Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendampingan dalam Perhitunga Biaya Produksi Dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas UKM Keripik Liapik Apriwandi; Debbie; Syakieb; Irene Sukma
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i1.5136

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi di berbagai wilayah. Namun, UMKM sering menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan, seperti asimetri informasi, biaya transaksi yang tinggi untuk memasuki pasar, serta keterbatasan keterampilan dan pengetahuan keuangan. Selain itu, potensi instrumen pembiayaan selain utang langsung dari bank masih belum berkembang secara optimal. Masalah lain yang menjadi perhatian akademis adalah kurangnya kemampuan manajerial dan pemasaran pemilik UMKM, serta pengelolaan keuangan yang kurang efisien, terutama terkait dengan hutang usaha dan ketersediaan bahan baku yang memengaruhi lancarnya operasional. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk menganalisis manajemen biaya dalam menentukan biaya produksi dan harga jual, serta mengidentifikasi tantangan umum yang dihadapi UMKM, khususnya di wilayah tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi efektif yang dapat meningkatkan profitabilitas dan minat UMKM. Melalui pendekatan studi reflektif, kegiatan ini difokuskan pada pembinaan bagi UMKM Keripik Liapik untuk memperkuat pengelolaan keuangan dan meningkatkan keinginan usaha dari perspektif akuntansi. Kontribusi dari kegiatan ini bagi mitra usaha Liapik meliputi kemampuan dalam (a) menentukan biaya produksi di UMKM, (b) menyusun strategi untuk mengurangi dan mengendalikan biaya produksi, serta (c) memahami dampak biaya produksi terhadap profitabilitas UMKM.
Sui Generis Geographical Indications: Reforming Indonesia’s Intellectual Property Rights for Agricultural Protection Nurani, Nina; Apriwandi; Hafied Noor Bagja
International Journal of Law and Society Vol 4 No 2 (2025): International Journal of Law and Society (IJLS)
Publisher : NAJAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59683/ijls.v4i2.344

Abstract

Geographical Indications (GI) are agricultural products of high economic value that play an important role in Indonesia's economic development. However, the potential for rights abuse requires protection through adequate Intellectual Property Rights (IPR) regulations. This study aims to analyse international regulations related to GI, evaluate the implementation of GI protection in the Trademark Law for agricultural IPR products in Indonesia, and formulate an effective sui generis IPR regime model to protect agricultural products while supporting national economic development. The study uses a normative juridical approach with a comparative analysis of international and national regulations and a study of IPR and GI theory to formulate a comprehensive regime model. The research findings show that international regulations through Paris, Madrid, Lisbon, and TRIPs provide the basis for GI protection. However, sui generis models such as the European Union or India are more suitable for Indonesia because they can protect cultural diversity and agricultural products while supporting economic development. Second, implementing GI in the Trademark Law in Indonesia is inadequate due to registration disparities, weak quality and reputation maintenance mechanisms, and complaint-based law enforcement, so specific and compelling sui generis regulations are needed. Third, an adequate sui generis IPR regime model is structured around five pillars: simple, participatory digital registration, product quality and reputation standards, collective rights protection, proactive law enforcement through general offences, and integration into national economic development strategies, with philosophical, legal, and sociological foundations. The study concludes that a sui generis IPR regime can enhance agricultural GI protection and support sustainable economic development. The study's limitations relate to the lack of empirical implementation in the field. The research's implications guide regulators in developing a more effective GI regime. The research's originality value lies in integrating international and local perspectives to build a comprehensive sui generis IPR regime for agricultural products in Indonesia.
DAMPAK PERANG RUSIA-UKRAINA TERHADAP REAKSI PASAR MODAL DAN KINERJA SAHAM SUBSEKTOR FOOD AND BEVEREGE Alghifari, Mohammad Fauzan; Apriwandi
Bina Ekonomi Vol. 29 No. 1 (2025): Bina Ekonomi: Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/be.v29i1.7840.%p

Abstract

Perang Rusia-Ukraina memberikan dampak atau dampak yang luas dan besar terhadap perekonomian global dengan indikasi penurunan nilai ekspor, kenaikan harga minyak kelapa sawit dan kenaikan harga gandum. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris perbedaan reaksi pasar modal yang diukur dengan abnormal return dan kinerja saham yang diukur dengan return aktual pada subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akibat perang Rusia-Ukraina. Metode analisis yang digunakan adalah event study dengan window period 21 hari yaitu 10 hari sebelum dan 10 hari setelah peristiwa. Sampel yang digunakan sebanyak 17 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Data diolah menggunakan metode uji t sampel berpasangan dengan menggunakan SPSS 26 for Windows . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan reaksi pasar yang diukur dengan abnormal return dan kinerja pasar yang diukur dengan return aktual pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah perang Rusia-Ukraina.