Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MEMBELI PERHIASAN EMAS PADA TOKO EMAS JAYA DI SAMARINDA Nurdiyana, Siti
EKONOMIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.36 KB)

Abstract

SITI NURDIYANA, 2013, Effect of Marketing Mix Decisions Against Buying Gold Jewelry In Gold Store Jaya In Samarinda The purpose of this study to determine the variables pengruh product, price, place and promotion of the consumer decision to buy gold jewelery on Gold Shops Jaya In Samarinda.Basic theory used pemsaran particular marketing mix management by using tools of analysis used multiple linear regression analysis using the F test and t test. The study population is the city of Samarinda who buy gold jewelry Gold Shop In Samarinda Jaya with a total sample of 30 respondents.Based on the analysis and discussion, conclusions of this study: R value or correlation of 0.774 indicates that the relationship between consumer decision (dependent variable) with the product, price, place and promotion (the independent variable) high. Thus the variable product, price, place and promotion can be used as predictors of consumers' decision to buy gold jewelery on Gold Shop Jaya Samarinda.The coefficient of determination (R2) indicates the value of 0.599. This figure shows that the effect of independent variables consisting of a variable product, price, place and promotion together on the dependent variable consumer's decision to buy gold jewelery on Gold Shop Jaya Samarinda by 59.9% and the remaining 49.1% are influenced by variables others are not included in this study F count was 9,337 with an error rate of 0.000> F table 3.37. These results indicate that the independent variables consisting of a variable product, price, place and promotion are jointly significant effect on the dependent variable on consumer decisions gold jewelry Gold Shop Jaya Samarinda. Thus the hypothesis that suspected product, price, place and promotion significantly influence consumers' decision to buy gold jewelery on Gold Shop Jaya Samarinda, received Regression coefficient is positive, it means the whole case to variable quality improvement of products, price, place and promotion, it will increase the consumer's decision to buy gold jewelery on Gold Jewelry Store Jaya in SamarindaVariable product has dominant influence, this is evidenced by the variable t value of 3.631 products is greater than t other variables and the standardized beta coefficient 0.466 is greater than the other variables. This means that the second hypothesis received
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang Nurdiyana, Siti; Puspasari, Heny; Melisa, Santi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2006

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2019 sebesar 205 per 1.000 KH, 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Angka anemia pada ibu hamil di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu telah meningkat sebesar 11,8% selama 5 tahun terakhir. Ibu hamil sebaiknya memiliki pengetahuan tentang segala hal yang menyangkut dengan kehamilannya. Tingkat Pendidikan ibu hamil dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan, sehingga tidak acuh terhadap informasi kesehatan khususnya tentang masalah yang terjadi saat hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang pada bulan September – November 2023. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling yaitu berjumlah 39 responden. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi – Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian anemia (p = 0,015 < α = 0,05). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia (p = 0,039 < α = 0,05). Disarankan petugas kesehatan untuk terus memberikan tablet Fe dan memantau status gizi pada ibu hamil serta memberikan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan anemia.
Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Letak Sungsang di RS Kesdam Jaya Tahun 2018 Nurdiyana, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.742 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i1.862

Abstract

Tujuan dari peneitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik Ibu Bersalin dengan Letak Sungsang di RS Kesdam Jaya tahun 2018. Deskriptif retrospektif yang dijadikan desain dalam penelitian ini. Pada penelitian ini menggambarkan tentang karakteristik Persalinan Sungsang di RS Kesdam Jaya Cijantung Jakarta Timur tahun 2018. Hasil penelitian pada 35 responden tentang karakteristik persalinan sungsang berdasarkan berat badan lahir yang paling tinggi adalah berat badan lahir normal (2500-4000 gram) sebanyak 32 responden (91%) dan yang paling rendah adalah berat badan lahir rendah (< 2500) sejumlah 1 responden (3%). Diketahui bahwa dari 35 responden mayoritas terjadinya persalinan letak sungsang adalah pada ibu bersalin dengan usia reproduksi sehat sebanyak 28 responden (80%), sedangkan terendah pada usia reproduksi tisak sehat. Ibu bersalin dengan letak sungsang di RS Kesdam Jaya, mayoritas usia reproduksi sehat. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian sumiati (2015) bahwa Usia > 35 tahun dapat menjadi faktor risiko persalinan sungsang. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan mulai terjadinya regenerasi sel-sel tubuh terutama endometrium akibat usia biologis jaringan dan adanya penyakit yang dapat menimbulkan kelainan letak. Sedangkan Persalinan sungsang yang terjadi pada usia < 20 tahun dipengaruhi oleh bentuk anatomi panggul ibu yang sempit dan kematangan organ reproduksinya. Kata kunci: Karakteristik, Ibu Hamil, Ibu Bersalin
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-24 Bulan Puspasari, Heny; Nurdiyana, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.437 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i10.4363

Abstract

Masalah gizi pada anak terutama stunting perlu ditangani dengan tepat karena berpotensi terhadap tingginya angka kematian. Kejadian balita stunting di UPTD Puskesmas Talaga tahun 2017-2018 tidak mengalami penurunan yang signifikan yaitu dari 1,85% pada tahun 2017 menjadi 1,06% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitiannya yaitu penelitian analitik dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden dengan perbandingan 45 kasus (balita pendek) : 45 kontrol (balita normal). Penelitiannya dilakukan tanggal 3 Mei - 19 Juni 2019. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita yang mengalami kejadian stunting lebih tinggi terdapat pada ibu berpengetahuan kurang (31,1%), pendapatan keluarga rendah sebanyak (71,1%), dan pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak (62,2%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (r value = 0,049 dan OR = 2,548), pendapatan keluarga (r value = 0,006 dan OR = 3,368) dan riwayat pemberian ASI eksklusif (r value = 0,020 dan OR = 2,713) dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan informasi kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif. Bagi ibu dan keluarga agar berkonsultasi kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang stunting dan cara pencegahannya.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI PMB E SAWANGAN KOTA DEPOK PERIODE JUNI - AGUSTUS 2024 Siti Nurdiyana; Yosi Yusrotul Khasanah; Heny Puspasari; Agi Yulia Ria Dini; Elis Fitriyawati
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.302

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik merupakan alat kontrasepsi berupa cairan yang disuntikan ke dalam tubuh wanita secara periodik dan mengandung hormonal, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Hasil studi pendahuluan dari 15 akseptor KB suntik 3 bulan di PMB E, didapatkan hasil bahwa 8 akseptor telah menggunakan KB suntik > 5 tahun, dan sisanya ≤ 5 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui Untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang berhubungan Dengan Lama Penggunaan Kontrasepsi suntik 3 Bulan di PMB E Sawangan Kota Depok Periode Juni - Agustus 2024. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 64 akseptor. Menggunakan data primer, analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,006 < 0,05), pendapatan keluarga (p-value 0,012 < 0,05), tingkat pengetahuan(p-value 0,011 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,012 < 0,05) dengan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan di PMB E Sawangan Kota Depok Periode Juni - Agustus 2024. Saran untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan informasi serta penyuluhan kepada akseptor suntik dan suaminya mengenai alat kontrasepsi yang lebih disarankan untuk PUS umur lebih dari 35 tahun dan tentang risiko lama pengunaan KB suntik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI KLINIK ARIZA MEDIKA TAHUN 2022 Heny Puspasari; Agi Yulia Ria Dini; Siti Nurdiyana; Laili Nurjannah Yulistiyana; Yosi Yusrotul Khasanah; Anisah Fitri
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.317

Abstract

Abstrak  KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi hormonal yang berisi hormone progesterone. KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi non jangka panjang akan tetapi KB suntik 3 bulan menjadi pilihan mayoritas ibu-ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor uyang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling.Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah  Analisa multivariat dengan uji chi square.Hasil analisis uji chi square dengan spss faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan nilai p,0,05 adalah usia (p=0,02) dan parietas (p=0,03). Keempat faktor (usia, Pendidikan, ekonomi dan parietas) secara bersama-sama berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan namun yang paling signifikan adalah usia dan parietas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika adalah faktor usia dan parietas. Meningkatkan KIE tentang kontrasepsi agar lebih bijak dalam memilih KB sesuai kebutuhan. Kata kunci : KB Suntik 3 bulan, usia, pendidikan, ekonomi, parietas Abstract  3-month injection contraception is a hormonal contraceptive that contains the hormone progesterone. The 3-month injection KB is a non-long-term contraceptive method, but the 3-month injection KB is the choice of the majority of acceptor. This study was conducted to determine the factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic in 2022.This study used a quantitative method with an analytical descriptive design. The sampling technique used was accidental sampling. Method data collection using a questionnaire. Data analysis used is multivariate analysis with chi square test. The results of chi square analysis with SPSS. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception with a p value of <0.05 were age (p=0.02) and parity (p=0.03). The four factors (age, education, economy and pariety) together influence the choice of 3-month injectable contraception, but the most significant are age and pariety. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic are age and pariety. Improving KIE on contraception to be wiser in choosing family planning according to need Key words : 3-month injectable contraception, age, education, economy, pariety
Penyuluhan Kesehatan tentang Deteksi Dini Kanker Serviks pada WUS Siti Nurdiyana; Heny Puspasari; Yosi Yusrotul Khasanah; Agi Yulia Ria Dini
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.163

Abstract

Cervical cancer is the uncontrolled growth of cells (cancer) in the cervix. All women are at risk of developing this cancer. However, sexually active women are more likely to be affected. In its early stages, cervical cancer usually does not cause easily recognizable symptoms. The most common symptom is abnormal bleeding, for example, bleeding after sex, outside the menstrual cycle, or after menopause. The benefits and objectives of this outreach program are expected to improve women's knowledge and quality of life regarding cervical cancer prevention. The method used in this program is to provide health education through counseling about cervical cancer and cervical cancer prevention practices such as proper vaginal hygiene. Based on a self-awareness survey, the most common problem identified was a lack of knowledge about cervical cancer and a lack of awareness of early cervical cancer prevention methods. The priority problem was the lack of knowledge among the Sawangan Village community about early cervical cancer detection in women of childbearing age (WUS). To address this, we implemented one effort by conducting outreach on cervical cancer for women of childbearing age (WUS) and providing guidance on proper vaginal hygiene to prevent cervical cancer. After the outreach and practice of cervical cancer prevention, participants had a better understanding of cervical cancer and how to prevent it.