Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Revolusi Oktober dan Pengaruhnya bagi Perang Dunia I Candra Ulfah Kusuma Dewi; Yuliati Yuliati
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini berupaya untuk menjelaskan proses terjadinya Revolusi Oktober serta pengaruhnya terhadap Perang Dunia I. Artikel ini disusun dengan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan historis. Hasil kajian menunjukkan jika Revolusi Oktober atau dikenal sebagai Revolusi Bolshevik adalah revolusi yang dilakukan oleh partai komunis Rusia, dibawah pimpinan Vladimir ilyich ulyanov atau kemudian dikenal sebagai Vladimir Lenin.Tujuan dari revolusi ini adalah untuk menumbangkan koalisi nasionalis yang di pimpin oleh Alexander Kerensky perpindahan kekuasaan yang terjadi menyebabakan chaos yang luar biasa di Rusia dan perjalanan Perang Dunia I revolusi ini menandai runtuhnya seluruh penggaruh monarki Rusia yakni dinasti Romanov yang sudah lama berkuasa di Rusia.Kata Kunci: Revolusi, Lenin, Perang Dunia I, Tsar Nicolas IIAbstractThis article attempts to explain the process of the October Revolution and its impact on World War I. This article was prepared using a qualitative descriptive method with a historical approach. The results of the study show that if The October Revolution known as the Bolshevik revolution was a revolution carried out by the Russian communist party, under the leadership of Vladimir ilyich ulyanov or later known as Vladimir Lenin. The aim of this revolution was to overthrow the nationalist coalition led by Alexander Kerensky, the transfer of power which occurred due to the extraordinary chaos in Russia and the journey of World War I.Keywords: Revolution, Lenin, World War I, Tsar Nicolas II
Filsafat Materialisme: Dialektika Perubahan pada Sistem Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 *Annisa Luhur Padmahardi; Yuliati Yuliati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Februari, Ilmu Sejarah dan Media Pembelajaran
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v7i1.16167

Abstract

Tujuan dituliskannya artikel ini adalah untuk mengetahui keterkaitan pada aliran filsafat materime yaitu dialektika peningkatan Pendidikan pada masa pandemic covid-19. Dalam menulis artikel penulis menggunakan metode library research dengan menggunakan sumber buku dan jurnal-artikel. Dialektika merupakan sebuah salah satu aliran dari filsafat materialism Karl Marx yang menjelaskan tentang segalal sesuatunya dapat berkembang sesuai dengan hukum dialektika yang memandang pada berbagai sesuatu materi yang nyata dan bergerak. Pada dunia Pendidikan untuk aliran dialtika ini hanya mencangkup pengetahuan yang dapat dipercaya. Pada aliran dialektika Karl Mrax yang mengadaptasi dari dialektika Hegel, yang diyakini dalam perubahan dunia dan munculnya sebuah sifat-sifat baru pada perkembangan. Apabila dikaitkan dengan perkembangan Pendidikan pada masa kini dengan menggunakan berbagai macam jenis teknologi dan terdapat situasi yang dimana dapat menghambat berjalannya sebuah Pendidikan pada pandemic covid-19. Pandemic covid-19 yang telah merubah bentuk sistem Pendidikan yang ada dan dengan berbagai macam dampak yang terjadi pada dunia Pendidikan.
Perbandingan Konsep Tujuan Pendidikan Ikhwan Al-Safa dengan Pendidikan Islam di Indonesia Masa Pergerakan Zahira Irhamni Arrovia; Yuliati
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i1.40

Abstract

Ikhwan Al-Safa merupakan organisasi yang menekuni bidang kajian filsafat pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam. Adapun salah satu hasil pemikirannya terhadap tujuan pendidikan adalah moral dan dilandaskan pada aliran filsafat religius-rasional. Pendidikan Islam tidak hanya berkembang di wilayah yang berbasis agama Islam, melainkan juga terdapat di beberapa negara seperti Indonesia. Pendidikan Islam di Indonesia mulai mengalami pembaruan pada masa pergerakan atau abad ke-20 Masehi. Banyak organisasi Islam yang memberikan perhatiannya terhadap kondisi pendidikan Islam di Indonesia, seperti Adabiyah school, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan sebagainya. Berdasarkan pemaparan tersebut maka penulisan dalam artikel ini hendak mengkaji perbandingan dari tujuan pendidikan berdasarkan pemikiran Ikhwan Al Safa dengan tujuan pendidikan di Indonesia pada masa pergerakan nasional. Metode penelitian menggunakan jenis kualitatif deskriptif, sumber data berupa sumber tertulis relevan, dan teknik analisis data yang digunakan content analysis. Berdasarkan hasil yang diperoleh antara tujuan pendidikan Islam Ikhwan Al Safa dengan pendidikan Islam di Indonesia masa pergerakan memiliki persamaan yaitu mencetak generasi yang berlandaskan pada ajaran Islam dan berintelektual. Namun, antara keduanya tentunya memiliki perbedaan dimana organisasi Islam di Indonesia dalam merumuskan tujuan pendidikannya tergantung dari aliran filsafat yang mereka tekuni.   Kata Kunci: Ikhwan Al-Safa, Pendidikan Islam, Pergerakan Nasional Abstract Ikhwan Al-Safa is an organization that is engaged in the study of educational philosophy, especially in Islamic education. One of the results of his thoughts on the purpose of education is moral and it is based on a religious-rational philosophy. Islamic education is not only developing in areas based on Islam, but also in several countries such as Indonesia. Islamic education in Indonesia began to experience renewal during the movement or the 20th century AD. Many Islamic organizations pay attention to the condition of Islamic education in Indonesia, such as the Adabiyah school, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, and so on. Based on this explanation, the writing in this article intends to examine the comparison of educational goals based on the thoughts of Ikhwan Al Safa with the goals of education in Indonesia during the national movement. The research method uses descriptive qualitative type, the data source is the form of relevant written sources, and the data analysis technique used is content analysis. Based on the results obtained, the objectives of Ikhwan Al Safa's Islamic education and Islamic education in Indonesia during the movement have the same thing, namely creating a generation that is based on Islamic teachings and intellectuals. However, there are differences between the two of course, where Islamic organizations in Indonesia in formulating their educational goals depend on the philosophical stream which they are engaged in.
Implikasi Keterkaitan Model Pembelajaran Teacher Curatorial Studies Program Terintegrasi Residensi Galeri dalam Peningkatan Kompetensi Kuratorial Guru Seni Budaya Iriaji; Yuliati; Usep Kustiawan; Ahmad Sholikin; Ageng Wiro Leksono; agengwiro103@gmail.com
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9418

Abstract

                This study aims to examine the implications of the relationship between the Teacher Curatorial Studies Program (TCSP) learning model that is integrated with gallery residency in improving  the curatorial competence of cultural arts teachers. The TCSP model is designed to provide practical experiences through collaboration with art galleries that allow teachers to be directly involved in the curatorial process, including exhibition management and the drafting of artistic concepts. This study uses a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques and observations of cultural arts teachers who participate in this program. The results show that the integration of gallery residencies enriches teachers' learning experiences in terms of organizing exhibitions, managing artworks, and effective visual communication. With hands-on mentoring and hands-on experience in the gallery, teachers' curatorial competence has significantly improved, which is reflected in their ability to design and present art exhibitions in schools. In addition, this model also contributes to increasing teachers' understanding of the importance of managing artworks that are contextual and relevant to local cultural dynamics. Overall, TCSP integrated gallery residencies proved effective in strengthening the curatorial skills of cultural arts teachers, which in turn had a positive effect on the quality of art teaching in schools.