Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN NEW HISTORISME DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH: A Study Of New Historicism In The Novel Of Hati Sinden By Dwi Rahyuningsih Randa Anggarista; Lalu Nasrulloh; Munasip
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.253

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kategorisasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih terdapat representasi sejarah Indonesia yaitu tentang Partai Komunis Indonesia. Kedua, representasi unsur budaya dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang terdiri dari unsur budaya pada sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem kepercayaan. Abstract: This research used new historicism perspective with the aim of identifying Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data in this research is the form of text, either the form of words, sentences, or discourse in accordance with the formulation of problem. The data source in this research is novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, published by Diva Press in 2011. The instrument in this research is the author who oriented towards research on Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data collection technique in this research was carried out in two stages, namely reading and taking notes. The data analysis technique was carried out in three stages, namely categorization, description, and presentation of the data. The results show that first, in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, there is a representation of Indonesian history, namely the Indonesian Communist Party. Second, the representation of cultural elements in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, which consists of cultural elements in the art system, livelihood system, and belief system.
RELIGIUSITAS TEKS PANTUN SASAK DALAM SERAKALAN MASYARAKAT LOMBOK lalu nasrulloh
Journal Educational of Indonesia Language Vol 02, No 01 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v2i1.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai religius teks pantun Sasak dalam serakalan masyarakat Lombok. Data dalam penelitian berupa teks pantun Sasak yang dibaca pada saat pembacaan serakalan masyarakat Lombok. Teks pantun Sasak yang dimaksud yaitu pantun Sasak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Pantun Sasak dalam Serakalan Masyarakat Lombok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan klasifikasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian dalam pantun Sasak dalam serakalan masyarakat Lombok ditemukan adanya nilai relegius, seperti anjuran hidup rukun sesama saudara dalam menunggu keluarga pulang menunaikan ibadah haji, membicarakan dan melaksanakan perintah Tuhan yang terdapat pada rukun Islam yang terdiri dari lima poin, sebagai manusia yang beragama harus memiliki amal saleh dan amal jariyah sebagai bekal menuju Tuhan.
RITUAL PENGUBURAN MAYAT SUKU SASAK DESA MONTONG BAAN SELATAN LOMBOK TIMUR lalu nasrulloh
Journal Educational of Indonesia Language Vol. 01, No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v1i01.300

Abstract

Penelitian dengan tema tradisi lokal sangat penting untuk dilakukan mengingat perkembangan zaman yang memaksa para agen budaya untuk melupakan tradisi daerahnya secara sadar maupun tidak sadar.Penelitian tentang tradisi lokal Sasak khususnya mengenai isu ritual penguburan mayit ini belum ada yang menelitinya, kalau pun ada hanya sebatas pengungkapan prosesi penguburan mayit secara umum yang dilihat dari kacamata agama.Sedangkan, yang terdapat di dalam penelitian ini merupakan pengungkapan unsur dan tahapan ritual adat dan keagamaan yang hanya ditemukan di sebagian kecil wilayah yang ada di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual penguburan mayit suku Sasak Desa Montong Baan Selatan, Lombok Timur, serta pengungkapan unsur-unsur budaya lokal yang terdapat di setiap tahapan ritual. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.Temuan dalam penelitian ini berupa tahapan-tahapan pra penguburan berupa pembarak, tepong tanak, pemotongan bokos, pembuatan karang watang, dan sebagainya. Proses penguburan dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti peletakan mayit, pembacaan talqin, pembacaan zikir dan doa, dan penyampaian kata-kata takziah. Pasca penguburan dengan tahapan sikir buka gumi, tahlilan, peraik kubur, dan sebagainya.
KEPEMIMPINAN LELAKI SASAK DALAM NOVEL LALU KARYA RANDA ANGGARISTA (KAJIAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL) Lalu Nasrulloh; Alif Hasanah
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v4i2.389

Abstract

Penelitian yang berjudul Kepemimpinan Lelaki Sasak dalam Novel “Lalu” Karya Randa Anggarista (Kajian Kepemimpinan Transformasional) ini membahas tentang isu yang tidak akan pernah bosan untuk diperbincangkan. Apalagi isu yang ada dalam penelitian ini merupakan suatu hal yang sangat layak untuk dimunculkan. Kajian tentang model atau gaya kepemimpinan lelaki Sasak dapat dikatakan cukup memberikan pandangan bagi semua orang yang ingin mengetahui ciri khas kepemimpinan orang Sasak. Dalam novel Lalu karya Randa Anggarista ini mengungkap persoalan demi persoalan yang timbul di setiap sisi kehidupan lelaki Sasak sebagai sosok pemimpin bagi keluarga dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Lalu karya Randa Anggarista yang diterbitkan oleh penerbit Sanabil pada tahun 2020. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dalam kepemimpinan lelaki Sasak dalam novel Lalu karya Randa Anggarista ini, seperti 1) memimpin dengan menyandarkan pengharapan kepada Tuhan. 2) memimpin dengan ketegasan. 3) memimpin dengan cara memberikan motivasi. 4) memimpin dengan nasihat. 5) pemimpin yang pekerja keras. 6) memimpin dengan adil dan bijak.
Nilai Edukasi Pada Ritual Bereqe Lombok (Kajian Etnografi) Lalu Nasrulloh
PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata Vol 1 No 2 (2020): PENAOQ : Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.329 KB) | DOI: 10.51673/penaoq.v1i2.410

Abstract

Background of the problems involved in this study is based on what researchers have found to be indigenous and culture abuators on the island of Lombok. More and more, local cultures are strictly ritualized without any deep significance about its value. So many local cultures should have been preserved by cultural agents, but they are being pushed asided even more. They regarded the local culture as out of date, ashamed of its own culture as a slogan for generations of the nation’s successor. Like the bereqe Sasak Lombok ritual, which is a typical sasak culture, there is no known presence in the sasak community. So this is the reason for revealing the educational value found in the bereqe riyual. Cultural values could provide as shield to maintain local cultural values without being displaced even with extinction. The purpose of this research is (1) to identify the educational value forms in the Lombok bereqe ritual (2) to uncover and preserved the local Lombok culture. The method used in data collection is the method of documenting, see, hear, and log it.
Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Skripsi Mahasiswa IAIN Sorong Lalu Nasrulloh; Alif Hasanah; Ariyani Fatimah
Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 3, No 1 (2022): INTERFERENCE
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/interference.v3i1.31409

Abstract

Abstract. The research, entitled Analysis of Language Errors in Thesis of IAIN Sorong Students, aims to find out language errors in the thesis of IAIN Sorong students seen from the use of spelling and linguistic level. This research is a qualitative research using descriptive analysis approach. Sources of data in this study are the text of the introduction and abstract of the thesis of IAIN Sorong students. The results of this study include language errors made by IAIN Sorong students, such as spelling errors which include errors in writing capital letters, periods, and commas. Errors in the use of language at the phonological level include errors in writing phonemes due to absorption elements, excess phoneme writing, and errors in writing standard words. Furthermore, errors in language use at the morphological level include affixation, preposition, and reduplication. Finally, errors in language use at the syntactic level are in the form of not saving words in sentences.