Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Aplikasi E-Modul Berbasis Android untuk Pelajaran Animasi 2D dan 3D Rahmad Surya; Hendri Ahmadian; Ridwan Ridwan; Khairan AR; Sri Wahyuni; Bustami Bustami
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/crc.v7i1.13632

Abstract

This study has the aim of designing an Android-based 2D and 3D animation e-module application which will later become a source of learning for students and also determining the feasibility level of the 2D and 3D animation e-module application to improve student learning outcomes. This study uses research and development (R & D) research methods and uses the Luther development model in developing software engineering applications using MIT App Inventor. This type of research is in the form of quantitative research in which all data is obtained through questionnaires from media experts, material experts, and students, as well as the results of pre-test and post-test students. The respondents in this study were 11 students in Class XI multimedia animation lessons in 2D and 3D. The hypothesis was tested using a paired t-test. The study's findings revealed that the use of 2D and 3D animation e-module applications had significant an impact on improving student learning outcomes.
Rancang Bangun Smart Learning Elektronika Berbasis Android pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Mursyidin Mursyidin; Sri Wahyuni; Junaidi
Jurnal Ilmiah Informatika Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Informatika
Publisher : Department of Science and Technology Ibrahimy University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jimi.v7i2.128-135

Abstract

The lack of variety of learning resources can be an obstacle in the teaching and learning process, learning that is only guided by the teacher and the material given by each meeting will greatly affect the success of learning. This electronic smart learning application is designed to make it easier for students to deepen their understanding of basic electronic lecture materials. This android-based electronic smart learning application was developed using research and development (R&D) methods and using the ADDIE development model. The results of the material expert validation showed that the application was worthy of use as a learning medium with an average score of 85% with "very suitable" criteria, and the media expert validation results obtained an average score of 82.22% with the "very suitable" criteria.
The Design of IoT Based Lighting Installation Tools in Electrical Installation Engineering and Microcontroller Systems Courses Kurniawan Kurniawan; Sri Wahyuni; Mursyidin Mursyidin
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/crc.v7i2.15456

Abstract

Internet of Things (IOT)-based lighting installation development Since teaching aids are an exact science, it is essential to have a tool that can depict the subject covered in the Electrical Installation Engineering course. The teaching tools created are meant to help lecturers better present the topic for electrical installation engineering to their students while also making it simpler for them to comprehend. In order to turn on and off lights and outlets using a smartphone and a manual switch in the event that the wifi network is damaged, this study added Internet of Things (IOT) installation procedures and a swap switch. The Research & Development approach is being used in this investigation. A validation sheet is created by planning and creating research instruments, which is what is done to test the viability of instructional aids by professional validators. According to the results of expert validation, this teaching tool is appropriate for use with media and material experts based on the percentage values of media expert 1 receiving a score of 94.28% and media expert 2 receiving a score of 97.14%, and for material expert 1 receiving a score of 90% and material expert 2 receiving a score of 92%, with the category "Very Eligible".
Pengaruh Penggunaan Media Animasi Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA Sri Wahyuni; Amna Emda; Hayatuz Zakiyah
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v2i1.10743

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Media Animasi pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas X di SMAN 1 Unggul Seulimeum Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan berfikir kritis dan aktivitas belajar siswa setelah menerapkan pembelajaran menggunakan media animasi. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain kelompok tunggal pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Unggul Seulimeum, sedangkan sampel penelitian diambil siswa kelas X-2 berjumlah 20 orang secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis yang terdiri dari pretest, posttest, LKS, dan lembar observasi kegiatan siswa. Data observasi dianalisis dengan menggunakan teknik persentase sedangkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji-t menggunakan program SPSS20. Persentase aktivitas belajar siswa mencapai rata-rata 85% yang termasuk pada kategori baik sekali dan hasil kemampuan berpikir kritis dari hasil uji-t diperoleh Nilai sig sebesar 0,000 0.05. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa  H0 ditolak dan terjadi penerimaan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media animasi pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit terhadap kemampuan berfikir kritis dan aktivitas belajar siswa kelas X di SMAN 1 Unggul Seulimeum Aceh Besar.
Analisis Clustering Penduduk Miskin Di Provinsi Aceh Menggunakan Algoritma K-Means Dan X-Means Bustami Bustami; Rike Mahara; Hendri Ahmadian; Sri Wahyuni; Khairan AR
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i1.3961

Abstract

Abstrak-Analisis Clustering merupakan salah satu metode yang bertujuan untuk mengelompokan data/objek berdasarkan kemiripan dan ketidakmiripan karakteristiknya. Sehingga objek yang berada pada satu cluster memiliki kemiripan yang besar dan sangat kecil bila dibandingkan dengan cluster lain. Algoritma K-means merupakan salah satu metode pengelompokan non hierarki yang paling umum digunakan, namun pada algoritma ini pengguna harus mengetahui jumlah kelompok yang akan dikelompokan. Sedangkan algoritma X-means merupakan pengembangan dari algoritma K-means, dimana algoritma ini mampu mengelompokan datanya sendiri tanpa menginput jumlah k. Algoritma X-means akan berhenti melakukan pengelompokan hingga batas cluster maksimal tercapai. Algoritma X-means juga tau kapan dan dimana centroid baru harus muncul berdasarkan perhitungan nilai Bayesian Information Criterion  (BIC). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis clusteringK-means dengan X-means menggunakan data penduduk miskin provinsi Aceh tahun 2018 dan data Iris. Hasil pengujian clustering dengan data Iris memiliki tingkat kemurnian dan hasil pengelompokan yang baik dari masing-masing algoritma. Yaitu nilai purity pada K-means sebanyak 0.89 dan pada X-means 0.88 dengan nilai Davies Bouldin Index (DBI) masing-masing 0.16. Dan hasil pengujian clustering dengan data penduduk miskin menunjukkan bahwa pada algoritma K-means didapatkan tingkatan kemiskinan dengan kategori Sangat Miskin berada pada cluster nol, kategori Miskin pada cluster dua, kateogori Rentan Miskin berada pada cluster tiga dan kategori Tidak Miskin berada pada cluster satu. Dan pada algoritma X-means diperoleh tingkatan kemiskinan dengan kategori Sangat Miskin berada pada cluster satu, kategori Miskin pada cluster tiga, kategori Rentan Miskin berada pada cluster dua dan kategori Tidak Miskin berada pada cluster nol. Berdasarkan Waktu yang dibutuhkan selama proses clustering algoritma X-means memiliki kecepatan yang lebih baik yaitu 0.06second. Sedangkan K-means membutuhkan waktu selama 0.22 second. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma X-means lebih cepat dalam melakukan pengelompokan dibandingkan algoritma K-means. Kata Kunci : Penduduk Miskin, K-means, X-means, Purity, Davies Bouldin Index (DBI)
Analisis Teknik Penyerangan Phishing Pada Social Engineering Terhadap Keamanan Informasi di Media Sosial Profesional Menggunakan Kombinasi Black Eye dan Setoolkit Sri Wahyuni; Irfan Murti Raazi; Ima Dwitawati
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i1.3962

Abstract

Abstrak - Di era teknologi yang kian maju dan berkembang luas seperti sekarang ini, informasi merupakan aset yang sangat perlu dilindungi oleh suatu organisai ataupun individu, informasi yang bersifat privasi penting untuk dilindungi agar tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Penyerangan social engineering hingga saat ini masih terus meningkat, hal ini terjadi karena pelaku mengetahui bahwa rantai terlemah pada sistem keamanan jaringan itu sendiri ialah pengguna, sehingga perancangan sistem keamanan yang baik harus disertai pemahaman tentang penyerangan dan ancaman oleh pengguna itu sendiri. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk dapat menjelaskan teknik penyerangan dengan memanfaatkan manipulasi psikologis yang dilakukan berdasarkan bagaimana cara korban berpikir dan bertindak. Teknik penyerangan phishing email spoofing adalah salah satu jenis penyerangan social engineering yang dilakukan dengan menggabungkan black eye dan setoolkit. Sehingga dapat memberikan informasi terkait dalam mengambil tindakan dalam melakukan suatu hal tentang social engineering dan acamannya.Kata kunci : Social engginering, Phishing, Email Spoofing, Black Eye, Setoolkit Abstract - In the era of increasingly advanced and widespread technology as it is today, information is an asset that really needs to be protected by an organization or individual, information that is privacy is important to protect so that it cannot be accessed by unauthorized parties. Social engineering attacks are still increasing, this happens because the hacker know that the weakest chain in the network security system itself is the user, so that a good security system design must be accompanied by an understanding of attacks and threats by the users themselves. The purpose of writing this article is to be able to explain attack techniques by utilizing psychological manipulation that is carried out based on how the victim thinks and acts. Email spoofing phishing attack technique is one type of social engineering attack that is carried out by combining black eye and setoolkit. So that it can provide information related to taking action in doing something about social engineering and its threats.Keywords : Social engginering, Phishing, Email Spoofing, Black Eye, Setoolkit
Penentuan Kondisi Tulang Femur Menggunakan Analisis Tekstur Pada Citra Digital Sri Wahyuni
Elkawnie Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v1i2.537

Abstract

Rangka (tulang) merupakan struktur penting penyusun tubuh manusia. Terdapat beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan kelainan-kelainan pada tulang yang kemudian menggangu efektifitas fungsi tulang. Dalam hal ini patah tulang (fraktur) dan pengapuran tulang (osteoporosis) merupakan 2 kondisi yang sangat sering ditemukan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian metode pengolahan citra digital dengan analisis tekstur pada penentuan kondisi tulang femur. Secara umum, sistem pengenalan kondisi tulang femur tersebut terdiri dari dua bagian utama, yaitu ekstraksi ciri menggunakan analisis tekstur yang menghitung nilai-nilai statistik citra bersasarkan histogramnya serta klasifikasi dengan metode K nearest neighbor (KNN). K-NN merupakan metode pengenalan objek berdasarkan perhitungan jarak terdekat dengan data pembelajaran. Pada kondisi fraktur ekstraksi ciri dengan operasi morfologi menunjukkan adanya diskontinuitas, hal ini yang kemudian akan menjadi indikasi pada kondisi femur fraktur, begitu pula dengan pengenalan morfologi pada kondisi lainnya. Adapun hasil pengujian dan analisis simulasi sistem menunjukkan bahwa pengujian secara terpisah pada masing-masing kondisi memiliki nilai akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pengujian secara bersamaan. Untuk pengujian osteoporosis memiliki nilai akurasi tertinggi yaitu 90%. Perbaikan metode pada tahap pre-processing diharapkan mampu meningkatkan nilai akurasi yang diperoleh begitu juga dengan penambahan jumlah data yang digunakan. Kata kunci :
Pengaruh Penggunaan Jenis Modulasi Sistem HAPS pada Layanan DVB-T Sri Wahyuni
Elkawnie Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v2i2.2689

Abstract

DVB-T (Digital Video Broadcasting- Terresrial) merupakan sebuah standar terbuka dalam transmisi video digital yang telah diakui secara internasional dikeluarkan oleh ETSI. Pada penelitian ini akan menganalisis pengaruh pemilihan jenis modulasi yang digunakan terhadap performansi layanan DVB-T pada sistem High Altitude Platforms Station (HAPS). HAPS yang dikenal sebagai stratospheric broadband adalah sebuah standar infrastruktur telekomunikasi yang serupa dengan satellite, yang ditempatkan di lapisan stratosfer. HAPS dikembangkan untuk menjalankan layanan serupa satellite dengan biaya yang lebih hemat, waktu perealisasian yang jauh lebih pendek dan memiliki cakupan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan infrastuktur terestial saat ini. Kanal HAPS dapat menyediakan hubungan LOS antara platform HAPS dengan user sehingga dapat disimulasikan dengan kanal rician. Berdasarkan hasil penelitian, performansi layanan DVB-T pada sistem HAPS dipengaruhi oleh jenis modulasi dan mode kerja yang digunakan, penggunaan modulasi QPSK dengan mode kerja 8K memberikan performansi paling baik, dengan memenuhi nilai BER yang telah ditentukan yaitu lebih kecil dari 10-4