Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN TOEIC DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALITAS BERBAHASA INGGRIS GURU Juliana Juliana; Dwi Suci Amaniarsih; Erni Darmayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.302 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5070

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan komunikasi berbahasa Inggris para pendidik melalui pelatihan tes berbahasa Inggris TOEIC sebagai upaya pengembangan kompetensi dan profesionalitas guru. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan berupa penyampaian materi, diskusi dan simulasi tes TOEIC meliputi kemampuan menyimak dan membaca. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru SMA Harapan 3, Deli Serdang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kompetensi guru terhadap tes TOEIC. Hal ini dapat dilihat dari angket dan nilai tes TOEIC guru setelah diajarkan dan dilatih dalam kegiatan. Hasil angket menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru terhadap tes TOEIC dengan persentase memperoleh 95%. Dan peningkatan kompetensi berbahasa Inggris guru dari hasil nilai simulasi tes TOEIC, setelah kegiatan dilaksanakan menunjukkan bahwa kemampuan menyimak guru memperoleh skor 395 dengan 72 soal jawaban benar dan kemampuan membaca memperoleh skor 390 dengan 80 soal jawaban benar.Abstract:  The aim of community service is to improve communication skills of English educators through TOEIC English test as an effort to develop the competence and professionalism of teachers.   The implementation method of this activity is carried out by providing a training in the form of material teaching, discussion and TOEIC simulation test including listening and reading skills. This activity was attended by 20 teachers of Harapan 3 High School, Deli Serdang. The results of the activity showed that there was an improvement in the competence and skill of teachers to the TOEIC test. This can be seen from the questionnaires and TOEIC test scores of teachers after being taught and trained in the activity. The results of the questionnaire showed an improvement in teachers’ knowledge and competence to the TOEIC test with a percentage average of 95%. And the results of the TOEIC simulation test, after held the activity showed the teachers’ listening skills got 395 score with a total of 72 correct answers and listening skills got 390 with a total of 80 correct answers.
Analisis Hukum Penggunaan Tenaga Kerja Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kota Medan Fani Budi Kartika; Erni Darmayanti
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH PENEGAKAN HUKUM JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v8i1.4162

Abstract

In line with the movement and development of globalization which encourages the movement of capital flows to all corners of the world, then there is also a fairly large movement of population or labor between countries. This is a factor that the owners of capital certainly need skilled workers who can manage their investment in the destination country. This study aims to analyze and provide the basic concept of implementing the protection of the Manpower Act Number 13 of 2003 for foreign workers in Medan City and to analyze whether the use of foreign workers in Medan City has an effect on economic growth or on the contrary has an impact on economic decline and reduced employment opportunities for local workers in Medan City. This research uses normative and doctrinal research, which is a descriptive qualitative research. The results of this study are that in Law No. 13 of 2003 concerning Manpower, the regulation on the use of foreign workers is contained in Chapter VIII, Article 42 to Article 49. And there is an effect of the use of foreign workers in Medan on the increase in the economy of Medan City
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILL AT GRADE X AT SMA NURUL HASANAH TEMBUNG THROUGH COMMUNITY LANGUAGE LEARNING METHOD Dwi Suci Amaniarsih; Juliana Juliana; Erni Darmayanti
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v16i3.2225

Abstract

ABSTRACT - This study aims to determine the application of the Community Language Learning method in improving students' speaking skills in English. The research was conducted on students of grade X SMA Nurul Hasanah Tembung. Based on the percentage of completeness of student learning outcomes, it can be seen that at the stage of the first cycle, the mastery of student learning outcomes was obtained by 65% and in the second cycle, the mastery of students’ learning outcomes increased to 74%. While the average value of the two cycles shows that there are 23 students (74%) who experience completeness, while as many as 8 students (26%) do not experience completeness in the students' English speaking skills using the Community Language Learning method. Thus, it can be stated that this research is successful and it is proven that the use of the Community Language Learning method can improve students' English speaking skills. where 70% of the total number of students can follow the learning process well and have achieved an average score of 70.Keywords: Speaking Skills, English, Community Language Learning Method
PERANAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN JALANAN (BEGAL) DI DESA KLUMPANG DELI SERDANG Fitri Yani; Fani Budi Kartika; Erni Darmayanti; Muhammad Ihsan; Edi Kristianta Tarigan; Tonna Balya
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i3.3490

Abstract

Peranan kepolisian dalam memberikan kenyamanan dan keamanan sampai saat ini perlu ditingkatkan guna memberikan rasa aman, nyaman dan ketertiban masyarakat dari permasalahan- permasalahan hukum yang ada ditengah masyarakat mulai dari pelanggaran-pelanggaran hingga tindak pidana kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti yang sedang terjadi dan meresahkan masyarakat kota medan hingga ke daerah kecamatan dan kabupaten, yakni kejahatan jalanan atau lebih dikenal dengan kejahatan “begal”, yakni beberapa kelompok remaja yang mengendarai sepeda motor beraktifitas dimalam hari dan membawa sjam atau senjata tajam dengan tujuan merampok barang berharga masyarakat dan bahkan melakukan tindakan pembacokkan dan pembunuhan. Tak sedikit aktifitas kelompok remaja ini yang menimbulkan korban jiwa baik didaerah perkampungan hingga daerah perkotaan di kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peranan kepolisian Dalam hal mengambil tindakan pencegahan dan perubahan untuk penanggulangan kejahatan jalanan atau begal di kota Medan agar dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada masyarakat dan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan kepolisian Dalam tindaklanjut yang akan di ambil oleh kepolisian guna menanggulangi kejahatan jalanan ini yang kerap terjadi di kota medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip dengan pendekatan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara dengan pihak kepolisian Dalam hal ini mewakili kanit reserse polsek kota medan, hasil penelitian ini membuktikan Bahwa pihak kepolisian kota medan tengah Dalam penanggulangan kejahatan jalanan atau begal ini dengan melakukan yang namanya penanganan preventif, premtif, refresif.
PERANAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN JALANAN (BEGAL) DI DESA KLUMPANG DELI SERDANG Fitri Yani; Fani Budi Kartika; Erni Darmayanti; Muhammad Ihsan; Edi Kristianta Tarigan; Tonna Balya
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i3.3490

Abstract

Peranan kepolisian dalam memberikan kenyamanan dan keamanan sampai saat ini perlu ditingkatkan guna memberikan rasa aman, nyaman dan ketertiban masyarakat dari permasalahan- permasalahan hukum yang ada ditengah masyarakat mulai dari pelanggaran-pelanggaran hingga tindak pidana kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti yang sedang terjadi dan meresahkan masyarakat kota medan hingga ke daerah kecamatan dan kabupaten, yakni kejahatan jalanan atau lebih dikenal dengan kejahatan “begal”, yakni beberapa kelompok remaja yang mengendarai sepeda motor beraktifitas dimalam hari dan membawa sjam atau senjata tajam dengan tujuan merampok barang berharga masyarakat dan bahkan melakukan tindakan pembacokkan dan pembunuhan. Tak sedikit aktifitas kelompok remaja ini yang menimbulkan korban jiwa baik didaerah perkampungan hingga daerah perkotaan di kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peranan kepolisian Dalam hal mengambil tindakan pencegahan dan perubahan untuk penanggulangan kejahatan jalanan atau begal di kota Medan agar dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada masyarakat dan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan kepolisian Dalam tindaklanjut yang akan di ambil oleh kepolisian guna menanggulangi kejahatan jalanan ini yang kerap terjadi di kota medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip dengan pendekatan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara dengan pihak kepolisian Dalam hal ini mewakili kanit reserse polsek kota medan, hasil penelitian ini membuktikan Bahwa pihak kepolisian kota medan tengah Dalam penanggulangan kejahatan jalanan atau begal ini dengan melakukan yang namanya penanganan preventif, premtif, refresif.
Kajian Kriminologi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Sebagai Saksi Justice Collaborator Muhammad Khadafi; Erni Darmayanti; Edi Kristianta Tarigan
Lex Justitia Vol 5 No 1 (2023): LEX JUSTITIA VOL. 5 NO.1 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.5.1.2023.22-33

Abstract

Kriminologi adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan menyelidiki gejala kejahatan seluas-luasnya dan mencari faktor-faktor seseorang melakukan kejahatan karena kejahatan itu pada dasarnya ada penyebab seseorang melakukan tindak/perbuatan tidak terpuji untuk melancarkan kejahatan tersebut. Perbedaan antara pembunuhan dan pembunuhan direncanakan yaitu kalau pelaksanaan pembunuhan yang dimaksud pasal 338 itu dilakukan seketika pada waktu timbul niat, sedang pembunuhan berencana pelaksanan itu ditangguhkan setelah niat itu timbul, untuk mengatur rencana, cara bagaimana pembunuhan itu akan dilaksanakan. Justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerjasama diartikan juga saksi yang juga sebagai pelaku suatu tindak pidana yang bersedia membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif adapun jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Prinsip utama dalam justice collaborator, bahwa predikat justice collaborator tidak bisa disematkan kepada pelaku utama. Tidak semua saksi pelaku dapat menjadi justice collaborator, hanya saksi pelaku yang bukan pelaku utama, mau mengakui dan mengembalikan hasil kejahatan secara tertulis, kooperatif dengan penegak humum, bukan buronan, dan informasi yang diungkapkan relevan. Tidak semua orang mau menjadi justice collaborator karena mereka kahawatir dengan keselamatan diri sendiri dan keluarga apabila sampai ia mengungkap suatu kasus mengingat kasus tersebut sangat terorganisir.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM DI INDONESIA Fitri Yani; Erni Darmayanti
Lex Justitia Vol 3 No 1 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.1 JANUARI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.1.2021.36-51

Abstract

Perkembangan dunia teknologi informasi dan telekomunikasi menyebabkan dunia menjadi tanpa batas baik mengenai informasi-informasi yang berkaitan dengan segi kehidupan social, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan dan banyak lagi. Hal ini terjadi menggelobal di seluruh belahan dunia manapun dan dinegara manapun seperti tanpa batas berkembangnya dan terampaikannya berbagai informasi dikarenakan pengaruh globalisasi informasi ini. Perkembangan dunia teknologi yang semakin berkembang berakibat kepada hubungan hukum di tengah-tengah masyarakat yang menimbulkan berbagai kejahatan dan kegiatan hukum lainnya yang belum ada pengaturannya dikarenakan modus yang digunakan adalah modus-modus baru kejahatan dalam dunia hukum. atas hubungan hukum tersebut dunia teknologi atau cybermaya sangat rentan terhadap penyalahgunaan hukum dengan lahirnya kejahatan-kejahatan baru maka diperlukan juga pengaturan baru yang mengaturnya atau dikenal dengan istilah politik hukum.
IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS POTENSI UTAMA Fitri Yani; Erni Darmayanti
Lex Justitia Vol 2 No 1 (2020): LEX JUSTITIA VOL. 2 NO.1 JANUARI 2020
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.2.1.2020.48-58

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila untuk mendidik mahasiswa dan mahasiswi universitas potensi utama agar membangun sikap toleransi dan menjadi warga Negara yang baik dan cerdas. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Pancasila yang dimiliki oleh mahasiswa Potensi utama medan harus di wujudkan dalam setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan setiap mata pelajaran pancasila agar menjadi warga Negara yang baik dan cerdas. Implementasi yang sesuai dan ditunjukkan sikap yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu nilai karakter yang religius, peduli sosial, kemandirian, semangat kebangsaan, demokratis, toleransi, dan disiplin. Program penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila dalam Proses Pendidikan dilakukan dengan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan belajar mengajar dan kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin dan kegiatan diluar aktivitas kampus.
TERORISME DAN TUDUHAN ISLAM SEBAGAI PELAKU UTAMA KONSTRUKSI SOSIOLOGIS Harnis Syafitri; Erni Darmayanti
Lex Justitia Vol 1 No 2 (2019): LEX JUSTITIA VOL. 1 NO.2 JULI 2019
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.1.2.2019.159-174

Abstract

Terorisme atau biasa di sebut dengan teroris adalah suatu kejahatan yang sangat menakutkan, meresahkan dan menimbulkan Trauma yang mendalam bagi korban atau masyarakat yang menyaksikan langsung. Maraknya tuduhan Islam sebagai pelaku utama dari tindakan teroris ini kini semakin menjadi jadi. Tuduhan itu tak hanya semata-mata untuk menyudutkan islam saja tetapi juga untuk memecah belah bagi sesama pemeluk agama islam. tuduhan ini juga lebih tertuju kepada mereka yang memakai niqab/cadar dan celana cingkrang. padahal jika dikaji lebih dalam terorisme tidak hanya berlatarbelakang ideology agama melainkan juga melatarbelakangi hal lain seperti etnis memisahkan diri dan ada pemahaman lain yang mendukung gerakan terorisme. Islam sendiri tak pernah membenarkan adanya gerakan terorisme Rasulullah SAW tak pernah mengajarkan ummat nya untuk membunuh ataupun melakukan kekerasan. Bahkan dalam islam membunuh adalah suatu perbuatan yang di haramkan. Banyak surah dalam Al-Qur’an yang menentang adanya suatu tindakan kekerasan ataupun pembunuhan. Dan banyaknya larangan dalam Al-Qur’an tak bisa juga merubah persepsi masyarakat yang memiliki anggapan bahwa islam adalah pelaku utamanya. Maraknya kejahatan terorisme yang terjadi serta beberapa factor pendorong adanya kejahatan ini membuat bangsa kita semakin terpecah belah. Apalagi Indonesia adalah Negara yang mengakui enam agama, antara lain : islam,protestan,katolik,hindu,budha dan konguchu. Kasus terorisme dari beberapa daerah yang merupakan pemeluk agama islam adalah pelaku utamanya sungguh membuat kaum (pemeluk agama islam lainnya) yang tak tau menau tentang kejahatan ini terpojokkan atau mendapat getahnya. Padahal jika dilihat dari logika, pelaku terorisme mungkin saja dia yang tak mengakui adanya tuhan (atheis).
Pandangan Hukum Islam Mengenai Pewarisan Pada Anak di Luar Perkawinan Devi Apriani; Erni Darmayanti; Erwin Ginting
Lex Justitia Vol 5 No 2 (2023): LEX JUSTITIA VOL. 5 NO.2 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.5.2.2023.111-123

Abstract

Perkawinan dilakukan untuk membangun kehidupan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah dan juga bertujuan memiliki keturunan. Anak merupakan generasi muda penerus dan pewaris bangsa. Ketika generasi muda dijaga, dirawat, dibimbing, dan dilindungi hak-haknya maka bangsa akan tumbuh lebih kuat, makmur dan sejahtera. Status hukum terhadap seorang anak yaitu anak sah, anak luar kawin, anak angkat. Anaki luar kawin adalah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan yang tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah dengan laki-laki yang telah membenihkan anak di rahim seorang perempuan, sehingga anak tersebut tidak mempunyai kedudukan yang sempurna di mata hukum seperti anak sah pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan menganalisis data primer dan data sekunder secara kualitatif, akan tetapi tetap teratur, konsisten, dan logis. Kedudukan anak diluar perkawinan berdasarkan kompilasi hukum islam adalah menyatakan bahwa seorang wanita, ketika hamil seorang anak, menikah dengan pria yang menghamilinya, dan anak tersebut lahir setelah menikah, maka status anak itu legal sebagai anak yang sah dan anak tersebut adalah anak dari ayah yang menikahi ibunya. Pandangan hukum islam tentang pewarisan pada anak di luar perkawinan bahwa anak sah harus menjadi penerima warisan pertama ketika mereka menerima warisan orang tua mereka. Anak yang lahir di luar nikah tidak diakui memiliki hubungan darah dengan ayahnya maka tidak ada alasan untuk mendapat waris dari ayahnya, karena anak luar nikah tersebut hanya memiliki hubungan dengan ibunya dan tidak dengan ayahnya