Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SENGGEGER ”PELET”: BUDAYA TURUN-TEMURUN MASYARAKAT SASAK LOMBOK SERTA PERGESERANNYA Nasrulloh, Lalu
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.982 KB)

Abstract

Senggeger or familiar language is "pelet" is something so sacred to the people of Lombok. Senggeger is one of thehighly conserved Lombok culture until now. Supernatural powers contained in the senggeger science makescommunities preserve it for generations. Granting hereditary considered more efficacious than is obtained fromothers. The reason that makes people Sasak made senggeger as conquerors weapon womans heart. It is undeniable:why not enough people Sasak Lombok married one or two? Besides the Sasak Lombok has become a tradition fromancient times (divorce), strong beliefs against senggeger also be the cause of the Sasak Lombok happy married(many wives). Most people Sasak Lombok overall even have knowledge of the loving-compassion. Not to say theSasak Lombok, if you do not have Senggeger. Because it is hereditary it can be ensured everyone Sasak have it. Butit can not be denied, cultural or indigenous communities Sasak Lombok already began shifting, and of course thatbecame the cause is the development of technology. With the shift as it will lead to positive and negative influences,so it will affect the development of Sasak people of Lombok.Keywords: Culture Sasak Lombok, senggeger, and shift.
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS Nasrulloh, Lalu
Diksi Vol. 25 No. 1: DIKSI MARET 2017
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2289.499 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v25i1.18849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cerita secara keseluruhan pada novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris dan teori yang digunakan adalah  teori sosiologi sastra. Keabsahan data diperoleh dengan uji triangulasi teori. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan, kategorisasi, inferensi, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh tercermin pada beberapa unsur, yaitu: (1) lokasi atau tempat, (2) sistem kemasyarakatan suku Sasak, (3) sistem kepercayaan (agama) dan mitos, (4) kesenian Sasak, (5) penggunaan bahasa Sasak, (6) sistem mata pencaharian hidup masyarakat suku Sasak, dan (7) sistem teknologi dan peralatan masyarakat suku Sasak. Kedua, fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cerita secara keseluruhan, yang paling dominan mempengaruhi adalah latar tempat, penggunaan bahasa Sasak (diksi), serta yang terakhir adalah nama-nama tokoh yang mencerminkan ciri khas orang Sasak, seperti Amaq Tembiengbieng, Jero Mihram, Temelak Mangan, dan Guru Dane.Kata Kunci: lokalitas, Sasak, sosiologi sastra SASAK LOCALITY IN NOVEL GURU DANE AND GURU ONYEH BY SALMAN FARIS ABSTRACT     This study was aimed to describe (1) the form of Sasak locality in novel Guru Dane dan Guru Onyeh by Salman Faris, and (2) the function of Sasak locality in the process of building context of the whole story in the novel Guru Dane dan Guru Onyeh by Salman Faris. The research is qualitative research. The subject of this research was novel Guru Dane dan Guru Onyeh by Salman Faris. The data of this research was focused on the problem of the form and the function of Sasak locality in the novel Guru Dane dan Guru Onyeh which used theory of sociology literature. The validity of the data is obtained by the theory of triangulation test. The data was analyzed by descriptive qualitative, which are description, categorization, inferention, and data presentation. The result of this research shows this fact. First, Sasak locality in the novel Guru Dane dan Guru Onyeh is showed in the several elements, such as: (1) the location, (2) the social system of the Sasak, (3) the belief system (religion) and myth, (4) art of the Sasak, (5) the use of Sasak language, (6) the livelihoods live system of the Sasak, and (7) the technology system and equipment of the Sasak. Second, function of Sasak locality which could build story as a whole, the most dominant effect is the setting, the use of Sasak language (diction), and the last is the name of figure such as Amaq Tembiengbieng, Jero Mihram, Temelak Mangan, and Guru Dane.Keywords: locality, Sasak, sociology literature 
KAJIAN NEW HISTORISME DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH: A Study Of New Historicism In The Novel Of Hati Sinden By Dwi Rahyuningsih Randa Anggarista; Lalu Nasrulloh; Munasip
Jurnal Bastrindo Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v2i2.253

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kategorisasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih terdapat representasi sejarah Indonesia yaitu tentang Partai Komunis Indonesia. Kedua, representasi unsur budaya dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang terdiri dari unsur budaya pada sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem kepercayaan. Abstract: This research used new historicism perspective with the aim of identifying Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data in this research is the form of text, either the form of words, sentences, or discourse in accordance with the formulation of problem. The data source in this research is novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, published by Diva Press in 2011. The instrument in this research is the author who oriented towards research on Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data collection technique in this research was carried out in two stages, namely reading and taking notes. The data analysis technique was carried out in three stages, namely categorization, description, and presentation of the data. The results show that first, in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, there is a representation of Indonesian history, namely the Indonesian Communist Party. Second, the representation of cultural elements in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, which consists of cultural elements in the art system, livelihood system, and belief system.
RELIGIUSITAS TEKS PANTUN SASAK DALAM SERAKALAN MASYARAKAT LOMBOK lalu nasrulloh
Journal Educational of Indonesia Language Vol 02, No 01 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v2i1.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai religius teks pantun Sasak dalam serakalan masyarakat Lombok. Data dalam penelitian berupa teks pantun Sasak yang dibaca pada saat pembacaan serakalan masyarakat Lombok. Teks pantun Sasak yang dimaksud yaitu pantun Sasak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Pantun Sasak dalam Serakalan Masyarakat Lombok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan klasifikasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian dalam pantun Sasak dalam serakalan masyarakat Lombok ditemukan adanya nilai relegius, seperti anjuran hidup rukun sesama saudara dalam menunggu keluarga pulang menunaikan ibadah haji, membicarakan dan melaksanakan perintah Tuhan yang terdapat pada rukun Islam yang terdiri dari lima poin, sebagai manusia yang beragama harus memiliki amal saleh dan amal jariyah sebagai bekal menuju Tuhan.
RITUAL PENGUBURAN MAYAT SUKU SASAK DESA MONTONG BAAN SELATAN LOMBOK TIMUR lalu nasrulloh
Journal Educational of Indonesia Language Vol. 01, No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v1i01.300

Abstract

Penelitian dengan tema tradisi lokal sangat penting untuk dilakukan mengingat perkembangan zaman yang memaksa para agen budaya untuk melupakan tradisi daerahnya secara sadar maupun tidak sadar.Penelitian tentang tradisi lokal Sasak khususnya mengenai isu ritual penguburan mayit ini belum ada yang menelitinya, kalau pun ada hanya sebatas pengungkapan prosesi penguburan mayit secara umum yang dilihat dari kacamata agama.Sedangkan, yang terdapat di dalam penelitian ini merupakan pengungkapan unsur dan tahapan ritual adat dan keagamaan yang hanya ditemukan di sebagian kecil wilayah yang ada di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual penguburan mayit suku Sasak Desa Montong Baan Selatan, Lombok Timur, serta pengungkapan unsur-unsur budaya lokal yang terdapat di setiap tahapan ritual. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.Temuan dalam penelitian ini berupa tahapan-tahapan pra penguburan berupa pembarak, tepong tanak, pemotongan bokos, pembuatan karang watang, dan sebagainya. Proses penguburan dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti peletakan mayit, pembacaan talqin, pembacaan zikir dan doa, dan penyampaian kata-kata takziah. Pasca penguburan dengan tahapan sikir buka gumi, tahlilan, peraik kubur, dan sebagainya.
KEPEMIMPINAN LELAKI SASAK DALAM NOVEL LALU KARYA RANDA ANGGARISTA (KAJIAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL) Lalu Nasrulloh; Alif Hasanah
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v4i2.389

Abstract

Penelitian yang berjudul Kepemimpinan Lelaki Sasak dalam Novel “Lalu” Karya Randa Anggarista (Kajian Kepemimpinan Transformasional) ini membahas tentang isu yang tidak akan pernah bosan untuk diperbincangkan. Apalagi isu yang ada dalam penelitian ini merupakan suatu hal yang sangat layak untuk dimunculkan. Kajian tentang model atau gaya kepemimpinan lelaki Sasak dapat dikatakan cukup memberikan pandangan bagi semua orang yang ingin mengetahui ciri khas kepemimpinan orang Sasak. Dalam novel Lalu karya Randa Anggarista ini mengungkap persoalan demi persoalan yang timbul di setiap sisi kehidupan lelaki Sasak sebagai sosok pemimpin bagi keluarga dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Lalu karya Randa Anggarista yang diterbitkan oleh penerbit Sanabil pada tahun 2020. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dalam kepemimpinan lelaki Sasak dalam novel Lalu karya Randa Anggarista ini, seperti 1) memimpin dengan menyandarkan pengharapan kepada Tuhan. 2) memimpin dengan ketegasan. 3) memimpin dengan cara memberikan motivasi. 4) memimpin dengan nasihat. 5) pemimpin yang pekerja keras. 6) memimpin dengan adil dan bijak.
Nilai Edukasi Pada Ritual Bereqe Lombok (Kajian Etnografi) Lalu Nasrulloh
PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata Vol 1 No 2 (2020): PENAOQ : Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.329 KB) | DOI: 10.51673/penaoq.v1i2.410

Abstract

Background of the problems involved in this study is based on what researchers have found to be indigenous and culture abuators on the island of Lombok. More and more, local cultures are strictly ritualized without any deep significance about its value. So many local cultures should have been preserved by cultural agents, but they are being pushed asided even more. They regarded the local culture as out of date, ashamed of its own culture as a slogan for generations of the nation’s successor. Like the bereqe Sasak Lombok ritual, which is a typical sasak culture, there is no known presence in the sasak community. So this is the reason for revealing the educational value found in the bereqe riyual. Cultural values could provide as shield to maintain local cultural values without being displaced even with extinction. The purpose of this research is (1) to identify the educational value forms in the Lombok bereqe ritual (2) to uncover and preserved the local Lombok culture. The method used in data collection is the method of documenting, see, hear, and log it.
Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Skripsi Mahasiswa IAIN Sorong Lalu Nasrulloh; Alif Hasanah; Ariyani Fatimah
Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 3, No 1 (2022): INTERFERENCE
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/interference.v3i1.31409

Abstract

Abstract. The research, entitled Analysis of Language Errors in Thesis of IAIN Sorong Students, aims to find out language errors in the thesis of IAIN Sorong students seen from the use of spelling and linguistic level. This research is a qualitative research using descriptive analysis approach. Sources of data in this study are the text of the introduction and abstract of the thesis of IAIN Sorong students. The results of this study include language errors made by IAIN Sorong students, such as spelling errors which include errors in writing capital letters, periods, and commas. Errors in the use of language at the phonological level include errors in writing phonemes due to absorption elements, excess phoneme writing, and errors in writing standard words. Furthermore, errors in language use at the morphological level include affixation, preposition, and reduplication. Finally, errors in language use at the syntactic level are in the form of not saving words in sentences.
Idiosinkrasi Pemikiran Hasan Langgulung dalam Membentuk Karakter Peserta Didik (Tinjauan Psikologi Pendidikan Islam) Lalu Nasrulloh Nasrulloh; Ahmad Zakki Fuad; M. Yunus Abu Bakar
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol 15 No 1 (2023): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v15i1.846

Abstract

Hasan Langgulung's thoughts in the development of students are quite taken into account, especially in Islamic education. Hasan Langgulung does not only emphasize cognitive aspects, but he also focuses on affective aspects. Thus, this is what distinguishes his concept of thought from other figures. The characteristic (idiosyncratic) of Hasan Langgulung's thoughts on education is the integration of psychology, philosophy and education. This characteristic is the purpose of writing an article entitled Idiosyncrasy of Hasan Langgulung's Concept of Thought on Student Development: An Overview of the Psychology of Islamic Education. The type of research used is library research, with an Islamic educational psychology approach. Sources of data in this study are books, articles, and other library sources, which are in accordance with the problems studied. The results found from this study are that Hasan Langgulung formulates his concept of thought in shaping the character of students, which is reflected in the three functions of Islamic education: spiritual, psychological, and social functions. On the other hand, Hasan langgulung also in transforming his thoughts did not forget to integrate with the philosophy of life. Key word: idionsyncrasi, Hasan Langgulung, character, Islamic psychology
The Real Contribution of The Pinjam Pustaka Literacy Community in Developing Children's Interest in Reading in Sorong City Nasrulloh, Lalu; Fatimah, Ariyani; Yusviranty, Rara Dwi
Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 1 (2024): INTERFERENCE
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/interference.v5i1.59277

Abstract

Abstract. This research aims to find out the real contribution of the Pinjam Pustaka literacy community in developing children's interest in reading in Sorong City. This research is descriptive qualitative type. This method is used because it can emphasize the search for meaning, the description of phenomena, and is presented in narrative form. The source of data in this research is in the form of statements submitted by the founder and volunteers of Pinjam Pustaka about the role or contribution of Pinjam Pustaka in developing children's interest in reading. The results obtained in this study are that Pinjam Pustaka takes various concrete steps in developing children's interest in reading in Sorong, such as providing quality and diverse reading materials. Pinjam Pustaka also does not close itself in terms of its literacy movement, but rather opens space for collaboration with various parties. On the other hand, in its literacy efforts, Pinjam Pustaka also experiences obstacles such as the availability of resources, because it is considered quite overwhelmed in serving the increasing number of visitors. Keywords: Literacy Community, Borrow Library, Reading Interest, Sorong.