Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Psychological Value in the Poetry “Bukit Doa” by Irna Novia Darmayanti Hidayat Nur Septiadi; Yuni Endah Pratiwi; Rahmad Rafid
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 1 No. 1 (2021): August
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/jcell.v1i1.6

Abstract

A literary work cannot be separated from the psychology of the character and the author. It has become the basis of a literary work. This study discusses the psychological value pioneered by Abraham Maslow, who tends to analyze the value of Literary Psychology in terms of a person's needs. This research aims to describe and explain the psychology of literature in verse “Bukit Doa” written by Irna Novia Damayanti. The method used in this research is qualitative research by describing and explaining words related to the character's psychology. The results obtained from this study are, the psychological or psychological value received by the character is psychology caused by the emergence of several needs of a person, this includes the need for a sense of security and peace, as well as love and love, which support religious needs (Spiritual).
Tindak Tutur Ekspresif dan Nilai Religiusitas dalam Animasi Nussa dan Rara pada Season 3 Silvia Nurherawati; Agnes Apryliana; Hidayat Nur Septiadi
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v2i2.3662

Abstract

The problem in this research is that nowadays many children, especially teenagers, who have low character education, such as many school children, have inappropriate speaking styles because in this phase children are looking for their identity and have deviations in behavior due to a lack of application of religious values. . The aim of this research is to describe expressive speech acts and religiosity values ​​in the Nussa and Rara animation in Season 3. Qualitative methods were used in this research. The data collection techniques applied use library techniques, namely documentation techniques, listening and taking notes. This research uses Searle's theory and Glock and Strak's theory in analyzing expressive speech acts and religiosity values ​​found in the animation Nussa and Rara season 3. The conclusion of this research is that there are 6 expressive speech acts, namely praising, blaming, criticizing, complaining, apologizing and saying thank you, then other findings from this research are 5 aspects of religiosity values, namely the belief aspect, the practice aspect of worship, the experience or appreciation aspect, the knowledge aspect, and the behavioral aspect. Based on the expressive speech acts and religious values ​​contained in the Nussa and Rara season or third season animation, it can be used as a preferred means of learning Indonesian and can be implemented in daily activities.
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Sumpiuh Umayah Okti Vardani; Sigit Andi Prasetya Dinata; Hidayat Nur Septiadi
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sumpiuh tahun ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, menyusun alur yang runtut, dan memahami unsur intrinsik cerpen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen (31 siswa kelas IX H) yang mendapat pembelajaran dengan model CIRC dan kelompok kontrol (33 siswa kelas IX E) yang mendapat pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang menilai tujuh aspek unsur intrinsik cerpen: ide/gagasan, tema, latar, gaya bahasa, alur, tokoh/penokohan, dan amanat. Instrumen penelitian telah diuji validitas (r_hitung ≥ 0,3338) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,849). Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis independent samples t-test dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (91,61) signifikan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (85,67) dengan nilai Sig. < 0,001. Uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. = 0,200) dan homogen (Sig. = 0,130). Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran CIRC efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa karena memfasilitasi kolaborasi kelompok, integrasi membaca-menulis, pembelajaran aktif-partisipatif, dan umpan balik berkelanjutan. Model CIRC direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa.
Pengaruh Gadget Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak (Kajian Psikolinguistik) Lutfi Eskawati; Hidayat Nur Septiadi; Fidyah Khasanah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i1.95430

Abstract

Dampak gadget terhadap penguasaan bahasa diperoleh melalui pengamatan pada seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang bernama Naufal. Metode pengumpulan data didapat melalui observasi dan dialog. Studi ini diharapkan dapat berguna dalam pengamatan pemerolehan bahasa anak-anak dan menjadi peringatan terhadap semua bentuk pemerolehan bahasa anak-anak melalui televisi. Penguasaan bahasa dikenal sebagai sintaksis dan semantik. Anak berusia tiga tahun adalah tahap yang paling penting dalam perkembangan kemampuan bahasanya. Anak-anak pada usia ini sering berbicara saat bermain atau ketika sendirian, mampu mengisahkan cerita sederhana seperti Naufal yang berperan sebagai narasumber. Penguasaan bahasa melalui gadget ini tidak dapat diawasi, sehingga bahasa yang dipakai dalam dialog di kartun animasi juga diadopsi oleh anak-anak. Pemakaian bahasa-bahasa ini juga berdampak pada tingkah laku anak. Anak biasanya meniru apa yang mereka saksikan dan dengarkan.