Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERBANDINGAN METODE CROSS VALIDATION DAN GENERALIZED CROSS VALIDATION DALAM REGRESI NONPARAMETRIK BIRESPON SPLINE Luh Putu Safitri Pratiwi
Jurnal Varian Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v1i1.49

Abstract

Regression analysis is one of the most popular methods in statistics to explain causal relationships between one predictor variables to one response variable. In general, modeling can be done using regression analysis. The regression curve can be assumed by the parametric regression approach and the nonparametric regression approach. However, not all data acquired follows a certain pattern so that this type of data uses a nonparametric regression approach. The nonparametric regression approach is not related to the assumption of the regression curve form as it is to the parametric regression, and more flexible. There are several techniques performed for estimation in nonparametric regression ie Spline. Some cases in the regression analysis found many problems that can not be solved by simple regression analysis of one response because if using two response variables in the research, it must be seen the value of correlation between variables. As a result, regression issues must be solved by the birespon regression model. This study aims to describe the IMR and malnutrition status of children under five and to get the Spline model in the best birespon nonparametric regression through the relationship between the suspected variables by using Cross Validation (CV) and Generalized Cross Validation (GCV) methods. The results obtained are the best model that is suitable for health by using CV method, obtained the minimum CV value located on Spline model linear one knot that is equal to 77.37831 with MSE of 76.75449.
Pemodelan Menggunakan Metode Spasial Durbin Model untuk Data Angka Putus Sekolah Usia Pendidikan Dasar Luh Putu Safitri Pratiwi; Shofwan Hanief; I Ketut Putu Suniantara
Jurnal Varian Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v2i1.314

Abstract

Masalah anak yang putus sekolah perlu mendapatkan perhatian karena salah satu indikator yang berguna untuk mengukur kemajuan sumber daya manusia pada bidang pendidikan. Untuk menekan laju pertambahan jumlah anak putus sekolah tersebut dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah anak putus sekolah dan berpotensi dalam meningkatkan laju pertumbuhan anak yang putus sekolah. Pemodelan yang menggunakan pengaruh daerah (area) disebut pemodelan spasial. Ciri dari pemodelan spasial adalah adanya matriks pembobot yang merupakan penanda adanya hubungan antara suatu wilayah dengan wilayah lain. Salah satu model spasial yaitu Spasial Durbin Model (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah anak putus sekolah di wilayah Bali dengan menggunakan metode SDM dan ingin menetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anak putus sekolah di wilayah Bali. Model yang didapat ialah pemodelan SDM menghasilkan nilai AICc yang lebih kecil dibandingkan pemodelan dengan OLS. Tidak adanya lag variabel independen yang signifikan menyebabkan hasil estimasi parameter menggunakan SDM menjadi tidak signifikan akan tetapi pada identifikasi nilai Moran’s I mengidentifikasikan adanya dependensi spasial pada variabel independen yang artinya ada kemiripan sifat untuk lokasi yang saling berdekatan.
Perbandingan Pembobotan Seemingly Unrelated Regression – Spatial Durbin Model Untuk Faktor Kemiskinan Dan Pengangguran Luh Putu Safitri Pratiwi; Ni Putu Nanik Hendayanti; I Ketut Putu Suniantara
Jurnal Varian Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v3i2.596

Abstract

Hukum I Tobler menduga segala sesuatu di suatu wilayah berhubungan erat dengan wilayah lainnya sehingga pemodelan analisis spasial lebih tepat digunakan untuk memodelkan faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan dan pengangguran di suatu wilayah dengan memperhatikan efek spasialnya Salah satu metode spasial yang bisa digunakan ialah Seemingly Unrelated Regression-Spatial Durbin Model (SUR-SDM). Di dalam penelitian SUR SDM diperlukan suatu pembobot yang digunakan untuk menghitung koefisien autokorelasi. Matriks pembobot yaitu matriks yang elemen-elemennya adalah nilai pembobot yang diberikan untuk perbandingan setiap daerah tertentu. Metode penentuan matriks pembobot dalam penelitian ini dengan menggunakan Queen Contiguity dan pembobot customize. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemiskinan dan pengangguran serta faktor – faktor yang diduga mempengaruhinya menggunakan metode SUR-SDM dengan bobot Queen Contiguity dan Customize. Adapun variabel-variabel yang digunakan yaitu Variabel respon terdiri dari persentase rumah tangga miskin (%) (y1) dan angka pengangguran (%)(y2). Sedangkan variabel bebasnya yaitu terdiri dari: persentase jumlah sarana pelayanan kesehatan meliputi posyandu, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dokter praktek, klinik bersalin, dan pos KB (%) (x1), persentase jumlah sarana sekolah meliputi TK, SD, SLTP, SMU, dan SMK (%) (x2), persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian (%) (x3), persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih (PDAM) (%) (x4), dan rasio penduduk yang belum tamat SD (x5). Hasil yang didapat yaitu pemodelan SUR-SDM dengan bobot Customize menghasilkan nilai R-Square yang lebih kecil dibandingkan bobot queen di kedua variable respon yaitu sebesar 80.60% dibandingkan queen sebesar 80.64 untuk variable kemiskinan dan untuk variable pengangguran bobot Customize mengasilkan nilai 92.51% lebih kecil disbanding queen sebesar 92.53%
Analisis Pola Kunjungan Obyek Wisata Di Bali Menggunakan Algoritma FP- Growth Ida Ayu Gde Suwiprabayanti Putra; Luh Putu Safitri Pratiwi
Media Aplikom Vol 10 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer YOS SUDARSO Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33488/1.ma.2018.2.60

Abstract

The island of Bali is still a favorite destination and the largest foreign exchange contributor in Indonesia. Although the island of Bali has always been the attraction of many visitors, the place visited by tourists is not too diverse. Visible on the data of tourist visits released by the Tourism Office of Bali Province Government, there are three most visited districts namely Tabanan, Gianyar and Badung. There is a large number of visits with six other districts. If this pattern continues, there is the possibility of boredom going to be experienced by tourists and leads to a declining visit to the island of Bali. Tourists who feel that they have visited the tourism object on the island of Bali is likely to not make another visit. Therefore, in this study will be conducted analysis of the pattern of tourist attractions in the island of Bali. So that later generated recommendations for travel patterns in each district on the island of Bali. The algorithm used to analyze tourism visit is Frequent Pattern Growth (FP-Growth) algorithm.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Menggunakan Metode Jarimatika Di TK Mekar Kumara Desa Kesiut I Ketut Putu Suniantara; Ni Putu Nanik Hendayanti; Gede Suwardika; I Made Hendra M. Pramayasa; Luh Putu Safitri Pratiwi; Kadek Masakazu; I Made Rudita; I Gede Suardika
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 1 (2021): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i1.288

Abstract

Mengenalkan matematika pada anak usia dini bertujuan supaya mereka mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari – hari melalui Metode Jarimatika. Pada metode ini bagaimana anak – anak mengenal bilangan dan perhitungan matematika dengan menggunakan kesepuluh jari tangan. Dengan pengenalan metode Jarimatika diharapkan kemampuan berhitung anak – anak meningkat dan lebih mudah memahami konsep bilangan yang tidak membebani memori otak anak - anak. Konsep Jarimatika lebih menekankan pada penguasaan konsep daripada cara cepat dalam operasi perhitungan, sehingga kemampuan anak – anak lebih matang dalam penguasaan ilmu berhitung. Adapun lokasi tempat melaksankan pelatihan berhitung dengan metode Jarimatika ini adalah di TK Mekar Kumara Desa Kesiut. Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari kemampuan berhitung anak – anak meningkat dalam menyebutkan bilangan melalui gambar mencapai benar 100% dan melakukan perhitungan penjumlahan dan pengurangan mencapai benar 93,33%. Serta anak-anak merasa senang dalam belajar berhitung dengan jarimatika, terlihat dari semangat dan atusias merekan menggerakan jari-jari mereka dalam menghitung. Para guru merasa terbantu dalam mengajari anak-anak berhitung dengan menggunakan jarimatika.
Pemodelan Lama Sekolah di Kabupaten Gianyar dengan Pendekatan MARS luh putu safitri pratiwi
Jurnal Matematika Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Publisher : Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMAT.2021.v12.i01.p145

Abstract

MARS merupakan model yang tidak mengasumsikan bentuk hubungan fungsional antara variabel respon dan prediktor, dan mempunyai bentuk fungsional yang fleksibel. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model rata-rata lama sekolah dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama sekolah di Kabupaten Gianyar. Untuk memilih model MARS terbaik, pada penelitian ini menggunakan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum yang dihasilkan tiap model kombinasi dari minimum observasi (MO), basis function (BF) dan Interaksi (MI). Hasil yang diperoleh analisis MARS dengan GCV sebesar 0.950 menghasilkan kombinasi BF = 48, MO = 2 dan MI = 3. Dengan faktor mempengaruhi lama sekolah yaitu IPM (Indeks Pembangunan Manusia), pengeluaran RT perkapita (ribu rupiah), dan AMH ( Angka Melek Huruf).
Perbandingan Metode CV dan GCV pada Pemodelan MARS (Aplikasi Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Gianyar) Luh Putu Safitri Pratiwi; Ni Putu Meina Ayuningsih; I Made Pasek Pradnyana Wijaya
SAINTIFIK Vol 8 No 2 (2022): Saintifik: Jurnal matematika, sains, dan pembelajarannya.
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v8i2.371

Abstract

COVID-19 sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan dalam masyarakat salah satunya tidak hanya perlambatannya dalam bidang ekonomi, kesehatan, namun di bidang pendidikan pun terkena dampak besar akibat dari COVID-19 ini. Dilihat dari aspek indikator pendidikan biasanya seseorang yang memiliki pendidikan tinggi peluang diterima pada suatu perusahaan akan semakin besar. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka capaian rata-rata lama sekolah akan semakin tinggi pula. Maka dari itu dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan rata-rata lama sekolah dengan menggunakan pendekatan MARS (Multivariate Adaptive Regression Spline). MARS alah salah satu metode regresi nonparametric selain spline, kernel, dan lain-lain, dimana tidak ada informasi apapun tentang bentuk dari kurva regresi. MARS juga menggunakan parameter penghalus yaitu metode Cross Validation (CV) dan metode Generalized Cross Validation (GCV). Hasil yang diperoleh nilai RMSE dan R2 model MARS CV baik lebih baik dibandingkan dengan GCV karena memiliki nilai RMSE yang paling rendah dan R2 yang lebih besar. Hal tersebut bisa menunjukan bahwa model MARS dengan CV adalah model yang lebih baik untuk memodelkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Gianyar. Model yang diperoleh dari metode CV dengan model yang diperoleh sebagai berikut: y = 7.656 -0.115*BF1 -0.366*BF2 +0.496*BF3 +0.205*BF4
Pemodelan Produk Domestik Regional Bruto di Indonesia dengan Regresi Nonparametrik Menggunakan Estimator Spline Luh Putu Safitri Pratiwi; I Made Pasek Pradnyana Wijaya
Jurnal Statistika dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Statistika dan Aplikasinya
Publisher : Program Studi Statistika FMIPA UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSA.06208

Abstract

The implementation of PPKM results in a decrease in community activities, hampers mobility and ultimately disrupts overall economic activity. So it is necessary to have a study that can explain the extent of economic development in Indonesia due to COVID-19 with a model. The modeling used in this research is nonparametric regression modeling with spline estimator. The purpose of this study is to determine the descriptive statistics of GRDP data in all provinces in Indonesia as an indicator of the rate of economic growth in Indonesia and to model the GRDP in Indonesia using nonparametric regression estimator spline. The results obtained in this study are the best nonparametric spline regression model with three knot points with a GCV value of 5199284230 and an R2 of 98.61 percent.
Pemodelan Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR) pada Kasus Penderita Diare di Provinsi Bali Luh Putu Safitri Pratiwi; Ni Putu Meina Ayuningsih
SAINTIFIK Vol 9 No 1 (2023): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v9i1.384

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu kondisi dimana seseorang memiliki konsistensi buang air besar yang lunak atau cair, bahkan dapat berupa air dan frekuensi yang lebih sering dalam satu hari. Terdapat beberapa wilayah yang berada di Provinsi bali yang persentase diarenya cenderung meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya penanganan kasus diare di Provinsi Bali, maka penelitian ini menggunakan model Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR) yang merupakan metode pemodelan yang menggabungkan model regresi global dan model Geographically Weighted Regression (GWR). Pemodelan MGWR bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penderita diare, dimana faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi faktor yang mempengaruhi secara lokal di setiap daerah dan faktor yang mempengaruhi secara global di seluruh daerahi. Hasil yang diperoleh variabel prediktor yang berpengaruh signifikan secara global terhadap Kasus diare di Provinsi Bali adalah jumlah sarana sanitasi (X3), serta diperoleh bahwa model MGWR dengan menggunakan pembobot fungsi adaptive Gaussian lebih baik digunakan untuk memodelkan tingkat kasus diare di Bali karena mempunyai nilai R2 terbesar yaitu 0,843 dengan nilai AIC terkecil yaitu sebesar 244,435.
PELATIHAN DASAR-DASAR PENGGUNAAN MICROSOFT WORD UNTUK SISWA SD N 2 TULIKUP GIANYAR Luh Putu Safitri Pratiwi; I Made Hendra Mahajaya Pramayasa; Ni Putu Nanik Hendayanti; I Made Pasek Pradnyana Wijaya
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.11891

Abstract

Education has an important role in efforts to improve human resources in a better direction. Education is expected to be able to form students who can develop their attitudes, skills and intellectual intelligence so that they become skilled, intelligent and noble human beings. At this time of modernization the computer is no longer a foreign device. The use of computers has become an important part of the nation's students in schools. In terms of computer education, it can be used as a tool (media) in the teaching and learning process for both teachers and students. Students' knowledge of using computers, especially the Microsoft Word application at SD Negeri 2 Tulikup, is still relatively small, so that the assignments given at school do not yet use Microsoft Word. Therefore, computer training activities are needed, especially Microsoft Word training. On the bright side, children become more diligent and motivated to learn to concentrate. To achieve this goal, training and assistance have been carried out in the teaching and learning process of introducing information technology in the form of Microsoft Word. This training is conducted regularly and is accompanied by hands-on practice so that the students of SD Negeri 2 Tulikup find it easier to understand and remember. Based on the results of the monitoring and evaluation carried out, this community service activity went well and smoothly, seen from the enthusiasm of the students to learn and directly practice the material that had been taught. The participants were able to use existing tools in Microsoft Word. With this training, it is hoped that students will be more diligent in studying computers which will later be useful in completing school assignments and jobs related to technology. Keywords: Training, Microsoft Word; Elementary school