Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Program Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Sebagai Upaya Dalam Peningkatan Sanitasi Lingkungan Aqilah Zari Ulya; Amalia Juwita Hasri; Ahmad Berezky; Dian Rosadi; Yohanesy Agrees Melsa
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.1480

Abstract

Pencemaran air tanah berarti terjadi penyimpangan dari kondisi normal air. Ketika limbah cair dibuang ke tanah, partikel yang ada di tanah berfungsi sebagai filter untuk mencegah kandungan limbah yang berukuran besar dan meloloskan cairan tercemar meresap kedalam tanah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak menurut daerah tempat tinggal pada tahun 2022 sebesar 83,8% untuk daerah perkotaan dan 76,99% untuk daerah pedesaan. Berdasarkan hasil survey dan diagnosa komunitas di RT 02, 06 dan 07 Desa Tegal Sari Kecamatan Satui dari 47 sampel rumah masyarakat terdapat 39 rumah membuang air limbah langsung ke tanah karena tidak memiliki sanitasi. Oleh karena itu dilakukan sebuah intervensi program berupa penyuluhan, pelatihan pembuatan SPAL, praktik pembuatan SPAL dan pembentukan kader sanitasi di Desa Tegal Sari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan output yang menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 27%. Berdasarkan hasil observasi dari praktik pembuatan SPAL adanya perubahan dengan keinginan untuk menduplikasikan SPAL sederhana pada masyarakat. Adapun kader mengalami peningkatan skill yang dibuktikan dengan adanya penerapan laporan pemantauan ketersediaan fasilitas masyarakat tingkat rumah tangga yang dilaporkan setiap bulan pada desa sebagai penunjang di Desa Tegal Sari
Health Promotion Education and Psychologic Melalui Peer Group Anxiety Disorder Sebagai Pencegahan Gangguan Kecemasan Remaja Muhammad Ali Faisal; Dian Rosadi; Winardi Budiwinarta; Agus Muhammad Ridwan; Ranindy Qadrinnisa; Aisha Saraswati
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i1.2477

Abstract

Adolescent are prone to experiencing anxiety (Anxiety disorder), namely a condition of anxiety for a short time and feeling restless in every activity for no apparent reason. Anxiety is the most common mental disorder problem among teenagers in Indonesia, namely 26.7%. Based on the results of the situation and needs analysis with partners, namely the Youth Counseling Information Center (PIK-R) SMAN 1 Gambut, there are still several work programs from PIK-R that are still not optimal. Based on the results of the analysis, a significant value of 0.000<0.05 was obtained, which means there is a positive or meaningful relationship between the pre-test and post-test scores. This shows an increase in knowledge of 28 respondents (96%) between before and after providing education related to anxiety disorders at SMAN 1 Gambut. It is hoped that this activity can contribute to increasing students' knowledge and skills in dealing with anxiety disorders.
Program pemberdayaan masyarakat dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah sebagai upaya penanganan permasalahan kesehatan lingkungan di desa Tiwingan lama RT 02 Dian Rosadi; Muhammad Fadhil Azhar Akbar; Noor Camalia Putri; Ratih Fatiya; Salsabila Arifa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22174

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah menjadi masalah kesehatan lingkungan yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Pada Kabupaten Banjar, timbulan sampah rata-rata dalam dua tahun terakhir sebanyak 148.944 ton dan diperkirakan dalam satu hari jumlah sampah yang dihasilkan penduduk mencapai 408 ton/hari pada tahun 2022. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, permasalahan yang muncul di Desa Tiwingan Lama RT 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yaitu masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan mengenai pengelolaan sampah tersebut adalah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan, pembuatan tempat sampah dari tong bekas, serta pemasangan media promotif visual berupa spanduk ajakan memilah sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir permasalahan kesehatan lingkungan khususnya pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Instrumen kegiatan ini di antaranya adalah kuesioner pre dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner sebagai pemandu wawancara kepada 7 responden pada monitoring pengetahuan lanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 70 menjadi 90. Setelah dilakukan uji statistik berupa uji Wilcoxon, diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai uji sebesar 0,027. Hasil monitoring pengetahuan lanjutan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah responden yang terkategori memiliki pengetahuan baik yaitu dari 1 orang saat post-test menjadi 6 orang saat monitoring ke-3. Pada kegiatan penyediaan tempat sampah sistem pilah, masyarakat desa bersama Karang Taruna berhasil membuat tempat sampah sistem pilah sehingga terjadi duplikasi pengadaan tempat sampah. Selain itu, pada kegiatan pemasangan spanduk tentang pemilahan sampah juga berhasil mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah. Kata kunci: sampah; pengelolaan sampah; pemilahan sampah; pemanfaatan sampah; tempat sampah sistem pilah Abstract Waste management remains an unresolved environmental health issue to date. In Banjar Regency, the average waste generation over the past two years has been 148,944 tons, with an estimated daily production of 408 tons per day in 2022. Based on community diagnosis results, the emerging issue in Tiwingan Lama Village, RT 02, Aranio District, Banjar Regency is inadequate waste management by the community. The alternative solution to address this waste management issue is through an empowerment program involving education, the construction of waste bins from recycled barrels, and the installation of visual promotional media such as banners encouraging waste sorting. The objective of these activities is to minimize environmental health issues, particularly regarding waste management. The methods employed include lectures, discussions, and practical demonstrations. The activity instruments include pre- and post-test questionnaires, observation sheets, and interview questionnaires for 7 respondents during the advanced knowledge monitoring. The results indicate that after the education sessions, there was an increase in community knowledge from an average of 70 to 90. Statistical analysis using the Wilcoxon test revealed a significant difference in knowledge before and after the education sessions, with a test value of 0.027. The follow-up monitoring showed an increase in the number of respondents categorized as having good knowledge, from 1 person in the post-test to 6 people in the third monitoring session. In the waste bin provision activity using a sorting system, the village community, along with the youth organization, successfully constructed waste bins with sorting systems, which led to the duplication of waste bin procurement. Additionally, the installation of banners promoting waste sorting was successful in influencing the community to engage in waste sorting. Keywords: waste; waste management; waste sorting; waste utilization; segregated waste bins