Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Metode guided inquiry efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika M. Saufi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v2i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pembelajaran matematika dengan metode guided inquiry pada pokok bahasan Peluang. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Martapura, dipilih dua kelas yang dipilih secara acak. Kelas pertama merupakan kelas eksperimen diberikan pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran guided inquiry, sedangkan kelas kedua merupakan kelas kontrol yang diberikan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan metode guided inquiry efektif ditinjau dari aspek prestasi belajar dan motivasi belajar siswa, pembelajaran konvensional efektif ditinjau dari aspek prestasi belajar dan motivasi belajar siswa, dan pembelajaran matematika dengan metode guided inquiry lebih efektif daripada pembelajaran konvensional ditinjau dari aspek prestasi belajar dan motivasi belajar siswa.
Mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kepercayaan diri siswa melalui efektivitas model pembelajaran PBL M. Saufi; Muhammad Royani
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v2i2.35

Abstract

Penelitian ini berjudul “Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal dan Kepercayaan Diri Siswa melalui Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)”. Kecerdasan interpersonal termasuk dalam jenis kecerdasan majemuk. Tidak semua siswa yang memiliki kecerdasan ini. Oleh karena itu, seorang guru perlu untuk memahami dan mengembangkan potensi siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal ini. Kecerdasan interpersonal juga berhubungan erat dengan emosi seseorang sehingga kecerdasan ini berhubungan erat dengan kepercayaan diri siswa. Penelitian dilakukan pada siswa dari dua kelas yang memiliki kemampuan setara dengan model pembelajaran yang berbeda. Kelas pertama merupakan kelas eksperimen diberikan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran problem based learning (PBL), sedangkan kelas kedua merupakan kelas kontrol yang diberikan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan dari model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa dan kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional ditinjau dari kecerdasan interpersonal dan kepercayaan diri siswa.
Problem based learning Muhammad Royani; M. Saufi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v2i2.37

Abstract

Setiap pendidikan pasti melibatkan pemecahan masalah atau rencana untuk menyelesaikan masalah. Ketika seorang guru merumuskan masalah, memberikan fakta, dan prosedur penyelesaian masalah kepada siswa tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan nalar dan penyelidikan, siswa mungkin mengingat materi tersebut tetapi tidak akan benar-benar mengerti. Oleh karena itulah, Problem Based Learning (PBL) menyediakan struktur untuk membantu siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi tidak pasif. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 3 Banjarmasin tahun 2016 yaitu tentang keefektifan model pembelajaran PBL dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kepercayan diri siswa.
Mengembangkan video pembelajaran Matematika berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan dengan model Problem Based Learning M. Saufi; Gunawan Gunawan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.339 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sudah direncanakan oleh peneliti melalui road map penelitiannya. Penelitian ini juga didanai oleh DRPM Dikti pada skema Penelitian Dosen Pemula. Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa PBL dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan video pembelajaran dengan mengacu pada penelitian tersebut. Di dalam proses belajar mengajar di SD, pembelajaran tentang kearifan lokal dimulai tentang pengenalan siswa terhadap lingkungannya. Hal ini dikarenakan lingkungan erat kaitannya dengan kearifan lokal. Banyak informasi-informasi yang dapat dijadikan sebagai materi untuk pembelajaran, salah satunya pembelajaran matematika. Akan tetapi, hal ini cenderung bukan menjadi ciri khas dari pembelajaran yang dimaksud. Di lapangan, informasi-informasi yang dijadikan materi ajar hanya dijadikan sebagai media pembelajaran untuk memudahkan mempelajari materi pembelajaran, sehingga untuk setiap mata pelajaran termasuk matematika dapat menerapkan pembelajaran tersebut. Padahal untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa tidak cukup hanya itu. Seharusnya pembelajaran tersebut dimulai dari kearifan lokal, selain mampu meramu menjadi sebuah materi ajar, seorang guru juga mampu mengambil manfaat berupa nilai-nilai atau karakter yang diambil pada suatu bentuk kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang nyata agar pemahaman siswa menjadi bermakna. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan video pembelajaran matematika ini. Setelah melalui proses ujicoba, video pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sehingga layak dimanfaatkan untuk pembelajaran di kelas.
Mengembangkan berpikir kreatif siswa melalui efektivitas pembelajaran Matematika menggunakan peta konsep M. Saufi; Arifin Riadi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.311 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v12i1.404

Abstract

Kecakapan-kecakapan yang dimiliki siswa dapat dievaluasi oleh guru melalui writing assignment. Jika writing assignment itu berupa peta konsep yang diperoleh siswa dari pembelajaran, yang dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, maka kemampuan berpikir kreatif dapat pula dievaluasi oleh guru. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuasi eksperimen. Pada kuasi eksperimen ini subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi peneliti menerima keadaan subjek apa adanya. Penggunaan desain dilakukan dengan pertimbangan bahwa kelas yang ada telah terbentuk sebelumnya, sehingga tidak dilakukan lagi pengelompokkan secara acak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan peta konsep untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa MA pada pokok bahasan irisan kerucut efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SD Kota Banjarmasin Vivi Aulia; M. Saufi
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i3.709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Kota Banjarmasin melalui penerapan tujuh komponen manajemen pada MBS. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sebanyak lima Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah/pengajar di jenjang SD sederajat di Kota Banjarmasin yang terdiri dari SD negeri dan swasta diwawancarai mengenai implementasi MBS sesuai dengan kondisi dan situasi di sekolahnya masing-masing berdasarkan indikator MBS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada manajemen kurikulum dan pembelajaran, semua sekolah telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum. Kemudian, pada manajemen peserta didik, semua sekolah melaksanakan PPDB sesuai dengan ketentuan dan melakukan program pembinaan karakter disiplin, BK, kesehatan, dan keamanan. Selanjutnya, pada manajemen pendidik dan tendik, setiap sekolah memiliki ragam perencanaan, pengadaan, perekrutan, serta pembinaan pendidik dan tendik. Pada manajemen sarana dan prasarana, semua sekolah memiliki ragam perencanaan, pengadaan, pengawasan, pemeliharaan, inventarisasi, dan penataan sarana dan prasarana. Adapun untuk manajemen keuangan dan pembiayaaan, semua sekolah memperoleh dana BOS dari Pemerintah serta memiliki ragam perencanaan, penyusunan, implementasi, serta evaluasi RKAS. Untuk manajemen hubungan sekolah dan masyarakat, semua sekolah membina dan melibatkan masyarakat sekitar pada kegiatan sekolah tertentu. Terakhir, pada manajemen budaya dan lingkungan sekolah, semua sekolah memiliki visi dan misi yang jelas. Secara umum, komponen MBS terlaksana di kelima sekolah tersebut walaupun belum sepenuhnya sempurna.
Workshop Optimalisasi Literasi Calistung Untuk Pendidik Anak Usia Dini di Gugus Paud III Kecamatan Kertak Hanyar Kamariah, Kamariah; Haswinda Harpriyanti; M. Saufi
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1274

Abstract

The workshop "Optimization of Literacy and Numeracy for Early Childhood Educators in PAUD III Cluster, Kertak Hanyar Sub-district" aims to enhance educators' ability to teach literacy and numeracy (reading, writing, and arithmetic), which are fundamental for children's cognitive development. Optimal early literacy can improve children's ability to absorb knowledge and support their future academic success. Through this training, educators are empowered to use effective, enjoyable methods that align with children's developmental stages, which will positively impact the quality of education in the area. The community service method includes socialization and needs identification with educators, interactive workshops focusing on teaching literacy and numeracy using fun methods such as games and songs, as well as simulations and hands-on practice. The creation of locally-based learning modules is also undertaken to support classroom implementation. Furthermore, evaluation and mentoring are carried out to ensure the sustainability and effectiveness of the training. The results of the activity show that the locally-based approach has a positive impact on both teachers and students. Teachers gain creative teaching methods, while students show increased interest in learning. Participants are also introduced to the integration of local culture into learning, the creation of simple teaching media, and the teaching of literacy through traditional stories and games, all aimed at improving the quality of teaching in early childhood education.