Articles
Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris dengan Metode Dubbing bagi Siswa Darussalam Pondok Petir-Depok
Yani Octafia;
Kamil Falahi;
Afrianti Wulandari;
Shandi Noris
Acitya Bhakti Vol 1, No 2 (2021): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v1i2.10880
Metode pembelajaran yang diterapkan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini menerapkan metode pembelajaran dubbing. Sasaran program Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dituju adalah para siswa kelas VII SMP di Yayasan Darussalam Pondok Petir-Depok. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-19 Desember 2020. Kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan mengenai media dan metode pembelajaran percakapan bahasa Inggris dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan para siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Kami sebagai dosen dan mahasiswa Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris, Universitas Pamulang berkontribusi dalam kegiatan ini melalui media film dengan metode dubbing untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris para siswa di Yayasan Darussalam Pondok Petir-Depok. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa membuat video pelatihan percakapan bahasa Inggris. solusi permasalahan yang diusulkan oleh kami untuk para siswa di Yayasan Darussalam Pondok Petir-Depok, yaitu para siswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan menambah pembendaaraan kata sehingga dapat meningkatkan semangat para siswa dalam pelajaran bahasa Inggris di sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Say No To Bully! Kind Words Build A Wonderful World
Yani Octafia;
Dwi Rahayu;
Rossy Halimatun Rosyidah;
Ismi Adinda;
Afrianti Wulandari
Acitya Bhakti Vol 1, No 1 (2021): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v1i1.9137
Perilaku bullying memiliki banyak dampak buruk, baik verbal maupun nonverbal. Perilaku buruk ini merupakan hal yang sering dilakukan oleh sebagian anak saat ini, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya. Bullying merupakan fenomena yang sering luput dari perhatian kita sebagai masyarakat umum dan antar sekolah. Kami dari tim Program Pengabdian Masyarakat (PkM) Universitas Pamulang ingin berkontribusi memberikan penyuluhan anti bullying kepada anak sekolah di Taman Baca Komunitas Ciputat, tujuannya adalah meminimalisir bullying, dan meningkatkan kecerdasan anak dalam bersosialisasi. Taman Baca Masyarakat (TBM) dipilih karena banyaknya siswa yang berkumpul disana, terdapat 50 orang dari berbagai sekolah, dari tingkat Play Group hingga SMA. Solusi yang diusulkan atau ditawarkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini antara lain: 1) Dongeng dengan tema anti bullying, 2) Pendidikan anti bullying, dan 3) Membuat poster anti bullying. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah pendampingan yang dilakukan dengan brainstorming. Output berdasarkan solusi masalah yang diajukan adalah agar anak memahami tentang bahaya bullying sehingga pengurangan bullying di sekolah meningkatkan kesadaran anak terhadap teman-temannya, dan rukun serta kooperatif.
Understanding Vocabulary for Essay Writing Test at Eleventh Grade Students of SMK Sirajul Falah Bogor
Yani Octafia
Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/ljlal.v2i2.8113
The purpose of this study was to describe students' understanding of vocabulary in completing essay writing tests in class XI Sirajul Falah Bogor. In the 2019/2020 academic year. Respondents in this study were students at a vocational school in Bogor. The research method used a qualitative descriptive method, the population in this study were students of class XI Sirajul Falah Middle School in Bogor, equipped with 336 students. The sampling technique in this study used probability sampling techniques. The subjects selected in this study were 22 subjects who were taken randomly in class XI Sirajul Falah. The data aids used were written tests in the form of essays, interviews and questionnaires. To measure the results of students' writing skills using essay writing tests given to students, there are 3 choices of topics written in descriptive essays and choosing one of the topics. The data were obtained through a test of vocational students' essay writing skills. The aspects that assess the assessment written by students are consistency (1). Content Accuracy with Title, (2) Vocabulary Mastery, (3) Sentence Mastery, (4) Unity, and (5) Spelling Usage and Writing. From the results of data analysis, of the 22 respondents whose lowest score was 24 or 3.11%, only 1 student and the highest score was 44 or 5.71% as many as 2 students and the number of students or at most was 4.93%, for 6 students who achieved 38. Thus it can be denied that the students were able to do the vocabulary test quite well, because most of them achieved scores above the average and none of the students scored below the average.
Meningkatkan Kefasihan Berbicara Bahasa Inggris: Praktik Pelafalan Kata Menggunakan Simbol Fonetik
Yani Octafia;
Al Khansa Nova Misbahillah;
Anita Kusumawati;
Mia Perlina
Acitya Bhakti Vol 3, No 1 (2023): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v3i1.23374
Jampang English Village (JEV) merupakan program yang mendukung pembangunan 'Kampung Inggris Jampang'. Sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris, tutor-tutor di JEV dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam Bahasa Inggris, akan tetapi tak sedikit dari mereka mendapat kesulitan-kesulitan dalam belajar dan membimbing bahasa Inggris, salah satunya dalam hal pengucapan kata atau pronunciation. Maka diperlukan kegiatan pendampingan atau pelatihan untuk meningkatkan kefasihan dalam pronunciation tersebut. Karena itu beberapa dosen dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang, melakukan suatu program berupa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul “Meningkatkan Kefasihan Berbicara Bahasa Inggris dengan Praktik Pelafalan Kata Menggunakan Simbol Fonetik. Jampang English Village (JEV) bertujuan untuk memfasilitasi mitra PkM dalam memperkaya ragam metode pengajaran Bahasa Inggris khususnya metode pembelajaran yang dapat mendorong tutor –tutor di Jampang English Village (JEV) untuk dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan setiap kata dalam Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan PKM yaitu memberikan materi untuk melafalkan kata-kata bahasa Inggris dan melatih kemampuan percakapan bahasa Inggris dengan menggunakan simbol fonetik. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pendampingan dan pembimbingan praktek pelafalan kata dengan menggunakan simbol fonetik dapat membantu peserta tutor untuk memahami konsep pelafalan kata dalam Bahasa Inggris secara akurat. Sehingga, kemampuan berbicara peserta tutor dapat meningkat.
Meningkatkan Nilai Spiritual Siswa melalui Interpretasi Puisi pada Siswa SMP SAQUIN
Al Khansa Nova Misbahillah;
Linda Meylinda;
Shandi Noris;
Yani Octafia
Acitya Bhakti Vol 3, No 1 (2023): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v3i1.25193
Judul PkM ini adalah “Meningkatkan Nilai Spiritual Siswa Melalui Interpretasi Puisi pada Siswa SMP SAQUIN”. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan nilai-nilai spiritual, daya berfikir kritis, dan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris peserta didik mereka. Tim PkM Universitas Pamulang yang terdiri dari 4 dosen dan 5 mahasiswa telah melakukan investigasi untuk menganalisis permasalahan dan melakukan kajian pustaka. Hasil dari kajian pustaka menuntun tim PkM untuk menerapkan strategi think-pair-share (TPS) dengan menggunakan puisi berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran bahasa Inggris. Puisi tersebut memuat nilai-nilai spiritual. Isi dari puisi tersebut dipandang sebagai sebuah design pembelajaran bahasa Inggris yang efektif untuk peserta. Hasil kegiatan PkM menunjukkan bahwa memadukan metode TPS dan media puisi berbahasa Inggris yang memuat nilai-nilai spiritual dapat membantu peserta didik untuk memahami makna dari isi puisi berbahasa Inggris sehingga keterampilan berbahasa Inggris dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai spiritual meningkat. Peningkatan keterampilan Bahasa Inggris siswa meliputi kemampuan berbicara, menulis, mendengar, dan membaca. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa peserta didik mendapat tiga manfaat yaitu, kemampuan berpikir kritis, peningkatan pemahaman nilai-nilai spiritual, dan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Dengan memiliki tiga keuntungan ini, siswa dapat merasa percaya diri dan hal inilah yang akan meningkatkan minat belajar siswa terhadap Bahasa Inggris.
Meningkatkan Nilai Spiritual Siswa melalui Interpretasi Puisi pada Siswa SMP SAQUIN
Al Khansa Nova Misbahillah;
Linda Meylinda;
Shandi Noris;
Yani Octafia
Acitya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2023): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v3i1.25193
Judul PkM ini adalah “Meningkatkan Nilai Spiritual Siswa Melalui Interpretasi Puisi pada Siswa SMP SAQUINâ€. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan nilai-nilai spiritual, daya berfikir kritis, dan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris peserta didik mereka. Tim PkM Universitas Pamulang yang terdiri dari 4 dosen dan 5 mahasiswa telah melakukan investigasi untuk menganalisis permasalahan dan melakukan kajian pustaka. Hasil dari kajian pustaka menuntun tim PkM untuk menerapkan strategi think-pair-share (TPS) dengan menggunakan puisi berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran bahasa Inggris. Puisi tersebut memuat nilai-nilai spiritual. Isi dari puisi tersebut dipandang sebagai sebuah design pembelajaran bahasa Inggris yang efektif untuk peserta. Hasil kegiatan PkM menunjukkan bahwa memadukan metode TPS dan media puisi berbahasa Inggris yang memuat nilai-nilai spiritual dapat membantu peserta didik untuk memahami makna dari isi puisi berbahasa Inggris sehingga keterampilan berbahasa Inggris dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai spiritual meningkat. Peningkatan keterampilan Bahasa Inggris siswa meliputi kemampuan berbicara, menulis, mendengar, dan membaca. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa peserta didik mendapat tiga manfaat yaitu, kemampuan berpikir kritis, peningkatan pemahaman nilai-nilai spiritual, dan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Dengan memiliki tiga keuntungan ini, siswa dapat merasa percaya diri dan hal inilah yang akan meningkatkan minat belajar siswa terhadap Bahasa Inggris.
Meningkatkan Kefasihan Berbicara Bahasa Inggris: Praktik Pelafalan Kata Menggunakan Simbol Fonetik
Yani Octafia;
Al Khansa Nova Misbahillah;
Anita Kusumawati;
Mia Perlina
Acitya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2023): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/acb.v3i1.23374
Jampang English Village (JEV) merupakan program yang mendukung pembangunan 'Kampung Inggris Jampang'. Sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris, tutor-tutor di JEV dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam Bahasa Inggris, akan tetapi tak sedikit dari mereka mendapat kesulitan-kesulitan dalam belajar dan membimbing bahasa Inggris, salah satunya dalam hal pengucapan kata atau pronunciation. Maka diperlukan kegiatan pendampingan atau pelatihan untuk meningkatkan kefasihan dalam pronunciation tersebut. Karena itu beberapa dosen dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang, melakukan suatu program berupa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul “Meningkatkan Kefasihan Berbicara Bahasa Inggris dengan Praktik Pelafalan Kata Menggunakan Simbol Fonetik. Jampang English Village (JEV) bertujuan untuk memfasilitasi mitra PkM dalam memperkaya ragam metode pengajaran Bahasa Inggris khususnya metode pembelajaran yang dapat mendorong tutor –tutor di Jampang English Village (JEV) untuk dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan setiap kata dalam Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan PKM yaitu memberikan materi untuk melafalkan kata-kata bahasa Inggris dan melatih kemampuan percakapan bahasa Inggris dengan menggunakan simbol fonetik. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pendampingan dan pembimbingan praktek pelafalan kata dengan menggunakan simbol fonetik dapat membantu peserta tutor untuk memahami konsep pelafalan kata dalam Bahasa Inggris secara akurat. Sehingga, kemampuan berbicara peserta tutor dapat meningkat.
IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS USING THE COMMUNICATION LANGUAGE TEACHING (CLT) METHOD THROUGH WEBSITE-BASED APPLICATIONS
Siti Latifatul Rosidah;
Yani Octafia;
Kiki Khaerunisa
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 13 No. 2 (2026): JEELL Volume 13 Number 2 June 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/jeell.v13i2.130
This study aims to improve junior high school students’ English speaking skills through the application of the Communicative Language Teaching (CLT) method integrated with the web-based application Duolingo. The study addresses students’ low speaking proficiency caused by limited innovative learning media and insufficient opportunities for communicative practice. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 10 students of eighth-grade students. Over a three-week period, students participated in speaking activities supported by Duolingo’s interactive features aligned with CLT principles. The results indicated significant improvement in students’ speaking skills, particularly in pronunciation, fluency, grammar, and vocabulary. Post-test scores showed that most students achieved high results, with several reaching the maximum score. Improvements were most notable in grammar and vocabulary, while pronunciation and fluency developed positively. In addition, students demonstrated increased motivation and confidence in speaking English. Overall, the findings suggest that integrating CLT with Duolingo is an effective and engaging approach to enhance students’ speaking skills in the digital learning era.
IMPROVING STUDENTS’ ENGLISH PRONUNCIATION SKILL THROUGH AUDIO-LINGUAL METHOD
Yani Octafia
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 12 No. 1 (2025): JEELL Volume 12 Number 1 February 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/jeell.v1201/40
This research aims to find and analyze the difficulties in English pronunciation English on students of English department. In improving the variety of English teaching methods, especially learning methods that can encourage students to improve their ability to pronounce every word in English fluently in order to create effective communication situations. The writer used the descriptive qualitative method. The participant of this research was second semester students of English Department of Universitas Pamulang in the Academic Year 2024/2025. There were 10 respondents chosen randomly. The data of this research were taken from written test through pre test and post test about identifying phonemic consonants and symbols in English Words by giving test. The writer used 40 tests to analyze by students. Moreover, the writer only focused on analyzing the statement sentences The Audio-Lingual (AL) approach is a method of learning English that focuses on developing speaking and listening skills. The techniques used in the audio-lingual approach are: Focus on pronunciation, use of audio, and drills and exercises.
A STUDIES ON THE DIFFICULTIES OF USING REGULAR AND IRREGULAR VERBS: ANALYSIS AND SOLUTION
Yani Octafia;
Auliyah Pitri;
Dharmayanti Aji Safitri
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 13 No. 1 (2026): JEELL Volume 13 Number 1 February 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/jeell.v13i1.119
This research aimed to analyze the difficulties faced by senior high school students in mastering regular and irregular verbs in English learning and to identify possible solutions to overcome these difficulties. This study employed a qualitative method. The participants of this research consisted of ten twelfth-grade senior high school students and one English teacher in the academic year 2024–2025. The data were collected through writing tests with the students and the teacher to obtain information related to students’ learning difficulties, learning errors, and the causes of those errors in using regular and irregular verbs. The results of the study showed that students’ mastery of irregular verbs was still relatively low. Most students experienced difficulty in distinguishing between base forms, past forms, and past participles. Generally, they had difficulty differentiating regular and irregular verbs, tended to overgeneralize by adding -ed to all verbs, and had limited ability to memorize and recall the V2 and V3 forms of irregular verbs. In addition, instructional factors such as limited reinforcement and a focus on written grammar exercises rather than meaningful language use contributed to students’ difficulties. Therefore, this research suggests that English teachers should apply more contextualized and communicative teaching strategies with consistent reinforcement to improve students’ mastery of regular and irregular verbs.