Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI SAPI, MELALUI KOMUNIKASI 3 IN 1 DAN REKAYASA MESIN PENCACAH PAKAN Jeratallah Aram Dani; Hendri Noviyanto; Bayu Mukti; Achmad Nurhidayat
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2022): BUDIMAS : VOL. 04 NO. 02, 2022
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v4i2.5329

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian makna satu entitas atau kelompok ke kelompok lainnya, melalui penggunaan tanda, simbol dan aturan semiotika yang dipahami bersama. Penggunaan ilmu komunikasi di masyarakat sebagian belum memenuhi kreteria tersebut, salah satu contoh yang terjadi pada kelompok tani di Klaten, tepatnya didaerah Desa siaga Bencana, Kecamatan Kemalang sekitar 8 km dari puncak Gunung Merapi. Permasalahan utama para tani peternak sapi saat mempersiapkan pencacahan bahan pakan dari rumput gajah, batang jagung dan rumput lainnya, masih dilakukan secara manual. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan metode komunikasi petani ternak sapi melalui rekayasa IPTEK. Pelaksanaan program diawali dengan komunikasi interaksi bersama petani hingga terbentuk kelompok tani. Selanjutnya identifikasi antara pengabdi dan mitra melakukan perhitungan kebutuhan pakan untuk menentukan kapasitas mesin dalam satu kelompok. Hasil pengabdian masyarakat ini, dalam satu kelompok kecil (4-6 peternak sapi), dengan kapasitas mesin asumsi kerja kontinyu mampu mencacah bahan pakan rumput gajah, batang/tongkol jagung dan rumput lainnya, hingga 480 kg/jam. Jika dibandingkan dengan sistem manual dilakukan 5 orang asumsi kontinyu diperoleh maksimal 250 kg/jam. Berdasarkan hasil produksi cacahan bahan pakan sapi tersebut, bahwa mesin ini mampu bekerja lebih baik sekitar 47,9% dibanding manual, sehingga telah sesuai harapan kelompok Mitra dan ke depannya perlu rekayasa mesin pencacah secara otomatis. Kata kunci: : Komunikasi, linier, interaksi, transaksi, rekayasa IPTEK
RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH BAMBU PADA UKM PUJA DI CANDI, JATIREJO, NGARGOYOSO, KARANGANYAR Nurhidayat, Achmad; Ismawati, Kun; Vendy Hermawan, Muhammad
Abdi Masya Vol 4 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v4i2.334

Abstract

Kerajinan Sangkar burung di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar telah berdiri lama bahkan lintas generasi dan terus mengalami peningkatan produksi baik jumlah ataupun modelnya. Peningkatan pemesanan sebagaimana yang dialami oleh Mitra PUJA (Putra Jambu). Akibatnya mitra dituntut untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien. Namun, dikarenakan kemampuan alat bantu yang terbatas dalam proses pembuatan sangkar burung, mengakibatkan mitra belum dapat memenuhi permintaan pasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan solusi permasalahan mitra, khususnya rancang bangun peralatan pendukung proses produksi sangkar burung berupa mesin pembelah bambu dan pembukuan keuangan usahanya. Metodologi yang digunakan pengabdi dalam rancang bangun mesin pembelah bambu yaitu analisis kebutuhan dan spesifikasi mesin bersama mitra, studi literatur, membuat design, membuat gambar teknik, pemilihan dan pengadaan material, persiapan alat bantu, pemilihan komponen dan sistem penggerak yang tepat, pembuatan, pengujian prototipe mesin, pelatihan penggunaan alat dan pembukuan keuangan, serta serahterima kepada mitra. Mesin ini menggunakan motor listrik 2 HP putaran 1420 rpm, transmisi pulley dan sabuk dengan perbandingan 1:3., V-belt tipe B37, pulley diameter Ø 3 inchi, Ø 9 inchi. Rangka mesin ini berdimensi 1000 mm x 550 mm x 255 mm, menggunakan besi konstruksi UNP 50 mm x 38 mm x 3 mm. Waktu yang dibutuhkan sangat efektif dimana untuk membelah sebuah batang bambu berukuran panjang 500 mm diameter ±100 mm dan ketebalan ±10 mm dengan menggunakan mesin ini hanya membutuhkan waktu 12 detik menghasilkan belahan bambu sebanyak 6 sisi. Mitra mendapat pelatihan serta telah trampil pengoperasian mesin pembelah bambu, telah mampu membukukan keuangan, sehingga lebih terkontrol hasil usahanya.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².
KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.
Kajian Serbuk Kayu Jati Limbah sebagai Bahan Gear Napotek T.30 pada Mesin Drawing FA 306.A Purwanto, Andi; Nurhidayat, Achmad
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i3.1506

Abstract

  Operasional mesin drawing FA 306.A di industri tekstil memerlukan transmisi daya yang andal pada komponen gear Napotek T.30. Material wood filled synthetic asli komponen ini dinilai mahal dan getas, sementara pengganti standar berupa Nylon memiliki kelemahan pada ketahanan panas gesekan. Kondisi ini mendasari penelitian yang bertujuan mengeksplorasi serbuk kayu jati limbah sebagai bahan baku gear komposit yang ekonomis dan ramah lingkungan. Metode eksperimen melibatkan serbuk kayu jati limbah (ukuran mesh 80–100, kadar air 4%) yang dicampur dengan resin epoksi dalam rasio 40:60 serta katalis. Karakterisasi sifat mekanik komposit dilakukan melalui uji tarik (ASTM D-638), uji lentur (ASTM D-6272), dan uji impak Izod (ASTM D-5941). Penelitian ini juga mencakup pengujian ketahanan dengan perlakuan termal berulang (25 siklus pada 55 ⁰C). Hasilnya menunjukkan bahwa komposit serbuk kayu jati limbah memiliki kekuatan tarik 51,2 MPa, setara dengan Nylon standar. Peningkatan signifikan terlihat pada ketahanan impak yang mencapai 4,12 J/cm2. Keunggulan termal juga terbukti, di mana komposit memiliki suhu degradasi awal 153 ⁰C, melebihi Nylon standar (± 120 ⁰C). Secara keseluruhan, hasil karakterisasi membuktikan bahwa komposit serbuk kayu jati limbah sangat layak sebagai material substitusi berbiaya rendah dan ramah lingkungan untuk gear Napotek T.30.
Peningkatan Kapasitas dan Nilai Tambah Kopi Robusta Melalui Inovasi Pascapanen Kelompok Tani Trisno Maju Di Talagening Purbalingga Sugiarto, Tris; Sutisna, Utis; Hidayati, Nurul; Warso, Warso; Nurhidayat, Achmad
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18299

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pengolahan pascapanen pada tingkat petani sering terkendala oleh keterbatasan teknologi. Kelompok Tani Trisno Maju di Desa Talagening, Purbalingga, masih melakukan proses pengupasan kulit kopi secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan hasil kurang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk kopi melalui penerapan mesin pengupas kulit kopi (huller) dengan daya motor bensin dan mesin packing sealer otomatis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis pascapanen, pendampingan manajemen usaha, penerapan teknologi tepat guna (huller dan sealer kopi), serta pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa aspek. Pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 55% menjadi 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kapasitas pengupasan kopi meningkat dari 30–40 kg/jam menjadi 150–200 kg/jam dengan penurunan tingkat kerusakan biji dari 10% menjadi 3–4%. Kemampuan pembukuan dasar dan analisis biaya meningkat dari 20% menjadi 80% anggota kelompok tani. Dari sisi pemasaran, volume penjualan naik dari 20–25 kg/bulan menjadi 60–70 kg/bulan dengan perluasan pasar melalui platform digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM mampu memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani kopi serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar berbasis digital.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².
KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.