Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Menegakkan Kedisiplinan Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Zhortisary, Maria Fransiska; Kasim, Abdullah Muis; Khaidir, Khaidir
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i3.2804

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Ingin mengetahui Bagaimana Peran Guru PPKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. 2. Faktor pendukung dan penghambat Guru PPKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 20 September – 20 Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peran guru PKn dalam menegakkan kedisiplinan siswa kelas VIII SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka adalah guru PKn harus menjadi seorang pendidik, pengajar, menjadi agen perubahan moral, dan menjadi motivator bagi siswanya. Adapun hambatannya adalah tidak ckupnya waktu pembelajaran, kurangnya kelengkapan administrasi di sekolah, pergaulan teman sebaya serta sikap masa bodoh terhadap nasihat guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran guru PKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka sudah cukup baik. Hal ini di lihat dari berbagai macam upaya yang di lakukan oleh guru PKn terhadap siswa kelas VIII dalam menegakkan kedisiplinan siswa di sekolah.
Proses Penanaman Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Selatan dalam Organisasi Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Kabupaten Sikka Ilahi, Andi Agil Rehan; Nuwa, Gisela; Kasim, Abdullah Muis
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v2i4.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Penanaman Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Selatan Dalam Organisasi Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Kabupaten Sikka. Adat istiadat masyarakat Bugis, dan hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai suatu struktur dasar dalam suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat penting bagi orang Bugis untuk membentuk tatanan sosial mereka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penanaman  nilai-nilai budaya Etnik Bugis cukup optimal (baik). Terlihat dari nilai-nilai budaya Etnik Bugis yang telah diterapkan oleh organisasi yaitu nilai Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi seperti nilai kekerabatan yang terjalin sangat erat, nilai gotong-royong yang sangat tinggi, nilai silaturahmi yang terjalin sangat baik, dan juga nilai religi.
Pengaruh Tata Tertib Sekolah terhadap Kesadaran Siswa di SMA SWASTA St. Petrus Kewapante Hutrista, Paula; Kasim, Abdullah Muis; Aswim, Danar
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St.Petrus Kewapante. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik dan pengumpulan data melalui tiga langkah, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informen yang dijadikan sumber yaitu guru Bk, kepala sekolah, guru kesiswaan, dan siswa. Hasil penelitian adalah siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante masih sangat kurang mentaati aturan tata tertib yang diterapkan. Kurangnya kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah yang harus diterapkan. masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri,mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah yaitu dengan cara teguran langsung kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah, dan mengeluarkan surat panggilan.
Peranan Remaja Masjid dalam Mengatasi Dekadensi Moral di Desa Pemana Kecamatan Alok Fuad, Zainal Alichsan; Kasim, Abdullah Muis; Kpalet, Petrus
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 4 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/jm1wh425

Abstract

Remaja masjid merupakan suatu wadah bagi remaja Islam yang cukup efektif dan efisien untuk melaksanakan aktivitas pendidikan Islam. Dalam observasi yang penulis lakukan di Desa Pemana, penulis menemukan masalah yang muncul pada krisis spiritual yang di alami oleh remaja. Pertanyaan penelitian pada penelitian ini adalah bagaimana peran remaja masjid Al-fattah dalam pembinaan moral remaja dan apa saja faktor pendukung dan penghambat remaja Masjid dalam membina moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran remaja Masjid Al-fattah dalam pembinaan moral rejama dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan moral remaja di Desa Pemana. Peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan Peran Remaja Masjid Al-fattah Dalam Mengatasi Dekadensi Moral di Desa Pemana Kecamatan Alok yaitu sebagai berikut : pengajian rutin dan tahsin Qur’an setiap malam jum’ad yang di adakan setiap satu minggu sekali, kedua terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan upaya untuk melatih mental remaja dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Selanjutnya Faktor Pendukung remaja Masjid yaitu kesadaran anggota remaja Masjid yang luar biasa, dukungan dari masyarakat dan badan Takmir Masjid. Sedangkan faktor penghambat remaja Masjid adalah faktor internal organisasi remaja Masjid itu sendiri.
Rendahnya Partisipasi Perempuan Dalam Pencalonan Kepala Desa Di Desa Duwanur Kecamatan Adonara Barat Hamzah, Fitrah; Kasim, Abdullah Muis; Ndori , Vinsensius Herianto
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i4.1219

Abstract

Partisipasi politik perempuan merupakan prasyarat penting bagi terwujudnya demokrasi yang inklusif, namun di Desa Duwanur keterlibatan perempuan dalam pencalonan kepala desa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi perempuan dalam pencalonan kepala desa serta mengidentifikasi upaya yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dari pemerintah desa, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi perempuan dipengaruhi oleh kuatnya budaya patriarki, keterbatasan pendidikan politik, rendahnya kepercayaan diri, serta minimnya dukungan pemerintah desa. Temuan utama menegaskan bahwa pendidikan politik yang berkelanjutan dan dukungan institusional dari pemerintah desa berperan signifikan dalam meningkatkan kapasitas dan keberanian perempuan untuk terlibat dalam pencalonan kepala desa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah desa dalam merancang kebijakan pemberdayaan perempuan guna mendorong demokrasi desa yang lebih partisipatif dan berkeadilan gender.   Women's political participation is an important prerequisite for the realization of inclusive democracy, but in Duwanur Village, women's involvement in village head elections is still low. This study aims to analyze the level of women's participation in village head elections and identify efforts that can increase this participation. The study uses a descriptive qualitative approach with primary data sources from the village government, women leaders, and community leaders, as well as secondary data in the form of laws and regulations and related literature. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that low female participation is influenced by strong patriarchal culture, limited political education, low self-confidence, and minimal support from the village government. The main findings confirm that continuous political education and institutional support from the village government play a significant role in increasing women's capacity and courage to participate in village head elections. This study provides practical implications for village governments in designing women's empowerment policies to promote a more participatory and gender-equitable village democracy.