Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Indeks Pembangunan Manusia di Madura: Analisis Tipologi Klassen Indah Purnama Sari; Bado Riyono; Agus Supandi
JABE (Journal of Applied Business and Economic) Vol 6, No 2 (2019): JABE Vol 6 No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jabe.v6i2.4578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Pembangunan Manusia di Madura berdasarkan tipologi klassen. Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan masyarakat. Pulau Madura menarik untuk diteliti karena berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia, Kabupaten-kabupaten di Madura menempati rangking terendah diantara kota dan kabupaten lainnya di Jawa Timur.  Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan adalah metode triangulasi, menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep dan data primer hasil wawancara dengan beberapa nara sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura terbagi menjadi tiga kuadran, yaitu : 1) Kuadran I (daerah cepat maju dan cepat tumbuh) adalah Kabupaten Pamekasan, 2) Kuadran III (daerah tertekan) adalah Kabupaten Sumenep, dan 3) Kuadran IV (daerah relatif tertinggal) adalah Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang. Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan kualifikasi dari lima tahun sebelumnya, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang stagnan, adapun Kabupaten Bangkalan justru mengalami kemunduran.  
Pengaruh Penggunaan Metode STAD Terhadap Hasil Belajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan Khaerunnisa Khaerunnisa; Deden Ibnu Aqil; Bado Riyono
INTELEKTIUM Vol 2 No 1 (2021): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v2i1.245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode Student Teams Achievment Divisions (STAD) terhadap hasil belajar mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) pada Siswa Kelas XI di SMK Mahadika 2 Jakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMK Mahadhika 2 Jakarta kelas XI yang berjumlah 70 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 02 dan XI TKR 01 yang ada di SMK Mahadhika 2 Jakarta yaitu sebanyak 46 siswa. Instrument Penelitian ; Uji validitas, Uji Reliabilitas, Taraf Kesukaran Butir Soal, Penguji Daya Beda Soal, Teknis Analisis Data ; Statistik Deskripsi Penelitian Uji-t untuk dua kelompok data dari dua kelompok sampel (Uji Hipotesis). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen dengan metode STAD lebih maksimal dibandingkan dengan kelas kontrol. begitu juga hasil uji hipotesis, bahwa terdapat perbedaann signifikan nyata antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penggunaan pembelajaran dengan metode STAD dapat memengaruhi hasil belajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Metode Keteladanan (Modeling), Pembiasaan Rutin, Dan Pendekatan Kooperatif Untuk Pembelajaran Karakter Pada Sekolah Rakyat Nur Rizkiyah; Luluk Setyowati; Loecita Sandiar; Husain Nurisman; Novita Delima; Zeinora Zeinora; Bado Riyono
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 20, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v20i2.8644

Abstract

Perkembangan media sosial, digitalisasi, dan maraknya perundungan menuntut penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat Bekasi Timur agar teknologi dan lingkungan belajar mendukung akhlakul karimah. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur (5 siswa, 2 guru, 1 orang tua), observasi partisipatif, dan kajian dokumen; data dianalisis secara tematik melalui reduksi, pengkodean, dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa metode keteladanan (modeling), pembiasaan rutin, dan pendekatan kooperatif saling melengkapi dalam membentuk karakter siswa. Modeling efektif bila guru konsisten menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan empati; pembiasaan rutin (doa pagi, piket, refleksi) menginternalisasi kebiasaan positif apabila disertai pemaknaan; pendekatan kooperatif mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan tanggung jawab kolektif namun memerlukan mekanisme penilaian individu dan pembagian tugas jelas. Temuan juga menekankan perlunya psikoedukasi dan keterlibatan komunitas untuk mencegah perilaku menyimpang serta memediasi penggunaan media digital. Integrasi ketiga metode dalam kurikulum dan budaya sekolah meningkatkan efektivitas pembelajaran karakter. Direkomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam praktik modeling dan fasilitasi kelompok, penguatan makna dalam rutinitas harian, rubrik penilaian kerja kelompok, monitoring berkala, serta keterlibatan orang tua dan komunitas untuk memastikan kesinambungan dan relevansi nilai dalam konteks modern.