Umi Khultsum
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CERDAS DAN BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEAMANAN INFORMASI DI ERA DIGITAL PADA KELOMPOK WANITA TANI MELATI Muhammad Iqbal; Ali Mustopa; Wahyu Nugraha; Umi Khultsum; Rabiatus Sa’adah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jotika Vol. 2 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.555 KB) | DOI: 10.56445/jppmj.v2i2.67

Abstract

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan secara terbuka memberikan tanggapan, memposting komentar, dan berbagi informasi secara cepat dan tanpa batasan waktu. Potensi Media sosial bisa menghubungkan banyak orang dengan mudah dan gratis dalam satu waktu mendorong komunikasi dilakukan secara virtual dalam jaringan internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial bisa diakses oleh siapapun, hampir semua orang memiliki paling tidak satu akun sosial media sebagai media untuk berkomunikasi secara online. Pengguna sosial media ini tidak hanya dari kalangan anak remaja tetapi anak usia SD sampai orang tua sudah banyak yang familiar dengan sosial media, pengguna sosial media mencapai angka 62% dari total populasi penduduk Indonesia menggunakan smartphone untuk menggunakan akun sosial media. Perkembangan yang pesat dan pemanfaatnya yang tergolong besar ternyata dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Di era ini kebebasan dalam mengakses website apapun media sosial jenis apapun tentunya harus dibarengi dengan sikap hati-hati dan mawas diri sehingga jangan sampai apa yang dipost di media sosial menjadi boomerang kepada diri sendiri, dampak negatif dari sosial media adalah munculnya bentuk kejahatan baru dalam bentuk virtual dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan tidak secara langsung yang kemudian muncul istilah cybercrime. Pentingnya perhatian dalam bersosial media menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan disosialisasikan sebagai kontrol dan pengetahuan tentang UU ITE yang dapat berimbas kepada siapa saja yang tidak berhati-hati dan bijak dalam bersosial media.
PENTINGNYA PENERAPAN LITERASI DIGITAL DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI PADA PONDOK ASUHAN DAN PENDIDIKAN YATIM PIATU DHUAFA AL-ADABIY PONTIANAK Ali Mustopa; Muhammad Fahmi Julianto; Muhammad Iqbal; Rabiatus Sa’adah; Umi Khultsum
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jotika Vol. 3 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56445/jppmj.v3i1.94

Abstract

Digitalisasi menjadi teknologi informasi yang berkembang yang memiliki efek positif dan negatif pada kaum muda. Saat ini, remaja sangat mudah dibujuk untuk bertindak tanpa memikirkan akibatnya di masa depan. Literasi digital berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, dimana masyarakat membutuhkan informasi yang akurat untuk menghasilkan ide-ide baru dan mengembangkan teknologi canggih untuk memecahkan masalah. Keterampilan digital saat ini diajarkan melalui video pembelajaran, film, dan game. Dengan literasi digital dapat menginspirasi generasi muda untuk memunculkan ide-ide inovatif. Literasi digital adalah pengetahuan dan keterampilan pengguna untuk menggunakan media digital seperti alat komunikasi, jaringan online, dll. Literasi digital pengguna meliputi kemampuan untuk menemukan, mengolah, mengevaluasi, menggunakan, mencipta, dan menggunakan secara bijak, cerdas, cermat, dan akurat sesuai dengan kegunaannya. Pengguna internet khususnya teknologi informasi dan komunikasi harus dibarengi dengan literasi digital. Internet sangat penting bagi masyarakat saat ini karena semuanya terhubung dengan internet. Selain untuk hiburan, internet kini juga dapat digunakan untuk berbelanja, belajar, bekerja dan masih banyak lagi. Sejalan dengan tujuan amal Universitas Bina Sarana Informatika untuk saling berbagi serta terjalin silahturahmi dengan pondok asuhan dan Pendidikan Yatim Piatu Dhuafa Al-Adabiy Pontianak.
The Implementation of the TOPSIS Method in Determining Stunting Toddlers: Penerapan Metode TOPSIS dalam Penentuan Balita Stunting Umi Khultsum; F. Lia Dwi Cahyanti; Elly Firasari
NUANSA INFORMATIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Nuansa Informatika 19.2 Juli 2025
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ilkom.v19i2.400

Abstract

Stunting is a growth disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially in the first 1,000 days of life. Assessment of stunting status that only relies on height and weight measurements is considered ineffective because it does not cover all aspects that affect a child's nutritional status. At Posyandu Bougenvile, stunting identification is still done manually and is at risk of causing errors in decision making. This study aims to develop a web-based Decision Support System (DSS) using the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to assist Posyandu cadres in determining toddler stunting status quickly, accurately, and efficiently. This system processes data from four main anthropometric indicators, namely Height/Age, Weight/Age, Weight/Age, and BMI/Age. The results of the system calculations show agreement with manual calculations, which proves that the system is working optimally. An example of the results shows that toddlers with code A1 (Rafasya Malik) have the lowest preference value of 0, followed by A4 (Ihsan Dwi Hanggoro) with a value of 0.4022149 which is included in the high stunting risk category. This system has proven to be able to help Posyandu cadres in prioritizing the handling of at-risk toddlers, as well as supporting the stunting monitoring process in a more structured and data-based manner.