Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Proses Penanaman Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Selatan dalam Organisasi Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Kabupaten Sikka Ilahi, Andi Agil Rehan; Nuwa, Gisela; Kasim, Abdullah Muis
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v2i4.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Penanaman Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Selatan Dalam Organisasi Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Kabupaten Sikka. Adat istiadat masyarakat Bugis, dan hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai suatu struktur dasar dalam suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat penting bagi orang Bugis untuk membentuk tatanan sosial mereka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penanaman  nilai-nilai budaya Etnik Bugis cukup optimal (baik). Terlihat dari nilai-nilai budaya Etnik Bugis yang telah diterapkan oleh organisasi yaitu nilai Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi seperti nilai kekerabatan yang terjalin sangat erat, nilai gotong-royong yang sangat tinggi, nilai silaturahmi yang terjalin sangat baik, dan juga nilai religi.
Peranan Remaja Masjid dalam Mengatasi Dekadensi Moral di Desa Pemana Kecamatan Alok Fuad, Zainal Alichsan; Kasim, Abdullah Muis; Kpalet, Petrus
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 4 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/jm1wh425

Abstract

Remaja masjid merupakan suatu wadah bagi remaja Islam yang cukup efektif dan efisien untuk melaksanakan aktivitas pendidikan Islam. Dalam observasi yang penulis lakukan di Desa Pemana, penulis menemukan masalah yang muncul pada krisis spiritual yang di alami oleh remaja. Pertanyaan penelitian pada penelitian ini adalah bagaimana peran remaja masjid Al-fattah dalam pembinaan moral remaja dan apa saja faktor pendukung dan penghambat remaja Masjid dalam membina moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran remaja Masjid Al-fattah dalam pembinaan moral rejama dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan moral remaja di Desa Pemana. Peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan Peran Remaja Masjid Al-fattah Dalam Mengatasi Dekadensi Moral di Desa Pemana Kecamatan Alok yaitu sebagai berikut : pengajian rutin dan tahsin Qur’an setiap malam jum’ad yang di adakan setiap satu minggu sekali, kedua terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan upaya untuk melatih mental remaja dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Selanjutnya Faktor Pendukung remaja Masjid yaitu kesadaran anggota remaja Masjid yang luar biasa, dukungan dari masyarakat dan badan Takmir Masjid. Sedangkan faktor penghambat remaja Masjid adalah faktor internal organisasi remaja Masjid itu sendiri.
Pengaruh Tata Tertib Sekolah terhadap Kesadaran Siswa di SMA SWASTA St. Petrus Kewapante Paula Hutrista; Abdullah Muis Kasim; Danar Aswim
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St.Petrus Kewapante. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik dan pengumpulan data melalui tiga langkah, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informen yang dijadikan sumber yaitu guru Bk, kepala sekolah, guru kesiswaan, dan siswa. Hasil penelitian adalah siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante masih sangat kurang mentaati aturan tata tertib yang diterapkan. Kurangnya kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah yang harus diterapkan. masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri,mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah yaitu dengan cara teguran langsung kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah, dan mengeluarkan surat panggilan.
Menggali Nilai-Nilai Perkawinan Masyarakat Adat Wodonwair Ditinjau dari Aspek Sosial Budaya di Desa Wolomotong Kecamatan Doreng Petrus Ferdinandez; Abdullah Muis Kasim; Danar Aswim
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v3i3.2561

Abstract

This study aims to determine the values in indigenous marriages in the Wodonwair Society, Wolomotong Village and how the application of customary marriage by the Wodonwair community is on review of the socio-cultural aspect. The research uses qualitative research. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The data analysis technical used consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The traditional marriage in Wolomotong Village people is recognized by the local community and run from every layer of local people or from generation to generation. In the customary marriage process that exists in the people of Wolomotong Village have the stages that must be carried out by a couple who want to commit indigenous marriage. Each stage in the marriage process has its own value. Traditional marriage is still being run by all communities present in the Wodonwair Village area.