Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN GASTRITIS DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN Muhammad Purqan Nur

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v2i1.20199

Abstract

Gastritis adalah suatu kondisi dimana lapisan kulit dalam lambung mengalami peradangan atau pembengkakan. Oleh sebab itu, gastritis kerap juga disebut sebagai radang lambung. Gastritis dapat muncul secara mendadak (gastritis akut) maupun berlangsung dalam waktu yang lama (gastritis kronis). Penderita gastritis penyakit ini sangat menganggu aktifitas sehari-hari. Pasien akan mengalami keluhan mual, muntah, kembung, rasa penuh atau terbakar di perut bagian atas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan asuhan keperawatan keluarga pada pasien gastritis dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman (nyeri). Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan rasa nyaman. Adapun instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan adalah nyeri kronis berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah penyakit gastritis. Setelah diberikan tindakan keperawatan selama tiga hari, nyeri yang dirasakan pasien hari pertama adalah skala nyeri sedang (4) dan mengalami penurunan pada hari ketiga dengan skala nyeri ringan (2). Keluarga juga sudah mampu mengenl masalah penyakit gastritis setelah diberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan tentang penyakit gastritis. 
PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKHNIK GUIDED IMAGERY PADA PASIEN PRE OPERATIF Sitti Maryam Bachtiar; Muhammad Purqan Nur
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3269

Abstract

Pendahuluan. Kecemasan pre operasi merupakan Perasaan takut akan nyeri yang dirasakan pada saat operasi atau adanya rasa khawatir akan terjadinya kegagalan dalam prosedur operasi, sehingga kecemasan sebelum operasi bisa menyebabkan hipertensi, peningkatan detak jantung dan dapat menyebabkan perdarahan dan menurut penelitian yang telah dilakukan Ulfa (2017), tingkat kecemasan pasien yang menjalani operasi, 20% dengan kecemasan ringan, 73% kecemasan sedang dan 7% dengan kecemasan berat. Oleh karena itu, maka perawat perlu memberikan tindakan pre operatif salah satunya adalah tekhnik guided imagery. Tujuan. menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operatif abses appendikular menggunakan metode guided imagery. Metode. Menggunakan rancangan pre test–posttest, dengan sampel pasien dengan pre operatif abses apendikular. Cara pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara dan observasi. Analisa data dengan Analisis bivariat dengan dua variabel, menganalisis perbandingan tingkat kecemasan sebelum dan setelah penerapan teknik guided imagery. Hasil: Ada 20 tanda dan gejala kecemasan yang dialami pasien, kemudian setelah diterapkan teknik guided imagery terjadi penurunan tanda dan gejala yang dialami oleh pasien menjadi 10. Sebelum pasien diantar ke ruang operasi kembali dilakukan pemeriksaan tanda dan gejala kecemasan pada pasien dan didapatkan sebanyak 10 tanda dan gejala kecemasan. Setelah diberikan teknik guided imagery, terjadi penurunan tanda dan gejala kecemasan menjadi 5 tanda dan gejala kecemasan Kesimpulan Teknik guided imagery mampu menurunkan kecemasan pada pasien pre operatif sehingga penting bagi perawat untuk menerapkan teknik guided imagery ini
Simulasi Interaktif untuk Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Cardiopulmonary Resuscitation ( Cpr) dan Penanganan Choking Indra Fajarwati Ibnu; Aminuddin Syam; Muhammad Purqan Nur; Isriani Suriati; Septiyanti Septiyanti; Warlinda Warlinda
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/gpmtyp25

Abstract

Kegawatdaruratan seperti henti napas dan tersedak sering terjadi di sekolah serta memerlukan respons cepat untuk mencegah kondisi kritis. Sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman dasar dalam penanganannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terkait CPR dan penanganan choking melalui simulasi interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan demonstrasi langsung diikuti simulasi menggunakan manekin untuk CPR dan peran siswa sebagai korban dan penolong untuk penanganan choking. Sebanyak 30 siswa SMPN 4 Mangarabombang, Kabupaten Takalar menjadi mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan diskusi pasca kegiatan. Hasil menunjukkan simulasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa. Sebanyak 85% siswa mampu melakukan pemeriksaan kesadaran dan pernapasan korban dengan benar, 78% siswa menguasai teknik Heimlich maneuver, dan 80% siswa mampu menjelaskan urutan tindakan BHD. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa teramati selama simulasi. Kegiatan ini memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan literasi kesehatan siswa sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.