Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COTTAGE RESORT DI PULAU TAGALAYA ‘ARSITEKTUR REGIOALISME’ Oranye, Jhohan B.; Poluan, Roosje; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6664

Abstract

Cottage Resort: suatu lingkungan hunian yang terdiri atas unit-unit tempat tinggal yang memiliki fasilitas utama kamar tidur, ruang duduk, km/wc, ruang makan dan dapur serta fasilitas rekreasi penunjang lainya, serta didukung oleh suasana alam yang ada disekitarnya. Arsitektur Regionalisme: adalah desain yang konteksnya bersifat region atau kedaerahan tetapi di perbaharui dengan perkembangan arsitekur yang berkembang serta teknologi saat ini sehingga penampilan bangunan  merupakan hasil senyawa dari internasionalisme dengan pola cultural dan teknologi modern. Desain Cottage Resort di Pulau Tagalaya yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara . Masalah yang terkandung dalam Perancangan sangat kontekstual dengan dunia arsitektur sekarang ini,dimana arsitektur sekarang ini mengalami krisis identitias diakibatkan oleh pengaruh dari arsitektur modern. Arsitektur Regionalimse, sebagai salah satu perkembangan Arsitektur Modern yang mempunyai perhatian besar pada ciri kedaerahan, Ciri kedaerahan yang dimaksud berkaitan erat dengan budaya setempat, iklim. dan teknologi pada saatnya. Bangunan selalu ditantang untuk menampilakn ciri tertentu. Ciri fisik merupakan salah satu cri yang sangat dibutuhkan untuk sebuah Bangunan, agar Bangunan menarik, mudah diingat dan mudah dikenal. pada Cottage Resort di Tagalaya ditantang untuk menampilkan rumah adat Hibualamo,merupakan rumah besar untuk tinggal serta melangsungkan upacara-upacara lainya.didesain mengambil pola replikative dan tranformatif, desain pada bangunan Cottage dengan pola menyebar ke seluruh penjuru mata angin. Hal ini merupakan penggambaran "Hibualamo" yang selalu terbuka pada siapapun yang datang.   Kata kunci  : Cottage Resort Regionalisme,Di tagalaya
ARSITEKTUR ORGANIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RELIGIUS Oranye, Jhohan B.; Moniaga, Ingerid L.
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ilmu Arsitektur dikenal dengan istilah arsitektur organik. Arsitektur organik adalah perancangan bangunan arsitektural yang menjadikan alam sebagai media implementasinya. Perancangan arsitektur organik pada perancangan bangunan religius adalah pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh seorang arsitek terhadap rancanganya atau desainya sesuai dengan fungsi bangunan sehingga terjadi keselarasan antara fungsi bangunan itu sendiri dan nilai filosofinya. Pesan tersebut biasanya diterjemahkan dalam bahasa gambar atau bahasa bangunan yang ada pada rancangan desain. Pesan arsitektural biasa disebut dengan nilai filosofi atau banyak juga yang menyebut filosofi bentuk, tapi semuanya mempunyai makna sama.Bentuk dalam arsitektur juga meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama, bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi ( baik fungsi fisik maupun non fisik). Fungsi-fungsi tersebut oleh arsitektur berusaha mengkomunikasikan kepada pemakai bangunan bahwa bentuk-bentukan pada arsitektur organic pada perancangan bangunan religious, dalam kenyataanya mempunyai hubungan spiritual dengan alam dan pencipta,sehingga dapat menghadirkan berbagai macam ekpresi pada bangunan religious .Jadi, besarnya pengaruh arsitektur organic menjadi jelas tatkala kita mengingat perbedaan penampilan bangunan tersebut yang diilhami dari alam, dan oleh arsitek kondisi , atau site pada alam dapat menciptakan bentuk tresebut.
ARSITEKTUR ORGANIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RELIGIUS Jhohan B. Oranye; Ingerid L. Moniaga
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i3.4123

Abstract

Dalam ilmu Arsitektur dikenal dengan istilah arsitektur organik. Arsitektur organik adalah perancangan bangunan arsitektural yang menjadikan alam sebagai media implementasinya. Perancangan arsitektur organik pada perancangan bangunan religius adalah pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh seorang arsitek terhadap rancanganya atau desainya sesuai dengan fungsi bangunan sehingga terjadi keselarasan antara fungsi bangunan itu sendiri dan nilai filosofinya. Pesan tersebut biasanya diterjemahkan dalam bahasa gambar atau bahasa bangunan yang ada pada rancangan desain. Pesan arsitektural biasa disebut dengan nilai filosofi atau banyak juga yang menyebut filosofi bentuk, tapi semuanya mempunyai makna sama.Bentuk dalam arsitektur juga meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama, bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi ( baik fungsi fisik maupun non fisik). Fungsi-fungsi tersebut oleh arsitektur berusaha mengkomunikasikan kepada pemakai bangunan bahwa bentuk-bentukan pada arsitektur organic pada perancangan bangunan religious, dalam kenyataanya mempunyai hubungan spiritual dengan alam dan pencipta,sehingga dapat menghadirkan berbagai macam ekpresi pada bangunan religious .Jadi, besarnya pengaruh arsitektur organic menjadi jelas tatkala kita mengingat perbedaan penampilan bangunan tersebut yang diilhami dari alam, dan oleh arsitek kondisi , atau site pada alam dapat menciptakan bentuk tresebut.