Komarudin Komarudin
Fakultas Teknik Universitas Wiralodra

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Perbandingan Daya Dukung Leteral Dan Defleksi Tiang Bor Tunggal Antara Perhitungan Analisis Dengan Perhitungan Statik Dede Irma; Sudirja Sudirja; Komarudin komarudin
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v6i2.175

Abstract

Kekuatan daya dukung pondasi bore pile diperoleh dari tekanan ujung tiang dan daya dukung geser yang diperoleh dari daya dukung gesek atau gaya adhesi antara bore pile dengan tanah disekelilingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung aksial bore pile berdasarkan perhitungan analitis dan statik serta melakukan komparasi hasil daya dukung aksial. Hasil yang diperoleh yaitu daya dukung ijin aksial berdasarkan perhitungan analitis untuk bore pile BP-373 (f 1.200 mm) sebesar 1.615,09 Ton, bore pile BP-33 (f 800 mm) sebesar 550,88 Ton dan bore pile BP-68 (f 600 mm) sebesar 197,25 Ton. Sedangkan, daya dukung aksial berdasarkan perhitungan statik untuk bore pile BP-363 (f 1.200 mm) sebesar 1.678 Ton, bore pile BP-33 (f 800 mm) sebesar 460 Ton dan bore pile BP-68 (f 600 mm) sebesar 180 Ton. Perbandingan daya dukung aksial antara perhitungan analitis dengan perhitungan statik sebagai berikut: untuk bore pile BP-373 (f 1.200 mm) daya dukung aksial menggunakan perhitungan analitis lebih kecil 3,75% dibandingkan perhitungan static. Bore pile BP-33 (f 800 mm) daya dukung aksial menggunakan perhitungan analitis lebih besar 19,76% dibandingkan perhitungan static. Sedangkan, untuk bore pile BP-68 (f 600 mm) daya dukung aksial menggunakan perhitungan analitis lebih besar 9,58% dibandingkan perhitungan statik.
Penanganan Dinding Penahan Tanah Terhadap Lereng Jalan Dayu Bachtiarodin; Sudirja Sudirja; Komarudin komarudin
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v7i2.181

Abstract

Lereng merupakan permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horisontal. Lereng dapat terbentuk secara alamiah karena proses geologi atau karena dibuat oleh manusia. Analisis stabilitas lereng mempunyai peran yang sangat penting pada perencanaan konstruksi-konstruksi sipil. Lereng yang tidak stabil sangatlah berbahaya terhadap lingkungan di sekitar Jalan Singaraja-Majakerta Kabupaten Indramayu. Oleh sebab itu, analisis stabilitas lereng sangat diperlukan. Ukuran kestabilan lereng diketahui dengan menghitung besarnya faktor keamanan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mensimulasikan dinding penahan tanah terhadap lereng jalan. Berdasarkan hasil penelitian, faktor keamanan untuk kestabilan lereng jalan Singaraja – Majakerta menurut masing-masing analisis stabilitas A, B, dan C adalah 1.007, 4.616 dan 4.646. Stabilitas yang paling bagus dalam penanganan lereng yaitu menggunakan metode C, berupa penanganan dengan menggunakan Beton Bertulang dengan SF 4.646. Namun metode penanganan yang terbaik pada penanganan ini adalah metode B, karena metode ini memenuhi syarat dengan nilai SF 4.616 dan Harganya termurah dibandingkan dengan metode lain dengan nominal 1.398.382.116.
Peninjauan Nilai Kuat Tekan Mortar Akibat Subsitusi Semen Portland Dengan Llimbah Abu Sekam Padi Dan Kerang Darah (Studi Eksperimental) Sutrisno Sutrisno; Dhian Dharma Prayuda; Komarudin komarudin
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v5i2.189

Abstract

Semen alternatif adalah semen yang dibuat dengan bahan dasar kapur yang dicampur dengan pozzolan. Abu sekam padi dan abu cangkang kerang dara termasuk salah satu jenis pozzolan dimana bahan ini banyak mengandung silika (SiO2) dan kapur (CaO) sehingga dapat menyerupai komponen yang terkandung dalam semen Portland, sehingga kedua bahan tambah tersebut digunakan untuk sebagai pengganti semen terhadap uji kuat tekan mortar. nilai kuat tekan mortar yang ditambah abu sekam padi dan abu kerang dara (semen alternatif) terhadap kuat tekan mortar dengan umur perendaman 7, 14, dan 28 hari dengan metode eksperimen dilaboratorium sebesar 50%, 65% dan 75% terhadap berat semen berdasarkan hasil experimental tersebut nilai kuat tekan mortar dengan FAS 0,5 menunjukan tidak terjadi peningkatan nilai kuat tekan. hal ini kemungkinan akibat proses hidrasi yang tidak sempurna, mengingat pembakaran abu sekam padi dan abu kerang darah kurang pemanasan, sehingga reaktifitasnya menjadi berkurang. Namun demikian, penelitian ini menghasilkan nilai kuat tekan yang dapat dikelompokan dalam beberapa kelas yaitu campuran 50% sebesar 2,58 MPa dan masuk kedalam kategori tipe O, untuk campuran 65% mempunyai kuat tekan sebesar 2,13 MPa diumur perendaman 28 hari dan untuk 75% mempunyai nilai kuat tekan paling besar pada umur 28 hari dengan kuat tekan 1,68 Mpa.
Perbandingan Metode Line Of Balance Dan Precedence Diagram Metod Untuk Pekerjaan Konstruksi Gedung 3 Lantai Fahry Miraji; Nono Suhana; Komarudin Komarudin
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.206

Abstract

Line Of Balance diterapkan karena mampu menjadwalkan pekerjaan berulang dan menganalisis kemungkinan terjadinya hambatan pada pelaksanaan konstruksi, walau tidak mampu menunjukkan logika ketergantungan antar pekerjaan. Penjadwalan pada Precedence Diagram Method mempertimbangkan hubungan ketergantungan antar aktivitas dan durasi setiap aktivitas. Memilih metode penjadwalan proyek yang sesuai akan menjadi salah satu langkah guna memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan konstruksi. Penggunaan penjadwalan proyek metode line of balance (LoB) dan Precedence Diagram Method (PDM) mampu memperoleh waktu 144 hari dan 150 hari.