Bintang Arroyantri Prananjaya
Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Biomedical Journal of Indonesia

Profil Hormon Penderita Disorder of Sex Development (DSD) di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Nita Parisa; Rovania Yantinez Quardetta
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berdasarkan temuan klinis, penentuan diagnosis Disorders of sex development (DSD) juga didukung oleh ragam pemeriksaan penunjang seperti analisis kromosom, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium yang salah satunya berupa pemeriksaan kadar hormon. Pemeriksaan kadar hormon dapat memberikan gambaran fungsi gonadal dan adrenal, yang bermanfaat baik untuk penapisan dan juga penentuan diagnosis DSD. Studi yang bertujuan untuk mengidentifikasi profil hormon pasien DSD di Indonesia masih sangat minim, dan studi ini merupakan studi pertama yang meninjau profil hormon DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Studi ini merupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien DSD yang menjalani pemeriksaan hormon selama periode 2013-2017. Dari total 173 pasien DSD yang datang berobat ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama lima tahun terakhir, hanya 22 (12.72%) pasien yang menjalani pemeriksaan hormon. Ada 13 profil hormon yang diperiksa pada pasien DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan hormon testosteron (54.54%) sebagai hormon yang paling sering diperiksa. Pemeriksaan profil hormon sebagai salah satu alat bantu penapisan dan penegakkan diagnosa DSD belum menjadi salah satu pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Neuropsychiatric Aspects of Long Covid Bintang Arroyantri Prananjaya; Muhammad Yusuf Wijahaska; Chris Alberto Amin; Carissa Delania; Ziske Maritska; Nita Parisa; Mohammad Hilal Atthariq Ramadhan
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.v8i1.125

Abstract

Long COVID is a term used for persistent symptoms after being infected with COVID-19 with an estimated point of onset ranging from 3-12 weeks after infection. The risk factors for the occurrence of Long COVID are influenced by age, gender, comorbidity, ethnicity, and the severity of the acute phase. It is known that central, peripheral, and psychological factors play an important role in chronic fatigue, which is one of the most common symptoms of Long COVID. The most common neuropsychiatric clinical manifestations in Long COVID are sleep disturbances, fatigue, depression, anxiety disorders, decreased cognitive function or decreased concentration, and post-traumatic stress disorder. Therapeutic management for Long COVID cases involves various aspects, such as physical rehabilitation, management of pre-existing co-morbidities, mental health support management, and social services.