Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Effectiveness of the Distribution of Zakat, Infaq and Sadaqah Funds by BAZNAS: A Comparative Study of South Kalimantan and West Java Provinces in 2019–2023 Fitriyani, Yuli; Putriana, Astia; Abdillah, M. Riduan; Machfiroh, Ines Saraswati; Hadiani, Yasir
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.852

Abstract

The effective and targeted distribution of zakat and infaq/sadaqah is the biggest challenge faced by zakat management bodies. This research was conducted to determine the level of effectiveness and performance of BAZNAS in distributing zakat and infaq/sadaqah using activity ratios, by comparing BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province. This study is different with previous studies in terms of providing a broader picture by comparing the effectiveness and performance of the distribution of Zakat and Infaq/Sadaqa funds in two provinces with contrasting Muslim population characteristics, namely West Java Province as the province with the largest Muslim population, and South Kalimantan Province which is in 14th position. The research method uses a type of quantitative descriptive data with secondary data, namely fund change reports for the period 2019-2023.  The research results show that BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province have distributed zakat and infaq/sadaqah funds very effectively, based on the Zakat Allocation Ratio and Infaq and Sadaqah Ratio which obtained values 90%.  The performance of BAZNAS of South Kalimantan Province in distributing ZIS funds has been excellent, based on the six ratios used, achieving a value 1. Meanwhile, at BAZNAS West Java Province, out of the six ratios used, only two ratios were categorized as not good, namely the Infaq Sadaqah Turnover Ratio and the Average of Days Infaq Sadaqah Outstanding in 2020 and 2022.  This is because, in those years, the collected infaq/sadaqah funds could not be distributed properly, as the funds disbursed were lower than the funds collected, causing the funds to remain idle for too long. This study indicates that the effectiveness of zakat institutions is not always influenced by the great potential of the population of the people in the region but depends on internal management and institutional distribution strategies.Pendistribusian zakat dan infaq/sadaqah yang efektif dan tepat sasaran merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh lembaga pengelola zakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan kinerja BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan infaq/sadaqah menggunakan rasio aktivitas, dengan membandingkan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dalam hal memberikan gambaran yang lebih luas dengan membandingkan efektivitas dan kinerja penyaluran dana Zakat dan Infaq/Sadaqah di dua provinsi dengan karakteristik penduduk muslim yang kontras, yaitu Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk muslim terbesar, dan Provinsi Kalimantan Selatan yang berada pada posisi ke-14. Metode penelitian menggunakan jenis data deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yaitu laporan perubahan dana periode 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan dana zakat dan infaq/sadaqah dengan sangat efektif, berdasarkan Nisbah Alokasi Zakat dan Nisbah Infaq dan Sedekah yang memperoleh nilai 90%. Kinerja BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyalurkan dana ZIS sudah sangat baik, berdasarkan keenam rasio yang digunakan memperoleh nilai 1. Sementara itu, pada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dari keenam rasio yang digunakan, hanya dua rasio yang masuk kategori kurang baik, yaitu Rasio Perputaran Infaq Sedekah dan Rata-rata Hari Beredar Infaq Sedekah tahun 2020 dan 2022. Hal ini dikarenakan pada tahun-tahun tersebut dana infaq/sadaqah yang terkumpul belum dapat tersalurkan dengan baik, karena dana yang disalurkan lebih kecil dari dana yang terhimpun, sehingga dana tersebut terlalu lama menganggur. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas lembaga zakat tidak selalu dipengaruhi oleh besarnya potensi jumlah penduduk suatu daerah, tetapi tergantung pada manajemen internal dan strategi penyaluran lembaga.
Menata APBD, Membangun Daerah: Menuju Kemandirian Fiskal Melalui Efisiensi Anggaran Serta Investasi Infrastruktur Pada Kabupaten Tanah Laut Setianda, Rizky Aldi; Suwarno, Try Edi; Abdillah, M. Riduan; Hadiani, Yasir; Laoli, Victorinus; Pulungan, Faisal Fadly; Muthmainnah, Riyadatul; Sinaga, Ananda Sabrida
Jurnal Audit dan Perpajakan (JAP) Vol. 5 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jap.v5i1.6215

Abstract

Kemandirian fiskal merupakan indikator utama dalam menilai sejauh mana daerah mampu membiayai pembangunan tanpa bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi anggaran dan investasi infrastruktur terhadap kemandirian keuangan daerah, dengan studi kasus pada Kabupaten Tanah Laut selama periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi linear berganda, penelitian ini mengevaluasi kontribusi dua variabel strategis terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik efisiensi anggaran maupun investasi infrastruktur memiliki hubungan negatif terhadap kemandirian keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi anggaran dan investasi perlu diarahkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dalam konteks teori kapasitas fiskal daerah, kondisi ini mencerminkan kebijakan fiskal daerah perlu diperkuat untuk mewujudkan kemandirian fiskal. Oleh karena itu, diperlukan formulasi strategi fiskal yang tidak hanya menekankan efisiensi, tetapi juga efektivitas serta keberlanjutan manfaat ekonomi jangka panjang dari belanja daerah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan fiskal daerah
Peran Perguruan Tinggi melakukan Edukasi Perpajakan dalam Mendukung Terciptanya Generasi Muda Taat Pajak Yasir Hadiani; Abdillah, M.Riduan; Setianda, Rizky Aldi; Putriana, Astia; Machfiroh, Ines Saraswati; Fitriyani, Yuli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i1.367

Abstract

Literasi perpajakan merupakan aspek penting dalam membentuk generasi muda yang sadar dan taat pajak. Namun, tingkat pemahaman pajak di kalangan siswa dan mahasiswa masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk seminar perpajakan bertema “Kalau Pajak Dinaikkan, Uangnya Dikemanakan?” yang diikuti oleh 150 peserta lintas jenjang pendidikan di Kabupaten Tanah Laut. Seminar ini bertujuan memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban perpajakan serta menyampaikan hasil survei mengenai minat berwirausaha dan pemahaman pajak generasi muda. Hasil survei menunjukkan bahwa 67% responden memiliki minat tinggi menjadi wirausaha dan 64% telah memahami kewajiban perpajakan. Namun, hanya 45% yang mengetahui tentang insentif pajak UMKM. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan literasi pajak, dan perguruan tinggi berperan strategis dalam mewujudkannya melalui kegiatan edukatif dan berkelanjutan
Penguatan Literasi Perpajakan pada Generasi Muda: Studi Pengabdian Masyarakat Prodi Akuntansi Perpajakan Politala di SMK Negeri 1 Takisung Smith, Khalid Al Hadring; Abdillah, M. Riduan; Hadiani, Yasir; Andreawan, Anto; Kurniawan, Ardi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.654

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Penguatan Literasi Perpajakan pada Generasi Muda” dilaksanakan oleh Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) di SMK Negeri 1 Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar perpajakan, menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini, serta memberikan pengalaman aplikatif bagi mahasiswa melalui kegiatan edukasi dan pendampingan. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, simulasi pengisian SPT Tahunan, praktik administrasi pajak sederhana (NPWP dan EFIN), serta diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi perpajakan siswa, dengan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 41,2% menjadi 82,7% setelah kegiatan. Antusiasme siswa terhadap materi dan partisipasi aktif mahasiswa sebagai fasilitator turut memperkuat efektivitas program. Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis kampus vokasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Program edukasi pajak ini diharapkan menjadi model penguatan inklusi keuangan berbasis pajak yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah menengah lainnya di Kalimantan Selatan untuk mendukung peningkatan kesadaran pajak generasi muda dan keberlanjutan pembangunan daerah. Kata Kunci: Literasi Pajak, Edukasi Pajak, Kampus Vokasi, Politala, Inklusi Keuangan Abstract The community service activity entitled “Strengthening Tax Literacy Among the Young Generation” was conducted by the D4 Tax Accounting Study Program of Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) at SMK Negeri 1 Takisung, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. The main objectives of this program were to enhance students’ understanding of basic taxation concepts, foster early tax awareness, and provide practical experience for students through educational and mentoring activities. The implementation methods included interactive lectures, simulations of annual tax return (SPT) filing, basic tax administration practices (NPWP and EFIN registration), and group discussions. The evaluation results showed a significant improvement in students’ tax literacy, with the average comprehension score increasing from 41.2% to 82.7% after the program. Students’ enthusiasm for the material and the active participation of Politala students as facilitators further strengthened the program’s effectiveness. This activity also highlights the strategic role of vocational higher education institutions in carrying out the Tri Dharma Perguruan Tinggi, particularly in community service. The tax education program is expected to serve as a model for strengthening tax-based financial inclusion that can be replicated in other vocational schools across South Kalimantan to support the improvement of young people’s tax awareness and the sustainability of regional development. Keywords: Tax Literacy, Tax Education, Vocational Higher Education, Politala, Financial Inclusion
Islamic Corporate Governance dan Kecurangan Laporan Keuangan pada Bank Syariah di Indonesia: Analisis Konten Putriana, Astia; Abdillah, M. Riduan; Anjaswari, Gati; Fitriyani, Yuli
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 4 No. 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i1.3591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh Islamic Corporate Governance terhadap kecurangan laporan keuangan pada Bank Syariah di Indonesia. Islamic Corporate Governance diproksikan dalam analisis konten yang dijadikan sebagai 6 variabel independen antara lain dewan pengawas syariah, dewan komisaris, dewan direksi, dewan komite, pengendalian internal dan manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan populasi pada Bank Syariah yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2010-2020 dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel pada Bank Syariah yang konsisten mempublikasikan laporan tahunan yang memuat laporan Corporate Governance sebanyak 99 sampel. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang memuat laporan corporate governance. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) melalui software WarpPLS 3.0. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dewan pengawas syariah berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada Bank Syariah, sedangkan pada variabel lain seperti dewan komisaris, dewan direksi, dewan komite, pengendalian internal dan manajemen risiko terbukti tidak mempengaruhi kecurangan laporan keuangan pada Bank Syariah. Diharapkan hasil penelitian ini mampu menjadi acuan dalam memprediksi dan mendeteksi secara dini faktor yang memicu ataupun mencegah kecurangan khususnya pada laporan keuangan.