Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GRAMMAR TRANSLATION METHOD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS V SMP YABES MEDAN Dwi Suci Amaniarsih; Nafisah Nafisah
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Inggris merupakan bahsa asing pertama yang diwajibkan diajarkan di SLTP dan SMU. Sedangkan di sekolah dasar merupakan salah satu pelajaran muatan lokal yang sebenarnya belum merupakan mata pelajaran wajib seperti yang dijelaskan pada kurikulum pendidikan 2013. Bahasa Inggris kini telah bahasa internasional yang digunakan hampir disegala bidang kehidupan global dan menghubungkan untuk mentransfer ilmu ke seluruh dunia. Pembelajaran bahasa inggris dianggap menjdai suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Meskipun Indonesia menempati peringkat menengah, peluang persaingan dengan negara lain masih jauh untuk ditempuh. Hal ini perlu menjadi rambu-rambu bagi pihak guru untuk memperbaiki kualitas mengajar dan bagi pihak siswa untuk terus belajar. Kesulitan siswa dalam memahami bahasa Inggris mengakibatkan motivasi belajar siswa menurun. Salah satu aspek yang menjadi momok sebagian besar pembelajar bahasa adalah tata bahasa (Grammar). Padahal grammar menjadi sebuah tujuan yang perlu dicapai oleh pembelajar bahasa untuk menjadi seorang penutur dan penulis yang baik (DeCapua, 2008). Grammar merupakan aturanaturan terstruktur sebuah bahasa dalam menyusun kalimat, frasa, bahkan kata. Guru perlu memilih metode khusus untuk mengajarkan siswa tentang tata bahasa karena materi tersebut cenderung menggunakan rumus yang perlu dihafal dan sering diajarkan berulang kali. Salah satu metode yang sesuai untuk mengajar grammar adalah Grammar - Translation Method. Khalayak sasaran yang dipilih adalah siswa Madrasah Aliyah Swasta Madinnatussalam Tembung. Tempat yang dipilih adalah ruangan kelas X Madrasah Aliyah Swasta Madinnatussalam Tembung. Berdasarkan wawancara, tanya jawab dan pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung, kegiatan pengabdian ini memberikan hasil berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman siswa dalam meningkatkan kemampuan tata bahasa inggris serta meningkatnya kemampuan siswa dalam menterjemahkan bahasa ibu ke bahasa taget atau sebaliknya, misalnya bahasa indonesia ke bahasa inggris atau bahasa inggris ke bahasa indonesia.
TIPS MENGUASAI 4 KETERAMPILAN DALAM BAHASA INGGRIS Dwi Suci Amaniarsih; Lala Din Arsita
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan Bahasa Inggris telah menjadi keahlian penting yang perlu dikuasai oleh para siswa di sekolah guna menghadapi persaingan dalam menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi maupun dalam dunia kerja. Penguasaan Bahasa Inggris pada dasarnya harus dilakukan dengan menyeimbangkan empat aspek bahasa, yaitu keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca (reading skill) dan keterampilan menulis (writing skill). Keterampilan menyimak (listening skill) merupakan aspek dasar bahasa yang bersifat reseptif dan bisa diperoleh bahkan secara primitif. Seperti halnya anak-anak yang belajar bahasa Inggris dengan mendengarkan dan menyimak perkataan orang tua atau orang-orang yang ada di lingkungannya.Keterampilan berbicara (speaking skill) merupakan ragam bahasa lisan yang sifatnya produktif, hasil dari proses menyimak (baik secara auditori atau literasi). Kemampuan berbicara biasanya dipadankan dengan kemampuan melafalkan.Keterampilan membaca (reading skill) merupakan keterampilan yang bersifat aktif yang dapat dikembangkan secara terpisah dari keterampilan menyimak dan berbicara, karena keterampilan literasi ini membutuhkan keterampilan mikro yang lebih kompleks.Keterampilan menulis (writing skill) adalah ragam kecakapan bahasa tulisan yang bersifat produktif. Keterampilan ini merupakan aspek yang paling rumit karena prosesnya bukan sekadar menyalin kata-kata, namun menuangkan pokok pikiran dan merangkaikannya ke dalam kalimat-kalimat dengan struktur dan kaidah penulisan tertentu.Universitas Potensi Utama melalui Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat turut bertanggungjawab dalam mengembangkan dan menyebarluaskaan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi era globalisasi yang telah berlangsung beberapa tahun belakangan ini.
Aktualisasi Butir Pancasila Ditengah Masyarakat Indonesia Dalam Pandemi: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Erni Darmayanti; Juliana; Dwi Suci Amaniarsih
Lex Justitia Vol 4 No 2 (2022): LEX JUSTITIA VOL. 4 NO.2 JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.4.2.2022.150-161

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan ketakutan baru bagi seluruh masyarakat di Indonesia, sehingga masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan cepat dan menjauhi sikap egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Pada masa pandemi Covid 19, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan ideologi kebangsaan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan ataupun ancaman tentang pandemi Covid-19 dan ideologi Pancasila diharapkan mampu menghadapi dan mengarasi ancaman pandemi Covid 19 khususnya nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila. Penelitian ini lebih memfokuskan pada landasan teori. Teknik penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat berbagai bentuk tulisan, jurnal dan buku-buku nasional. Makna butir-butir Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana Rakyat Indonesia mempunyai kepercayaan masing-masing dan agama yang berbeda-beda. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berarti bahwa manusia harus memiliki sifat yang adil terhadap orang lain dan manusia harus memiliki adab yang baik pula terhadap orang lain. Persatuan Indonesia, yang berarti persatuan bangsa. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, Indonesia dipimpin dengan demokrasi dalam tatanan hidup bersama. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam artian keadilan yang dicakup adalah keadilan individu dan bersama serta sosial, sedangkan keadilan sosial bersama memiliki makna yakni untuk mencapai sesuatu yang sudah disepakati bersama agara nantinya tidak ada perpecahan atau kesalahpahaman satu dengan yang lainnya dalam mumutuskan tujuan. Covid-19 saat ini memiliki dampak yang sangat luar biasa, namun pandemi Covid-19 ini membawa dampak positif pada peningkatan pemahaman dan penerapan butir-butir Pancasila, yaitu maraknya gotong royong, memberikan bantuan sosial berupa makanan dan kebutuhan kepada yang membutuhkan. Kearifan lokal yang di punya bangsa Indonesia ini merupakan dasar penguatan Pancasila.
PEMANFAATAN VIDEO DIGITAL STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS SISWA SMP BINA SATRIA MEDAN Juliana Juliana; Enni Maisaroh; Dwi Suci Amaniarsih; Fiore Arayu Hutagalung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4331-4340

Abstract

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris sangat penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Buku pelajaran bahasa Inggris di sekolah rata-rata menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Dalam pembelajaran agar komunikasi berjalan secara efektif, guru dan siswa sebaiknya saling memahami pesan yang disampaikan agar komunikasi dalam proses belajar mengajar berjalan dengan baik, tanpa ada salah paham diantara guru dan siswa. Selain itu, siswa tidak memperoleh umpan balik yang memadai dalam kegiatan pembelajaran berbicara bahasa Inggris. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran guna mendukung kegiatan berbicara bahasa Inggris dengan memanfaatkan teknologi informasi.  Media pengajaran yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah media video digital storytelling berupa fitur dan penggunaan media video digital storytelling dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Sasaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah para siswa kelas IX SMP Bina Satria Medan. Jumlah partisipan dalam kegiatan pengabdian ini 25 siswa SMP Bina Satria Medan. Metode pelaksanaknaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan metode ceramaha, presentasi dan participasi siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dan partisipasi siswa dalam kegiatan berkomunikasi mengguankan Bahasa Inggris.
Improving Students’ Reading Skill through Webtoon Application: A Classroom Action Research at SMP Nurul Hasaniah Percut Sei Tuan Dwi Suci Amaniarsih; Berlin Sibarani
EXCELLENCE: Journal of English and English Education Vol 5 No 2 (2025): EXCELLENCE
Publisher : English Education Study Program FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/ejeee.v5i2.1292

Abstract

This study aims to improve the reading comprehension skills of seventh-grade students at SMP Nurul Hasaniah, Percut Sei Tuan by using the Webtoon application as a learning medium. The study employed Classroom Action Research (CAR) following the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, acting, observing, and reflecting stages across two cycles. The research instruments included reading comprehension tests, observation sheets, field notes, documentation, and brief interviews. The findings revealed a significant improvement in students’ reading comprehension. The average score increased from 56.8 in the pre-cycle to 71.2 in Cycle I, and to 83.4 in Cycle II. The percentage of students achieving the Minimum Mastery Criterion (≥ 70) rose from 24% to 68% in Cycle I, and reached 92% in Cycle II. The use of Webtoon also enhanced students’ motivation, engagement, and enthusiasm during reading activities. Its multimodal features—visuals, dialogues, and narrative structure—effectively supported students’ understanding of context, vocabulary, and storyline. Therefore, Webtoon can be considered an effective alternative digital learning medium for improving junior high school students’ reading comprehension.
Male and Female Information Systems Students' Communication Styles in Academic Discussions: A Sociolinguistic Study at Batuta University Medan Dwi Suci Amaniarsih
EXCELLENCE: Journal of English and English Education Vol 6 No 1 (2026): EXCELLENCE (In Press)
Publisher : English Education Study Program FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/ejeee.v6i1.1431

Abstract

Communication styles play a significant role in shaping students' participation and interaction during academic discussions. Gender has been identified as one of the social factors that may influence communication behaviors in educational settings. This study aimed to investigate the communication styles of male and female students during academic discussions in the Information Management Study Program at Batuta University Medan. The study employed a qualitative descriptive case study design involving 30 students, consisting of 15 male students and 15 female students. Data were collected through classroom observations, audio-recorded discussions, and semi-structured interviews. The data were analyzed using thematic analysis to identify communication patterns and interactional features. The findings revealed that male students tended to employ more direct, assertive, and competitive communication styles, as reflected in their higher frequency of initiating discussion topics, presenting arguments, and interrupting conversations. Female students, on the other hand, demonstrated more collaborative and supportive communication styles through the use of clarification questions, supportive feedback, and cooperative interaction strategies. Despite these differences, both groups actively participated in academic discussions and contributed valuable ideas. The study concludes that communication styles are influenced not only by gender but also by educational context and classroom culture. The findings contribute to sociolinguistic research on gender and communication and provide pedagogical implications for promoting inclusive and effective classroom interaction in higher education.
Penguatan Edukasi dan Penanganan Kekerasan Seksual Era Digital di SMA Negeri 1 Dolok Silau Edi Kristianta Tarigan; Ern Darmayanti; Dwi Suci Amaniarsih; Erwin Ginting; Muhammad Khadafi
Publikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): PUBLIDIMAS Vol. 5 No. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/publidimas.5.2.2025.11-18

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus tantangan serius bagi remaja, termasuk meningkatnya risiko kekerasan seksual yang terjadi baik secara langsung maupun melalui platform digital. Penelitian atau program ini bertujuan untuk memperkuat edukasi serta meningkatkan kemampuan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di SMA Negeri 1 Dolok Silau. Kegiatan dilakukan melalui pemberian sosialisasi, pelatihan literasi digital, pengenalan bentuk-bentuk kekerasan seksual daring dan luring, serta penguatan mekanisme pelaporan yang aman dan responsif. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, dan pendampingan edukatif kepada siswa, guru, serta pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap risiko dan bentuk kekerasan seksual di era digital, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelaporan dan dukungan psikososial. Selain itu, sekolah memperoleh pedoman penanganan awal yang dapat digunakan dalam kasus kekerasan seksual. Dengan demikian, penguatan edukasi dan sistem penanganan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.