mempunyai risiko lebih besar mengalami penyakit hipertensi dibandingkan dengan gaya hidupnya sehat. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan bersifat menetap sehingga lama kelamaan akan menjadi kebiasaan dan gaya hidup seseorang. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang adalah dengan edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan tentang hipertensi terhadap perilaku pencegahan hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Subjek penelitian adalah remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku pencegahan hipertensi yang diberikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Analisis data penelitian menggunakan uji beda, yaitu Wilcoxon test dan Mann-Whitney test. Hasil penelitian pada kelompok intervensi mengalami perubahan perilaku pencegahan hipertensi dari kurang baik menjadi baik lebih banyak daripada kelompok kontrol dengan selisih 6 siswa. Hasil uji Wilcoxon test dan Mann- Whitney test mendapatkan hasil p>0,05. Edukasi kesehatan hipertensi meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi meskipun tidak bermakna secara statistik.