Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Sosial BudayaTerhadap Pemberian MP-ASI Dini di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Moncongloe Leli Leli
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.123

Abstract

Bayi yang mendapatkan makanan pendamping ASI sebelum berusia 6 bulan akan mempunyai resiko 17 kali lebih besar mengalami diare dan 3 kali lebih besar kemungkinan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dibandingkan bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif dan mendapatkan MP- ASI dengan tepat waktu. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat waktudapat mengakibatkan hal-hal yang merugikan, antara lain apabila terlalu dini dapat menimbulkan resiko diare, dehidrasi, produksi ASI menurun dan alergi. Kebiasaan masyarakat memberikan MP-ASI dini masih kental, keyakinan masyarakat bahwa bayi yang diberi MP-ASI dini akan cepat pertumbuhannya. Tujuan: Memaparkan angka kejadian pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja UPTD Puskesmas Moncongloe Kabupaten Marosdan mengidentifikasi pengaruh sosial budaya terhadap pemberian MP-ASI dini. Metode: Penelitian ini menggunakan Mixed Metode dengandesain Sequential Explanatory yaitu Sequential Explonatory design. Results: Pemberian MP-ASI sebagai solusi bagi bayi yang terbilang aktif dan rewel, sebagai solusi bagi ibu yang tidak memiliki ASI yang cukup/kurang sehingga pemberian susu formula terlalu dini, pertumbuhan bayi lambat, alternative bagi ibu yang bekerja dan terjadi karena pengalaman dari anak-anak dan pengaruh sosial budaya seperti kebiasaan turun temurun, 40 hari setelah kelahiran bayi, pemberian madu atau kurma saat bayi baru lahir. Kesimpulan: Faktor internal (Ibu dan bayi) serta faktor sosial budaya berpengaruh terhadap pemberian MP ASI dini.
ANALISIS FAKTOR HUBUNGAN ANEMIA DEFESIENSI ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAKASSAR Asrida Asrida; Leli Leli; Rahmiyani Saad
Preventif Journal Vol 7, No 2 (2023): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 g/dl. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 g/dl pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr/dl pada trimester II. Kebutuhan zat besi wanita berlipat ganda selama kehamilan karena terjadi hemodilusi (pengenceran darah) guna untuk mempertahankan sirkulasi darah selama kehamilan sehingga tetap normal serta perkembangan plasenta hingga persalinan, pada kehamilan terjadi peningkatan volume darah sekitar 30 – 50 %, yang menjadikan kekurangan zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil. Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan berupa komplikasi yang disebabkan oleh abortus. Anemia menghambat aliran makanan dan oksigen ke sirkulasi utero-plasenta sehingga mengganggu perkembangan embrio dalam rahim melalui plasenta, merupakan faktor penyebab tingginya angka aborsi. Jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, Populasi dan sample adalah semua ibu hamil anemia yang mengalami abortus, Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sample sebanyak 67 responden di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Hasil penelitian di dapatkan Ibu yang mengalami abortus sebanyak 36 responden (54%) dan tidak abortus sebanyak 31 responden (46%). Hasil uji chi square nilai P=0,000 (P-value ≤ 0,05) artinya ada hubungan antara anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar tahun 2022. Kata kunci: Anemia, Abortus, Kehamilan, Rumah Sakit 
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Cokroaminoto Makassar Asrida A; Hartati S; Leli Leli; Rahmiyani Saad; Ainun Jariyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah individu yang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja banyak mengalami perubahan baik itu fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan dimana remaja sehat secara utuh baik mental, sosial, fisik dan psikisnya, Saat ini banyak terjadi fenomena yang berkaitan dengan remaja akibat adanya perubahan yang terjadi pada diri remaja itu sendiri, diantaranya adalah pergaulan bebas, penyakit menular seksual dan penggunaan obat-obatan terlarang .Hal ini disebabkan karena lemahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Survei yang dilakukan oleh WHO tentang pendidikan kesehatan reproduksi membuktikan dapat mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seksual pranikah yang berarti remaja tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya. Sasaran pengabdian masyarakat dilakukan pada siswa kelas IX SMA Cokroaminoto Makassar Metode yang di gunakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, alat dan bahan berupa leaflat dan power point, pengabdian ini dilaksanakan di SMA Cokroaminoto Makassar. Hasil penyuluhan masih banyaknya siswa yang kurang paham tentang pentingnya kesehatan reproduksi, kebanyak merasa bingung dan malu dalam membicarakan kesehatan reproduksinya. Kesimpulan siswa telah memahami tentang kesehatan reproduksi dan mampu menerima perubahan yang terjadi pada dirinya