Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TECHNO-SOCIO EKONOMIKA

Analisis Penentuan Tipe Fondasi Pilar Jembatan Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Walahar Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang) Deny Sukmawan; Agus Rachmat; Yushar Kadir
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - April
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.063 KB)

Abstract

Pertumbuhan volume lalu lintas yang meningkat setiap harinya melintasi jembatan bendung Walahar, sehingga derajat kejenuhan lalu lintas semakin tinggi maka perlu dibuat alternatif pembangunan jembatan baru. Bendungan Walahar dibangun pada Tahun 1925, panjang bentang rencana jembatan adalah 130 m, dengan posisi pilar jembatan berada ditengah sungai, dan terdapat pipa gas pertamina terletak sejajar jembatan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada penelitian ini digunakan untuk menentukan alternatif tipe fondasi jembatan Walahar yang efektif dan efisien berdasarkan pada kriteria-kriteria seperti kekuatan struktur, dampak lingkungan, biaya, waktu, aksesabilitas, dan metode pelaksanaan.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai bobot tertinggi didapatkan pada kekuatan struktur sebesar 28,8%, biaya pelaksanaan sebesar 24,1%, waktu pelaksanaan sebesar 17,2%, metode pelaksanaan sebesar 13,3%, aksesabilitas sebesar 9,7%, dan yang terendah adalah dampak lingkungan sebesar 7,0%. Tipe fondasi yang dikaji pada penelitian ini adalah fondasi Tiang beton pratekan pracetak, bored piles, pipa baja, dan fondasi sumuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase tertinggi dicapai oleh fondasi tiang beton pratekan pracetak sebesar 28,9%, fondasi bored piles sebesar 28,1%, fondasi tiang beton pipa baja sebesar 22,5%, dan persentase terendah adalah fondasi sumuran sebesar 20,5%. Berdasarkan urutan persentase diatas dapat diketahui bahwa fondasi tiang beton pratekan pracetak merupakan alternatif tipe fondasi yang paling efektif dan efisien untuk digunakan pada pilar jembatan Walahar. DOI: https://doi.org/10.32897/techno.2019.13.1.3
Estimasi Biaya Awal Pembangunan Hotel Dengan Metode “Cost Significance Model” Eris Rakhmat Santosa; Agus Rachmat; Yushar Kadir
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - April
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/techno.2021.14.1.574

Abstract

Pada permulaan perancangan sebuah proyek biasanya seperti kelengkapan dokumen gambar, spesifikasi teknis dan lain lainnya belum tersusun lengkap, sehingga perhitungan biaya secara akurat tidak mungkin bisa dilakukan. Di satu sisi Pemilik Proyek (Owner) sedini mungkin sangat memerlukan perhitungan biaya.  maka diperlukan suatu teknik pembuatan model estimasi biaya yang sederhana, cepat, mudah dan akurat. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk bisa  memberikan masukan dan gambaran mengenai anggaran awal proyek sedini mungkin dalam waktu yang singkat dengan hasil perhitungan yang cukup akurat dengan maksud menganalisis dan mengestimasi biaya awal pembangunan hotel di Kota Bandung menggunakan Metode Cost Significant Model. . Hasil penelitian menunjukan pekerjaan struktur, arsitektur dan elektrikal berpengaruh secara signifikan  terhadap total biaya pembangunan hotel di Kota Bandung, dimana 81,60% biaya total pekerjaan dipengaruhi oleh Pekerjaan Arsitektur, Struktur dan Elektrikal. Perinciannya adalah Pekerjaan Arsitektur 38,54%, Pekerjaan Struktur 28,52% dan Pekerjaan Elektrikal 14,54%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh pekerjaan lain. Akurasi model estimasi pembangunan hotel dengan metode “Cost Significant Model” Di Kota bandung adalah berkisar antara -4,06% sampai dengan 14,03% dengan rata-rata 6,98%, sedangkan akurasi estimasi berdasarkan estimasi metoda parameter berkisar antara -0,33% sampai dengan 33,28% dengan rata-rata 14,17%. Sehingga jelas dengan menggunakan metode “Cost Significant Model” menghasilkan estimasi yang lebih teliti dibandingkan dengan metode parameter luas bangunan sebagai estimasi awal pembangunan hotel di Kota Bandung.
Analisis Pengaruh Pengendalian Pelaksanaan Konstruksi Terhadap Waktu Pelaksanaan (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing Jakarta Barat) Agus Rachmat; Yushar Kadir; Riana Ependi
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - April
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/techno.2021.14.1.582

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor keterlambatan pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing di Jakarta Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis faktor. Sumber penelitian ini menggunakan data primer. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang yang terkait Proyek Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing di Jakarta Barat dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan penyelesaian Proyek Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing Jakarta Barat pada kelompok I yaitu Faktor Tenaga Kerja, Material, Peralatan, Perubahan, Lingkup Kontrak/Dokumen, Perencanaan dan Penjadwalan, setra Manajerial, karena kelompok faktor ini sebagai penyumbang terbesar terhadap seluruh varian yaitu dengan nilai keragaman sebesar 54,96%. Faktor kedua adalah Faktor Keuangan, Sistem Inspeksi, Kontrol dan Evaluasi. Faktor ini memiliki nilai keragaman sebesar 17,28%. Faktor ketiga adalah Faktor Letak Geografis dan Situasi. Faktor ini memiliki nilai keragaman 9,39%. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa perlu adanya penanganan yang baik terhadap variabel yang sangat berpengaruh terhadap faktor penyebab keterlambatan proyek Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing di Jakarta Barat, yaitu mengenai permasalahan Tenaga Kerja, Material, Peralatan, Perubahan, Lingkup Kontrak/Dokumen, Perencanaan dan Penjadwalan serta Manajerial, terutama pada keterlambatan pengiriman/penyediaan peralatan. Hal tersebut dapat menjadi strategi dan solusi terbaik yang digunakan untuk dapat meminimalis terjadinya keterlambatan waktu pelaksanaan konstruksi pada Pembangunan Rumah Susun Tinggi Polri Pesing di Jakarta Barat.