Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kerja Sama Pemerintah Swasta (KPS) Sebagai Upaya Pengembangan Bandar Udara Radin Inten II Lampung Selatan Dian Sera Fauzela; Bambang Utoyo Sutiyoso; Sasana Putra
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 7 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.581 KB)

Abstract

Infrastructure availability is one of development priority in developed countries as well as developing countries, including Indonesia. As one of national development priority, budget limitations become a major problem faced by government. Therefore, to resolve budget limitations, government could involve private sector in case of budget funding for infrastructure facilities development. Third party involvement on state achievement known as good governance concept. An effort on third party involvement (private) is known as Public-Private Partnership (PPP). This research chose Radin Inten II Lampung Selatan as the locus. It was chosen because of strategic position and potential passengers on that airport did not directly proportional with infrastructure development efforts. This research has a purpose to understanding priority sequence of Public-Private Partnership form in Radin Inten II Lampung Selatan airport development efforts (air side) and also the most influencing factor on that PPP form. This research was done through descriptive study by using data analysis technique in AHP (Analytical Hierarchy Process) form. The research results show that the most profitable form for air side of Radin Inten II Lampung Selatan airport development is Built Transfer (BT) better than Built-Operate-Transfer (BOT) and Built-Transfer-Operate (BTO). Built Transfer (BT) form selected based on economy criteria (sub criteria: capital), risk criteria (sub criteria: rule of law), and market criteria (sub criteria: demand). From several selected criteria, economy criteria in capital sub criteria was the most influencing factor on PPP form selection.
Tinjauan Gap Pada Simpang Tiga Lengan Bersinyal Terhadap Waktu Hijau Arjun Firghani; Sasana Putra; Muhammad Karami
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 26 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v26i2.53

Abstract

Pergerakan lalu lintas pengendara yang padat pada persimpangan berpotensi menimbulkan gap akibat konflik. Nilai gap akan menimbulkan tundaan lalu lintas pada persimpangan bersinyal yang dapat mempengaruhi terhadap waktu pada pengaturan waktu hijau pada traffic light. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gap yang terjadi serta bagaimana pengaruh nilai gap tersebut terhadap waktu hijau efektif di persimpangan tiga lengan bersinyal Jalan Diponegoro - Cut Mutia di Kota Bandar Lampung, Indonesia. Data jumlah kendaraan, volume lalu lintas serta waktu tempuh kendaraan didapatkan langsung dengan melakukan survei selama satu hari dan dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan metode gap acceptance. Dari penelitian ini didapat volume total rata-rata tertinggi pada sesi sore sebesar 2169,6 skr/jam. Nilai gap diterima pada sesi pagi dan sore terjadi sebesar 6 detik dan 10 detik dengan tundaan persiklus pagi dan sore hari sebesar 2,6 dan 7,6. Nilai waktu hijau lapangan terjadi rentang waktu 16 – 48 detik serta hasil analisis berdasarkan Pedoman Kapastias Jalan Indonesia diperoleh waktu hijau di lapangan terjadi pada rentang waktu 26 – 54 detik.
Pengaruh gap terhadap tundaan perjalanan pada simpang tak bersinyal Diky Andrean Saputra; Sasana Putra; Rahayu Sulistyorini
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 26 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v26i1.61

Abstract

Aktivitas lalu lintas yang terjadi pada persimpangan Jalan Diponegoro – Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo sering menimbulkan permasalahan konflik lalu lintas seperti tundaan perjalanan. Konflik yang terjadi diakibatkan oleh peningkatan volume lalu lintas dan diperburuk oleh perilaku pengendara yang cenderung memaksakan untuk melintasi persimpangan sehingga menimbulkan gap pada persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar tundaan perjalanan yang terjadi pada simpang Jalan Diponegoro – Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer berdasarkan pengamatan melalui drone camera lalu dilakukan pengolahan data menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan metode gap acceptance. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, didapatkan tundaan perjalanan ketika kendaraan mengalami gap akibat konflik crossing saat melintasi persimpangan pada sesi pagi dan sore hari didapatkan per menitnya sebesar 14,72 detik dan 9,37 detik sehingga tingkat pelayanan pada persimpangan tersebut termasuk kategori B.
Pengaruh aspek rasio serat limbah plastik polypropylene terhadap karakteristik campuran perkerasan kaku Ilham Mangesti Aji; Sasana Putra; Chatarina Niken
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 26 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v26i2.62

Abstract

Rigid pavement atau perkerasan kaku yang terbuat dari beton, menahan tekan dan tarik secara bergantian. Untuk meningkatkan kemampuannya dalam menahan tekan dan tarik, maka dilakukan penelitian campuran beton berserat plastik. Plastik memiliki sifat ringan, kuat, mampu menahan tarik, fleksibel, dan tahan terhadap korosi. Hal ini juga dapat membantu mengurangi limbah plastik. Dalam penelitian ini, serat plastik yang digunakan memiliki aspek rasio 37,5; 50; 62,5. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton mengalami kenaikan pada serat L/d 62,5 saat umur 28 hari sebesar 27,01 MPa atau meningkat 12,49 % dari beton tanpa serat. Sedangkan pada umur 56 hari, kuat tekan beton tanpa serat sebesar 33,12 MPa dan mengalami penurunan pada campuran serat L/d 37,5; 50; 62,5. Kuat tarik lentur mengalami kenaikan paling optimum pada serat L/d 37,5 saat umur 28 hari sebesar 4,96 MPa atau 25,28% dari beton tanpa serat, sedangkan pada umur 56 hari mengalami peningkatan paling optimum pada serat L/d 37,5 sebesar 5,24 MPa meningkat sebesar 2,16 % dari beton tanpa serat. Umur beton mempengaruhi nilai kuat tekan dan kuat tarik lentur. Kuat tekan dan kuat lentur beton untuk L/d 37,5 pada umur 56 hari mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton pada umur 28 hari.