Khotifatul Defi Nofitasari
Faculty Of Sharia, Ponorogo State Islamic Institute

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WASIAT WAJIBAH KEPADA ANAK ANGKAT, NON MUSLIM DAN ANAK TIRI (FORMULASI HUKUM WASIAT WAJIBAH DALAM PASAL 209 KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN PERKEMBANGANNYA) Khotifatul Defi Nofitasari
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v3i2.3370

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia memasukkan adanya wasiat wajibah bukan kepada cucu yang telah ditinggal mati orangtuanya dan terhijab oleh paman seperti halnya di negara-negara muslim lainnya. Wasiat wajibah yang diatur dalam pasal 209 ditujukan kepada anak angkat dan orang tua angkat. Perkembangan penerapan wasiat wajibah di Indonesia jauh berkembang melalui terobosan-terobosan hukum ijtihad hakim. Tidak hanya kepada anak dan orang tua angkat, wasiat wajibah di Indonesia juga diberikan kepada anak atau keluarga non muslim dengan adanya putusan tingkat kasasi yang menjadi rujukan. Dewasa ini, pembahasan lebih luas tentang objek pemberian wasiat wajibah di Indonesia kembali terjadi. Pembahasan tersebut berkenaan dengan adanya pemberian wasiat wajibah kepada anak tiri, walaupun hal tersebut masih menjadi pro dan kontra diantara para mujtahid dalam hal ini majelis hakim. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode analitis deskriptip analitik. Objek kajian penelitian ini adalah Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam dan beberapa putusan wasiat wajibah kepada non muslim serta anak tiri. Penelitian ini menggunakan perspektif Normatif dan Sosiologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam formulasi hukum terhadap wasiat wajibah di Indonesia, baik pasal yang berlaku yaitu pasal 209 Kompilasi Hukum Islam, serta yurisprudensi wasiat wajibah dan perkembangan penerapannya.Kata kunci: Wasiat Wajibah, Formulasi Hukum, Kompilasi Hukum Islam
Transaksi Jual Beli dengan Koin Kayu di Peken Lawas Candimulyo Madiun: Sebuah Tinjauan Hukum Islam Nala Rohmatul Aza; Khotifatul Defi Nofitasari
Jurnal Antologi Hukum Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/antologihukum.v3i1.2239

Abstract

This study aims to determine the practice of using wooden coins to buy and sell transactions in Peken Lawas Candimulyo Dolopo. To find out the Islamic law on using wooden coins to buy and sell transactions in Peken Lawas Candimulyo Dolopo. This research is field research using qualitative methods. Data collection techniques in this research are observation, interview, and documentation. The method of analysis used in this research is the inductive method, which is a discussion that begins by introducing specific empirical facts and then drawing generalizations that are general (theoretical explanation). From this research, it can be concluded that buying and selling wooden coins in Peken Lawas Candimulyo Dolopo is allowed, and the law is valid. This is due to fulfilling the pillars and conditions of exchange, namely the agreement between the two parties, delivery at the time of the contract, and the goods used as an exchange rate are not goods that Shara forbids. Then the practice of leasing in Peken Lawas Candimulyo Dolopo, there is a discrepancy between the intention at the beginning and its implementation in the field and the fulfillment of the pillars and conditions of leasing. Therefore, the market management levy as a percentage of traders' income with a 5% cut in Peken Lawas Candimulyo Dolopo is not justified by Islamic Law. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penggunaan koin kayu sebagai alat transaksi jual beli di Peken Lawas Candimulyo Dolopo. Mengetahui hukum Islam terhadap penggunaan koin kayu sebagai alat transaksi jual beli di Peken Lawas Candimulyo Dolopo. Adapun penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif, yaitu pembahasan yang dimulai dengan mengemukaan fakta-fakta empirik yang bersifat khusus kemudian ditarik generalisasi yang bersifat umum (penjelasan teoritis). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli dengan koin kayu di Peken Lawas Candimulyo Dolopo diperbolehkan dan hukumnya sah. Karena terpenuhinya rukun dan syarat jual beli nilai tukar yakni adanya kesepakan antara kedua belah pihak, diserahkan pada waktu akad dan barang yang dijadikan nilai tukar bukan barang yang di haramkan oleh syara. Kemudian praktik seewa-menyewa di Peken Lawas Candimulyo Dolopo terdapat ketidaksesuaian antara maksud diawal dengan implementasinya dilapangan dan adanya tidak terpenuhinya rukun dan syarat dari sewa-menyewa. Sehingga retribusi pengelolaan pasar presentase penghasilan pedagang dengan potongan 5% di Peken Lawas Candimulyo Dolopo tidak dibenarkan oleh Hukum Islam.
The Urgency and Implication of Breast Milk Donor in Indonesia in Mashlahah Perspective Khotifatul Defi Nofitasari
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 8, No 2 (2021): October
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v8i2.2799

Abstract

In Islamic teachings, the issue of breastfeeding is a very important issue to pay attention to, because it can have an impact on the issue of the prohibition of marriage and lineage. The purpose of this study is to dig deeper into the urgency of breastfeeding donors and their implications based on the practice of breastfeeding donors in Indonesia, and a review of the mashlahah of these breast milk donors. T his type of research is library research, with analytical descriptive method. This research uses mashlahah theory with ushul fiqh approach. As a result, breast milk donation in Indonesia can be done by fulfilling several conditions: first, the request of the biological mother or the baby’s family. Second, the identity, religion, and address of the breast milk donor are clearly known by the mother or family of the baby receiving the donor. Third, the approval of the breast milk donor by knowing the identity of the donor recipient baby. Fourth, the breast milk donor is in good health and has no medical indication. Fifth, breast milk is not traded. Meanwhile, based on Ijtihâd istishlâhî, breast milk donation which aims to help babies who do not get breast milk from their biological mothers for certain reasons, is a humanitarian aid to save human life. Therefore, it is legally permissible to donate breast milk and can be categorized as mashlahah dharuriyat if the mother of the baby is sick and the baby is premature or sick. Including mashlahah hajiyat if the baby’s mother dies, or her whereabouts are not known..