Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding SENDI_U

EVALUASI BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI A. Simanjuntak, Risma; Oesman, Titin Isna; Suhariyanto, Setya Bima
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.155 KB)

Abstract

Proses pengolahan batu alam akan berjalan lancar apabila didukung dengan kondisi pekerja yang prima. Hal ini di tentukan oleh beberapa kriteria antara lain beban kerja fisik dan mental yang baik. Kondisi kerja fisik pada perusahaan ini melebihi kapasitas dapat dilihat ketika pekerja menaikkan batu ke mesin pemotong batu beberapa pekerja terlihat terengah-engah. Pekerja selalu mengambil nafas panjang setelah menaikkan bongkahan batu ke mesin pemotong pada akhir pekerjaan. Hal ini didukung studi pendahuluan dengan Nordic Body Map (NBM) yang memberikan informasi bahwa 33% pekerja merasakan nyeri pada bagaian bahu, 33% nyeri pada pergelangan tangan, dan 88% nyeri pada pinggang. Beban kerja mental pekerja bagian produksi ditandai dengan pekerja melakukan pekerjaan berulang-ulang (secara monoton) dan memerlukan ketelitian dalam proses pemotongan batu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menentukan beban kerja fisik dan mental pekerja bagian pemotongan batu. guna mengklasifikasikan tingkat resiko beban kerja fisik pekerja sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan perbaikan dan memberikan rekomendasi kepada perusahaan tentang perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisik maupun mental. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode Cardiovasculair Load untuk mengukur beban kerja fisik, dan metode Bourdon Wiersma Test untuk mengukur beban kerja mental. Hasil pengukuran beban kerja fisik terberat yaitu pada responden satu (1) dengan prosentase CVL 69%, responden dua (2) 68%, responden empat (4) 75%, responden sepuluh (10) 60%, dan responden (19) 75% menunjukan perlu dilakukan perbaikan waktu kerja singkat, sedangkan pekerja lainnya diperlukan perbaikan namun masih dalam kategori ringan. Hasil pengukuran beban kerja mental rata-rata kecepatan sebesar 9,6 masuk dalam kategori Baik (B), rata-rata kesalahan 18,2 masuk dalam kategori ragu-ragu, sedangkan rata-rata konstansi sebesar 6,2 masuk dalam kategori Cukup (C). Kata Kunci : Nadi istirahat, Nadi kerja, Nadi maksimal, CVL, Tes Bourdon Wiersma.
PERBAIKAN ALAT PENUANG CAIRAN LOGAM BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMIS MENGURANGI RESIKO CEDERA FISIK PADA KARYAWAN DI PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA KLATEN Wilogo, Luthfil Khakim; Oesman, Titin Isna; Susetyo, Joko
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.009 KB)

Abstract

PT. Aneka Adhilogam Karya Klaten merupakan industri yang bergerak dibidang pengecoran logam. Pengecoran logam di PT. Aneka Adhilogam Karya masih dilakukan secara manual. Salah satu aktivitas proses produksi yaitu penuangan cairan logam ke cetakan. Proses penuangan cairan logam dilakukan menggunakan peralatan sederhana yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh sehingga terjadi postur kerja yang salah menyebabkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian dilakukan perbaikan alat penuang cairan logam berdasarkan antropometri untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian antara lain Nordic Body Map (NBM), Focus Group Discussion (FGD) dan Redesain Produk. Hasil studi pendahuluan dengan metode nordic body map (NBM) diketahui pekerja merasakan keluhan nyeri, pegal dan rasa sakit pada anggota tubuh, antara lain dirasakan sakit pada leher bagian atas 85,71%, sakit leher bagian bawah 85,71%, sakit bahu kiri 71,42%, sakit bahu kanan 57,14%, sakit leher atas kiri 28,57%, sakit punggung 85,71%, sakit lengan kanan atas 42,85%, sakit pinggang 85,71% dan sakit bokong 85,71%. Metode focus group discussion (FGD) digunakan untuAk mengevaluasi alat penuang cairan logam. Hasil evaluasi alat penuang logam dengan metode FGD ditemukan kesepakatan untuk menggantikan tongkat penuang cairan yang sebelumnya berbahan bambu digantikan dengan bahan pipa besi, menambahkan kunci antara ember dengan tongkat, menambahkan exhaust wrap dan menambah handle pada ujung tongkat. Hasil penelitian terdapat penurunan keluhan muskuloskeletal pada leher bagian atas menurun 57,14%, leher bagian bawah menurun 57,14%, bahu kiri menurun 28,57% bahu kanan menurun 28,57%, punggung menurun 42,86%, lengan atas kanan menurun 14,28%, pinggang menurun 42,86%, bokong menurun 57,14%, tangan kiri menurun 28,57%, dan tangan kanan 42,85% dan meningkatkan produktivitas sebesar 50,7%.Penelitian ini dilakukan hanya dari keluhan muskuloskeletal, maka penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambahkan metode biomekanika sebagai evaluasi terhadap penggunaan otot yang berlebihan. Kata kunci : Keluhan Muskuloskeletal, Focus Group Discussion (FGD), Nordic Body Map (NBM), Produktivitas.