Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh hypnobirthing (pemberian terapi music murottal ) dan akupresur terhadap penurunan persepsi nyeri pada proses persalinan Rahmiyani Saad; Ainun Jariyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5947

Abstract

Background: Delivery pain is a physiological process experienced during the delivery process. The pain can be overcome by non-pharmacological methods, namely hypnobirthing and acupressure methods. Where hypnobirthing can provide a sense of relaxation based on the belief that pregnant women can experience delivery through instinct and give suggestions that giving birth is enjoyable, while acupressure can stimulate the release of endorphins in the blood. Many women are overshadowed by fear and even traumatized feelings of unbearable pain during childbirth, they cannot tolerate the pain because they are heavily influenced by stress. Several research reports show that in primitive societies, delivery is longer and painful, while in more advanced societies 7-14% give birth without pain and most (90%) delivery is accompanied by pain. This creates tension or panic that causes pain. Therefore, researchers are interested in examining the effect of hypnobirthing and acupressure on decreasing pain perception during delivery.Purpose: Analyzing the effect of hypnobirthing and acupressure on decreasing pain perception in the process.Method: Quantitative quasi experiment with the pre test post test research design. with purposive sampling technique, data analysis using SPSS software with paired T Test and Wilcoxon Signed Rank Test.Results: It was found that there was an effect of acupressure and hypnobirthing therapy (murottal therapy) on decreasing pain perception in maternity with a p value of 0.000 <0.05.Conclusion: Acupressure treatment on the perception of pain in partisipants is more influential than the treatment of Hypnobirthing (Murottal Music therapy) on the perception of pain in partisipants.Keywords: Hypnobirthing; Delivery; Acupressure; PainfulPendahuluan: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologi yang dialami selama proses persalinan. Nyeri tersebut dapat diatasi dengan metode non farmakologi, yakni dengan metode hypnobirthing dan akupresur. Dimana hypnobirthing dapat memberikan rasa relaksasi yang mendasarkan pada keyakinan bahwa ibu hamil bisa mengalami persalinan melalui insting dan memberikan sugesti bahwa melahirkan itu nikmat, sedangkan akupresur dapat merangsang pengeluaran hormon endorphin dalam darah. Banyak wanita yang dibayangi ketakutan bahkan perasaan trauma akan nyeri yang tidak tertahankan saat persalinan, mereka tidak bisa mentolelir rasa nyeri tersebut karena banyak dipengaruhi oleh stres. Beberapa laporan penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat primitif, mengalami persalinan lebih lama dan nyeri, sedangkan masyarakat yang lebih maju 7-14% bersalin tanpa rasa nyeri dan sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri. Hal tersebut menimbulkan ketegangan atau kepanikan yang menyebakan rasa sakit. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh hypnobirthing dan akupresur terhadap penurunan persepsi nyeri pada proses persalinan.Tujuan: Menganalisa pengaruh hypnobirthing dan akupresur terhadap penurunan persepsi nyeri pada proses persalinan.Metode: Kuantitatif quasy experiment dengan rancangan penelitian the pre test post test. dengan tekhnik purposive sampling analisis data menggunakan software SPSS dengan uji paired T Test dan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian  akupresur dan terapy hypnobirhting (terapy murrotal)  terhadap penurunan persepsi nyeri pada ibu bersalin dengan nilai p 0,000<0,05.Simpulan: Perlakuan Akupressur terhadap persepsi nyeri pada partisipan lebih berpengaruh dibandingkan perlakuan Hypnobirthing (terapy Music Murottal )  terhadap persepsi rasa nyeri pada partisipan. 
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Cokroaminoto Makassar Asrida A; Hartati S; Leli Leli; Rahmiyani Saad; Ainun Jariyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah individu yang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja banyak mengalami perubahan baik itu fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan dimana remaja sehat secara utuh baik mental, sosial, fisik dan psikisnya, Saat ini banyak terjadi fenomena yang berkaitan dengan remaja akibat adanya perubahan yang terjadi pada diri remaja itu sendiri, diantaranya adalah pergaulan bebas, penyakit menular seksual dan penggunaan obat-obatan terlarang .Hal ini disebabkan karena lemahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Survei yang dilakukan oleh WHO tentang pendidikan kesehatan reproduksi membuktikan dapat mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seksual pranikah yang berarti remaja tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya. Sasaran pengabdian masyarakat dilakukan pada siswa kelas IX SMA Cokroaminoto Makassar Metode yang di gunakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, alat dan bahan berupa leaflat dan power point, pengabdian ini dilaksanakan di SMA Cokroaminoto Makassar. Hasil penyuluhan masih banyaknya siswa yang kurang paham tentang pentingnya kesehatan reproduksi, kebanyak merasa bingung dan malu dalam membicarakan kesehatan reproduksinya. Kesimpulan siswa telah memahami tentang kesehatan reproduksi dan mampu menerima perubahan yang terjadi pada dirinya
Edukasi Pencegahan Abses Odontogenik Sebagai Penyakit Gigi Kritis Pada Masyarakat Desa Nurhaedah Nurhaedah; Ainun Jariyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Odontogenic abscess is a serious oral infection originating from the teeth and supporting tissues. This condition may cause severe pain, swelling, impaired oral function, and even serious complications if not properly treated. Limited public knowledge regarding oral and dental health is one of the factors increasing the risk of odontogenic abscess in rural communities. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the prevention of odontogenic abscess through oral health education. The implementation methods included health counseling, demonstrations of proper tooth brushing techniques, simple dental examinations, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 rural community participants. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 54 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand the importance of maintaining oral hygiene and conducting regular dental check-ups. This program proved effective in increasing public awareness regarding the prevention of odontogenic abscess as a critical dental disease. Keywords: Odontogenic Abscess, Oral Health, Health Education, Rural Community, Dental Disease Prevention ABSTRAK Abses odontogenik merupakan infeksi serius pada rongga mulut yang berasal dari jaringan gigi dan jaringan pendukungnya. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, gangguan fungsi mulut, bahkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat desa mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya abses odontogenik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan gigi sederhana, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 54 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik sebagai penyakit gigi kritis. Kata Kunci: Abses Odontogenik, Kesehatan Gigi, Edukasi Kesehatan, Masyarakat Desa, Pencegahan Penyakit Gigi