Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Koridor

PERUBAHAN RUANG SAKRAL WILAYAH KUTA, BALI Ari Djatmiko; Zulphiniar Priyandhoko
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.559 KB) | DOI: 10.32734/koridor.v9i2.1358

Abstract

Ruang sakral dinyatakan sebagai bangunan atau obyek utama yang memiliki nilai sakral. Perubahan ruang sakral dapat dinilai dari sisi internal sebagai adanya perubahan unsur-unsur fisik pada ruang atau obyek tersebut seperti perubahan fungsi baik penambahan ataupun pengurangan; perubahan tata letak dan orientasi serta perubahan luas ruang. Selain itu perubahan ruang sakral dapat dinyatakan pula dari sisi eksternal dengan mempertimbangkan perubahan ruang sekitarnya/berbatasan yang dapat mempengaruhi nilai kesakralan bangunan atau obyek sakralnya, seperti perubahan radius jarak dengan bangunan terdekat, perubahan ketinggian bangunan terdekat dan daya pandang bangunan terdekat ke arah bangunan/obyek sakralnya. Pentingnya mempertahankan ruang sakral sebagai bentuk menjaga pluralisme masyarakat tradisional dalam konteks perencanaan keruangan.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian tentang perubahan ruang sakral Kuta dengan mempertimbangkan konsepsi ruang relasional. Dalam mencapai tujuan studi ini, maka dilakukan pengumpulan data baik primer maupun sekunder. Teknik analisis yang melandasi penelitian ini adalah analisis diskriptif, kualitatif dan interpretatif yang dilakukan sejak pengumpulan data dimulai.Berdasarkan kajian terhadap 7 (tujuh) jenis ruang-ruang sakral (Pura Dalem Kahyangan, Pura Dalem Tunon, Pura Pesanggaran, Sanggah, Pekarangan, Bale Banjar dan Catus Patha) pada 3 zona kesakralan (parahyangan, pawongan dan palemahan) di wilayah Desa Adat Kuta menunjukkan kecenderungan perubahan ruang. Terdapat beragam pola perubahan ruang sakral baik publik maupun privat terutama mencakup perubahan fungsi; perubahan tata letak dan orientasi; perubahan radius jarak dengan bangunan terdekat; perubahan ketinggian bangunan terdekat dan daya pandang bangunan terdekat ke arah bangunan/obyek sakralnya; serta perubahan lokasi ruang sakral. Perubahan tersebut mengindikasikan mulainya kemunculan kekuatan dominasi ekonomi dan politik yang mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya lokal.
Analysis of The Suitability of Residential Land Around The Balongan Industrial Designation Area Djatmiko, Ari; Raharja, Apriadi Budi; Fadillah, Muhammad Luthfi
Jurnal Koridor Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/koridor.v14i2.13413

Abstract

In the analysis of the suitability of residential land locations around the Balongan industrial area, some provisions must be taken into account, one of which is land suitability, where with land suitability analysis, it is possible to determine the level of suitability of residential land that is suitable for use as a residence. To determine the limited level of land suitability by using variables determining land suitability, which includes slope, rainfall, soil texture, and land use. The analysis consisted of 3 (three) stages. The first stage used nearest-neighbor analysis to explain settlement distribution patterns. In the second stage, an analysis of the suitability of residential land was carried out using overlapping techniques related to physical environmental data based on selected variables for residential areas. The third stage is preparing recommendations for residential development locations around the Balongan industrial area with an overlay analysis based on parameters, namely parameters for protected rice fields (LSD), sustainable food agricultural land (LP2B), and the spatial pattern plan for Indramayu Regency for 2011-2031. Based on the analysis, it was concluded that there are three types of settlements around KPI Balongan. The ideal location for residential land to be developed based on land suitability analysis and spatial pattern planning is in Juntikebon Village, Sudimampir Village, with a settlement pattern that can be developed into medium and large types.