Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Dan Mental Perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu) Lezi Yovita Sari; Desi Aulia Umami; Darmawansyah Darmawansyah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.735

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu pernikakan yang dilakukan oleh seseorang yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Suatu daerah di Indonesia salah satunya Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, banyak terjadi pernikahan dini. masyarakat pribumi di sana masih menganut  suatu budaya yang sebenarnya secara tidak sadar dapat meningkatkan angka pernikahan dini yang berakibat pada dampak kesehatan fisik dan mental. Budaya tersebut adalah budaya selarian, budaya selarian adalah fenomena pernikahan paksa yang dilakukan oleh laki-laki untuk menculik perempuan supaya bisa dinikahinya dengan tanpa meminta restu dari orang tua perempuan. Adapun tujuan penelitian ini di lakukan untuk menggali informasi tentang kejadian dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dan mental perempuan di Wilaya Kecamatan Ilir Talo Kabuaten Seluma Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi , pengumpulan data penelitian ini menggunakan, observasi (pengamatan), wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), studi dokumentasi. Subyek penelitian sebanyak 17 orang yang melakukan pernikahan dini, dan obyek penelitiannya adalah dampak yang ditimbulkan pernikahan dini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab kejadian pernikahan di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yaitu hami di luar nikah, seks pranikah, kemauan sendiri, ekonomi, teman sebaya dan budaya selarian yang berkembang di wilaya tersebut, dampak yang di timbulkan terjadinya Anemia, panggul sempit, BBLR, Hipertensi, dan dampak lain yang di timbulkan tejadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan bahwa kejadian pernikahan dini berdampak pada kesehatan reprosuksi perempuan.
Pengeboran Batu Tambang Emas Tradisional Berisiko Terinfeksi Kuman Mycobacterium Tuberculosis (Studi Di Pertambangan Emas Tradisional Kabupaten Lebong, Bengkulu) Darmawansyah Darmawansyah
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v7i2.587

Abstract

Background: Pulmonary TB disease is a major cause of disability and death in most countries around the world. Pulmonary TB cases in traditional gold miners in Lebong District have increased. The purpose of the study is to prove the traditional gold mine drilling is at risk of infection with Mycobacterium Tuberculosis in Lebong District.Method: This study used case control design. The sample of this study were 78 people consisting of 39 cases and 39 controls on traditional gold miners. The independent variable of this research is mining drilling activity. The data were analyzed using chi square test and Odd Ratio along with Confidence Interval.Results: The statistical results revealed that there is a significant correlation of drilling mine activity to the incidence of pulmonary tuberculosis in traditional gold miners (p = 0.001). Mine rock drilling has a risk factor for the incidence of pulmonary TB in traditional gold miners (OR = 26.3 at 95% CI = 7,8-89,1). This means that miners engaged in rock drilling activities are 26.3 times more likely to suffer from pulmonary tuberculosis in traditional gold mining compared to miners who are not doing rock drilling activities.Conclusion: Performing traditional gold mining drilling activities is at risk of infection with Mycobacterium tuberculosis germs.Keywords: Drilling Activities of Mine Rock, Pulmonary TB, Traditional Goldmine Worker.
Kultur Bifasik Agar Gold Standard Deteksi Kuman Mycobacterium Tuberculosis pada Pekerja Tambang Emas Tradisional (Studi di Lebong Tambang Bengkulu) darmawansyah darmawansyah; Wulandari Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.393 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v7i04.168

Abstract

TB paru merupakan penyakit paru akibat infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis, yang menyebabkan kematian hampir disebagian besar negara di seluruh dunia. Case Notification Rate BTA positif baru dan semua kasus dari tahun ke tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka Kematian TB Paru di Provinsi Bengkulu sebesar 35 kasus selama pengobatan. Di Kabupaten Lebong kasus TB Paru terjadi peningkatan pada pekerja tambang emas tradisional dari 32% kasus meningkat menjadi 37% kasus. Di Kabupaten Lebong belum pernah dilakukan deteksi dini kuman Mycobacterium tuberculosis pada pekerja tambang emas tradisional, dimana kasus TB Paru di Kabupaten Lebong masih tinggi, maka perlu dilakukan deteksi kuman Mycobacterium tuberculosis untuk pemberatasan penyakit TB Paru dengan menggunakan metode kultur bifasik agar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya kuman Mycobacterium tuberculosis pada media kultur bifasik agar pada sputum pekerja tambang emas tradisional. Penelitian ini mengunakan pre experimental study untuk melakukan identifikasi kuman Mycobacterium tuberculosis dalam sputum dengan metode kultur bifasik agar. Sampel penelitian sebanyak 270 responden dengan kriteria inklusi sebagai penambang emas tradisional di Lebong tambang. Analisis yang digunakan adalah analisis distribusi frekuensi dan persentase variabel penelitian. Hasil penelitian didapatkan 270 sputum yang diperiksa menunjukan 49 (18,1%) responden yang positif teridentifikasi kuman mycobacterium, 99 (36,7%) responden berpendidikan SMP, dan 176 (65,2%) responden memiliki umur produktif. Diharapkan kepada instansi kesehatan melaksanakan deteksi dini TB Paru pada pekerja tambang emas tradisional secara rutin, selain itu melaksanakan upaya preventif, promotif, dan kuratif untuk eliminasi TB Paru.
Determinan Kejadian Malaria darmawansyah darmawansyah; Julius Habibi; Ravika Ramlis; Wulandari Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.958 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i03.370

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan kematian dan menurunkan produktivitas kerja. WHO menyatakan angka kematian akibat malaria diseluruh dunia diperkirakan 1,5–2,7 juta pertahun. Indonesia merupakan salah satu negara berisiko malaria. Puskesmas padang ulak tanding Kabupaten Rejang Lebong pernah mengalami KLB Malaria. Kegiatan yang sudah dilakukan Puskesmas padang ulak tanding terkait KLB malaria hanya sebatas indentifikasi nyamuk, observasi lingkungan tempat tinggal, dan penyuluhan pada masyarakat. Suatu wilayah yang mengalami KLB tidak cukup dengan identifikasi dan observasi saja, melainkan perlu dilakukan penyelidikan epidemiologi secara mendalam dengan pengkajian determinan kejadian malaria. Tujuan penelitian adalah diketahuinya determinan kejadian malaria didaerah wabah pada Puskesmas padang ulak tanding rejang lebong. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel berjumlah 175 orang. Veriabel indenpenden (Breeding palce, Reppelant, PH air, kasa ventilasi, keberadaan kandang ternak, penggunaan kelambu) dan variabel depedenden (Kejadian Malaria). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk membuktikan bahwa masing-masing variabel berisiko terhadap kejadian malaria, uji yang dilakukan adalah uji Chi Sguare (ᵡ2). Hasil Penelitian didapatkan adalah ada hubungan yang bermakna antara Breeding palce (p=0,001), Reppelant (p=0,001), PH air (p=0,001), kasa ventilasi (p=0,016), keberadaan kandang ternak (p=1,000), penggunaan kelambu (p=0,090) dengan kejadian malaria di daerah wabah. Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu membersihkan genangan air disekitar rumah, menggunakan obat anti nyamuk pada saat beraktivitas diluar rumah malam hari dan menggunakan kasa pada pentilasi rumah sehingga dapat menghidari dari gigitan nyamuk anopheles.
Peran Public Relations terhadap Informasi yang Diberikan pada Pasien Rawat Jalan Rsud Dr. M.Yunus Bengkulu Novega Novega; Tenike Gita Miranda; Darmawansyah Darmawansyah; Faisal Faisal
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.281

Abstract

Kepercayaan dan citra yang baik di mata masyarakat merupakan salah satu yang terpenting bagi eksistensi sebuah perusahaan. Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia,melalui komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga tempat kerja, pasar, masyarakat, atau dimanapun manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Begitu pentingnya komunkasi dalam kehidupan manusia, dan harus diakui bahwa manusia tidak akan bisa hidup tanpa komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Public Relations dalam memberikan  informasi kepada pasien rawat jalan  di RSUD. dr. M. Yunus Bengkulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Univariat dan Bivariat, dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana terlihat bahwa nilai t hitung untuk variabel peran Public Relations adalah sebesar 9,544 dengan signifikansi (p) = 0,00. Nilai p tersebut < α = 0,05, maka  dapat disimpulan Public Relations mempunyai pengaruh  dalam menjalin hubungan untuk menciptakan kepuasan pelangan. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan bagi penelitian lain, serta sebagai inspirasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang Public Relations, dengan penambahan variable penelitian serta dengan metode, desain dan analisis yang berbeda.
Kepuasaan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional pada Pelayanan Kefarmasian RSUD M. Yunus Kota Bengkulu Novega Novega; Darmawansyah Darmawansyah; Hairil Akbar
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i2.2490

Abstract

Menuju era global yang jauh lebih terbuka saat ini, dalam memberikan pelayanan Kesehatan di harapkan dapat merubah paradigma Kesehatan.  Tantangan terbesar dalam pelayanan Kesehatan dalam pelayanan Kesehatan itu sendiri adalah salah satunya tentang kepuasaan pasien. Secara umum, salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat agar derajat Kesehatan masyarakat meningkat adalah dengan telah di selenggarakan program jaminan kesehatan nasional oleh badan penyelenggara jaminan sosial Kesehatan atau yang di singkat JKN, program pemerintah ini juga mencakup pelayanan pada farmasi di Rumah sakit, tujuan pelayanan pada poli farmasi yakni untuk identifikasi, pencegahan dan mencegah, meminimalisir kejadian masalah yang terkait dengan obat-obatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Yunus Bengkulu dan dilaksanakan pada bulan  september sampai agustus 2021. Populasi pada penelitian ini sebanyak  67.997 pasien jaminan kesehatan nasional dan jumlah sampel 100 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengolahan data menggunakan tehnik analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. setelah dilakukan uji statistic diperoleh bahwa ada hubungan antara  kepuasaan pasien jaminan kesehatan nasional pada pelayanan kefarmasian RSUD Dr. M Yunus Kota Bengkulu dengan nilai p value (0,000). Diharapkan pelayanan kefarmasian di apotik di RSUD Dr. Yunus Kota Bengkulu lebih di tingkatkan lagi
ANALISIS EPIDEMIOLOGI, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN DALAM PENANGGULANGAN STUNTING (STUDI DI DAERAH TANAH HITAM KABUPATEN BENGKULU UTARA) WULANDARI WULANDARI; DARMAWANSYAH DARMAWANSYAH; NOVEGA NOVEGA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur dimana tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO. Angka stunting pada Balita di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2018 sebesar 3,7%, kemudian terjadi penurunan angka stunting pada tahun 2019 sebesar 2,03% dan kembali menurun pada tahun 2020 sebesar 2,0%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epidemiologi, perilaku, dan lingkungan dalam penanggulangan stunting (Studi Di Daerah Tanah Hitam Kabupaten Bengkulu Utara). Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar observasi dan wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara. Teknik analisis data dalam tahap ini data diolah dan dianalisis dengan model analisis data berlangsung atau mengalir (flow model analysis). Hasil dan Pembahasan:Hasil analisis epidemiologi ditemukan faktor resiko di Desa Tanah Hitam salah satunya adalah riwayat penyakit infeksi dimana sebesar 50% balita pernah mengalami diare dan sebesar 87,5% balita pernah mengalami ISPA dengan gejala flu, batuk dan demam. Analisis prilaku dan lingkungan menunjukkan ibu-ibu yang memiliki balita memiliki pengetahuan kurang tentang stunting sebesar 100%, sebanyak 87,5% anggota keluarga memiliki kebiasaan merokok, terdapat 87,5% pola asuh pemberian makan yang kurang baik dan sebesar 100% ibu-ibu yang memiliki Balita sering mencuci tangan tapi tidak menggunakan sabun. Kesimpulan: Analisis Epidemiologi, Perilaku, Dan Lingkungan Dalam Penanggulangan Stunting berkaitan dengan riwayat penyakit infeksi (diare dan ISPA), pengetahuan ibu yang memiliki balita kurang, anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, pola asuh pemberian makan yang kurang, dan CTPS yang tidak menggunakan sabun. Perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut mengenai stunting berkaitan dengan pengertian stunting, faktor resiko penyebab stunting, dampak, dan cara mencegah stunting.
PEROKOK PASIF DAN GIZI KURANG MERUPAKAN FAKTOR PENGHAMBAT PENYEMBUHAN PENYAKIT TB PARU (CASE CONTROL STUDY DI KABUPATEN LEBONG) Wulandari Wulandari; Darmawansyah Darmawansyah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i2.139

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang  : Penyakit TB Paru menyebabkan kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Data WHO tahun 2019 diperkirakan kasus TB Paru sebanyak 10 juta dengan angka kematian TB Paru sebesar 1,4 juta. Di Indonesia proporsi diagnosis TB Paru sebesar 68,9%, dimana di Provinsi Bengkulu sebesar 56,5%. Provinsi Bengkulu tahun  2018  memiliki  angka  kesembuhan tuberkulosis  paru  sebesar  79,3% lebih rendah  disbanding target  nasional (>85%). Angka  kesembuhan TB Paru di Kabupaten Lebong di bawah target nasional sebesar 55,7%. Tujuan penelitian ini adalah perokok pasif dan status gizi merupakan faktor penghambat penyembuhan penyakit TB Paru.Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control study secara retrospektif. Sampel terdiri dari sampel kasus dan sampel kontrol. Metode pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan cara consecutive sampling.Hasil : Analisi univariat untuk mendapatkan gambaran distribusi frekuensi terhadap variabel-variabel yang ditelitih. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square (X2) untuk mengetahui besar risiko (Odds Ratio) paparan terhadap kasus pada nilai Confidence Interval (CI) sebesar 95% (α=0,05). Perokok pasif merupakan faktor penghambat penyembuhan penyakit TB Paru (OR=4,3: 95%CI=1,9-9,9). Status gizi merupakan faktor penghambat penyembuhan penyakit TB Paru (OR=4,7: 95%CI=2,0-110).Simpulan : Perokok pasif dan gizi kurang merupakan faktor penghambat penyembuhan penyakit TB Paru.Kata kunci : Perokok Pasif, Gizi Kurang, TB Paru
Pelatihan Prosedur Keselamatan Bagi Pemandu Pariwisata Air Terjun Trisakti Desa Belitar Seberang Handi Rustandi; Danur Azissah R. Sojais; Ida Samidah; Jipri Suyanto; Murwati Murwati; Darmawansyah Darmawansyah
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 1 No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v1i2.2873

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai ribuan pulau dengan kekayaan alam dan keaneka ragaman budaya yang menarik dan memiliki ciri khas tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Indonesia memiliki obyek wisata alam yang terkenal di seluruh dunia, baik itu pantai, pegunungan, hutan wisata, air terjun, wisata goa yang potensi besar untuk menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan wisata. Tempat wisata identik dengan bersenang-senang, namun kegiatan wisata ini juga tentunya memiliki berbagai macam resiko, seperti resiko kejadian gawat atau kecelakaan yang menimpa pelaku pariwisata baik itu pekerja maupun wisatawan. Adapun kejadian gawat darurat yang dialami di tempat wisata seperti kehilangan kesadaran karena terseret arus/tenggelam, luka, patah tulang terkilir, dislokasi lutut dan sebagainya. Dalam kejadian ini pelaku pariwisata baik itu wisatawan, penyedia jasa, pendukung wisata, pemerintah, masyarakat lokal merupakan first responder yang termasuk sebagai orang awam atau masyarakat umum. Secara spontan sebagian dari mereka melakukan pertolongan terhadap korban sesuai dengan pengetahuannya (Pro Emergency, 2011). Pramuwisata adalah seseorang yang dibayar untuk menemani wisatawan dalam perjalanan mengunjungi, melihat, menyaksikan objek dan atraksi wisata yang menurut wisatawan pramuwisata adalah seseorang yang bekerja pada suatu biro perjalanan atau suatu kantor pariwisata (tourism office) yang bertugas memberikan informasi, petunjuk secara langsung kepada wisatawan sebelum dan selama perjalanan.
Pengaruh Roleplay Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Terhadap Pengetahuan Pemandu Parawisata Di Desa Blitar Sebrang Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2022 Handi Rustandi; Danur Azissah Roesliana Sofais; Ida Samidah; Murwati Murwati; Jipri Suyanto; Darmawansyah Darmawansyah
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v2i1.2961

Abstract

Background. The provision of first aid must be done quickly and accurately by using the facilities and infrastructure available at the scene. A first aid action that is done properly will reduce disability or suffering and even save the victim from death, but if the first aid action is not carried out properly it can even worsen the accident and even cause death, a tour guide must be able to provide security and safety to every tourist who visits. Health education is all activities to provide and improve the knowledge, attitudes, practices of individuals, groups or communities in maintaining and improving their own health. Purpose of this study was to determine the effect of Health Education Roleplay on First Aid in Accidents (P3K) on the Knowledge of Tourist Guides in Blitar Sebrang Village, Rejang Lebong Regency. Methods This research is analytical research with Pre Experimental Design (The One Group Pre-Test-Post Test Design). The sampling technique used stratified random sampling. The number of respondents is 35 people. Results of statistical tests before and after the intervention of health education about first aid in accidents (P3K) on the knowledge of tour guides showed a significant effect with the P-Value = 0.000 less than 0.05. Conclusion There is an Influence of Health Education Roleplay on First Aid in Accidents (P3K) on Knowledge of Tourist Guides in Blitar Sebrang Village, Rejang Lebong Regency.