Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFEKTIVITAS PASAL 66 UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA Yaoma Tertibi
Negara dan Keadilan Vol 8, No 1 (2019): Februari
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.953 KB) | DOI: 10.33474/hukum.v8i1.4480

Abstract

Abstrak Pelaksanaan pasal 66 undang-undang nomor 6 tahun 2014 belum bejalan efektif karena ada kendala-kendala sebagai berikut: masalah regulasi, ketersediaan anggaran yang tidak mencukupi dan  adanya kerancuan pos anggaran gaji dan tunjangan perangkat desa, Pengelolaan PAD Tidak Maksimal dan perbedaan pengelolaan tanah kas desa/bengkok, visi dan misi kepala tidak mengakomodir peningkatan SDM perangkat desa, Beban pengeluaran sosial yang besar dan terjebak dalam transaksi perbankan akibat tertundanya pembayaran penghasilan tetap dan tunjanganKata kunci, Desa, Penghasilan TetapAbstractThe implementation of Article 66 of Law Number 6 of 2014 has not been effective because there are constraints as follows: regulatory problems, insufficient budget availability and ambiguity of village officials' salary and allowance budget posts, Not Maximum PAD Management and differences in village cash management / crooked, the vision and mission of the head do not accommodate the increase in village device HR, the burden of large social expenditures and being trapped in banking transactions due to the delayed payment of fixed income and benefits Keywords, Village, Fixed Income.
Edukasi Mahasiswa dalam Kapabilitas Belanja Online melalui Marketplace Gledys Herwida; Evita Novilia; Saptono Hadi; Yaoma Tertibi; Nur Arqom Eka F; Alfin Luluk Kamalia
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i2.713

Abstract

Diperlukan norma-norma, etika, adab-adab, tata kelola hukum sebagai penghantar multi control yang berkesinambungan dalam budaya belanja online, sebagai rangkaian perilaku yang menjadi karakter budaya, fenomena perubahan gaya hidup shopping (online shop) pada mahasiswa di marketplace. Riset berupaya mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap budaya belanja online melalui aplikasi marketplace. Desain cross sectional, subjek 20 mahasiswa. Analisis data dengan teknik analisis diskursif, menggunakan angket (wawancara, tanya jawab), dianalis, dan diinterpretasikan. Hasil menyatakan belanja online marketplace shopee mempengaruhi gaya hidup mahasiswa Perbankan Syariah Universitas Nahdlatul Ulama Blitar sebagai pola gaya hidup online shop. Diperlukan bimbingan sebagai arahan style sehat belajan online.
Pembelajaran Berpikir Kritis Kreatif Mahasiswa UNU Blitar dalam Upaya Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Manusia Evita Novilia; Gleydis Harwida; Saptono Hadi; Yaoma Tertibi; Nur Arqom Eka F; Alfin Luluk Kamalia
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i2.702

Abstract

Diperlukan pemikiran kritis kreatif inovati dalam upaya meningkatkan SDM, meningkatkan produktifitas kinerja, pengukuhan efisiensi diri, pemaksimalan ketrampilan, pemaksimalan multi-keahlian/kecakapan, serta memperkuat multi-layanan kelembagaan. Out put lembaga tinggi harus mumpuni berketerampilan kinerja multi-kompetensi yang berketuhanan. Riset berupaya mengidentifikasi multi-pendapat pada kajian pembelajar berselingkung hight thingking skill kritis kreatif dan inovatif sesuai SNP, berdesain rancangan silang, bersubjek 20 mahasiswa, 3 dosen, wawancara, dengn analisis diskursif. Hasil riset ditemukan bahwa high thingking skill kritis kreatif dan inovatif menjadi kebutuhan yang essensial bagi kehidupan mahasiswa dalam pembelajaran di kampus dalam upaya analisis, sintesis, serta menelaah multi-permasalahan dengan penguraian pemecahan dan pengabilan keputusan secara tepat.
KAPABILITAS BELANJA ONLINE MELALUI MARKETPLACE OLINE UNU BLITAR DI BLITAR PROVINSI JATIM Gleydis Harwida; Evita Novila; Saptono Hadi; Yaoma Tertibi; Nur Arqom Eka Fatria
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 5 No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 : Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v5i2.209

Abstract

Pengabdian mengembangkan edukasi multi-persepsi mahasiswa-mahasiswa Perbankan Syariah FAI UNU Blitar atas budaya-budaya role model on-line aplication marketplace taktik peningkatan (softskill dan hardskill) fundamental keterampilan berpikir praktis tata kelola perilaku mahasiswa “learn to do” pemasaran dan budaya hidup. Pendampingan kompetensi-performansi wawasan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi manajemen pemasaran digital, peningkatan softskill dan hardskill pada berpikir hidup dan pola online shop pada perilaku tindak berpikir “learn to do online shop”. Desain kegiatan pengabdian ini merupakan rancangan pengabdi dengan UPT Perpustakaaan UNU Blitar, sebagai upaya berkontribusi memberikan informasi subjek pendampingan, terkait menumbuhkembangkan serta meningkatkan komptensi system belanja online (online shop) tepat guna gaya selingkung Universitas Nahdlatul Ulama Blitar yang mampu menjembatani pemahaman mahasiswa dalam berbudaya online shop melalui plan marketplace.
PARADIGMA KETIDAKSETARAAN GENDER PENYEBAB KEKERASAN RUMAH TANGGA DILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM AGAMA DAN ADAT Mohammad Khomarudin; Arum Ayu Lestari; Hanin Alya’ Labibah; Yaoma Tertibi
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2093

Abstract

Perbedaan gender menjadi salah satu penyebab diskriminasi terhadap kaum perempuan (patriarki), Sehingga tidak jarang perempuan mendapat perlakuan tidak adil dalam berbagai hal. Dalam kerangka hukum Islam, rumah tangga dipandang sebagai unit fundamental dalam masyarakat yang diatur oleh prinsip-prinsip yang diturunkan dari Al-Quran dan Hadis. Konsep-konsep dalam al-qur’an dan hadis seperti kewajiban suami untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, kemudian kewajiban saling menghormati dan mendukung antara suami istri hal tersebut bertolak belakang dengan implementasinya, hal tersebut mengarah pada ketidakseimbangan kekuasaan, penindasan, dan ketidakadilan gender. Berbagai kekerasan dialami oleh perempuan baik kekerasan secara fisik, verbal maupun seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori segitiga kekerasan yang digagaskan oleh Johan Galtung yaitu, dan direct violence, structural violence cultural violence. Dari penelitian tersebut menghasilkan bahwa pentignya pemahaman gender yang perlu diatur lebih jelas dalam regulasi karena hukum karena untuk meminimalisir stigma yang telah menjadi adat budaya dalam masyarakat serta di dalam agama islam sendiri perempuan mendapatkan kehormatan untuk mereka diberikan kasih sayang, perlindungan serta keamanan
Urgensi Pemidanaan Kebiri dalam penanggulangan Kekerasan Seksual Terhadap anak: Analisis Normatif terhadap Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2020 Khomar Udin; Arum Ayu Lestari; Yaoma Tertibi; Ilma Nafi’atu Zakiya
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2528

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan signifikan di Indonesia, menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial yang serius bagi korban. Dalam menanggapi kondisi ini, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 sebagai regulasi pelaksana Undang-Undang No. 17 Tahun 2016. Salah satu sanksi tambahan yang diatur dalam PP tersebut adalah kebiri kimia, yaitu pemberian zat kimia kepada pelaku kekerasan seksual untuk menurunkan libido seksualnya. Regulasi ini menimbulkan polemik, terutama dari sudut pandang hak asasi manusia dan etik kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan kebiri kimia sebagai bentuk pemidanaan dalam upaya menanggulangi kekerasan seksual terhadap anak serta mengkaji kesesuaian PP No. 70 Tahun 2020 dengan prinsip-prinsip hukum pidana dan HAM. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan. Analisis dilakukan terhadap norma-norma hukum dalam PP No. 70 Tahun 2020 serta ditinjau dari teori hukum pidana dan perlindungan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemidanaan kebiri kimia secara normatif memiliki legitimasi hukum dan dapat dipandang sebagai bentuk ultimum remedium dalam kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak yang berat. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan, seperti penolakan dari kalangan medis, potensi pelanggaran HAM, dan masih lemahnya sistem rehabilitasi terhadap pelaku sehingga diperlukan penguatan regulasi teknis, pengawasan pelaksanaan, dan pendekatan multidisipliner untuk memastikan efektivitas kebijakan ini.