Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Perilaku Seks Bebas Di SMP Muhamadiyah 4 Daruba, Kabupaten Morotai, Maluku Utara Mughni Wahdaniyah S; Asrida A; Hartati S; Jumriani Jumriani
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.503 KB) | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i2.203

Abstract

Adolescence is a critical and vulnerable period. In adolescents personality and individual character begins to form. One of the stages of adolescence is late adolescence which experiences many changes such as interest in the opposite sex, falling in love, and the development of reproductive organs. Interest in getting to know each other is natural, but if it crosses a line, such as having premarital sex, it is very contrary to the religion and culture of the Indonesian people. Free sex is sexual relations outside of marriage, which is still a serious problem for today's youth. research to describe adolescents' knowledge about free sex at the Muhamadiyah Morotai Middle School, Morotai Regency with respondents from the Muhamadiyah Morotai Middle School students in 2020. Research method, this research is a descriptive study with a cross-sectional approach to describe adolescents' knowledge about free sex. In conclusion, this study concluded that respondents with good knowledge were 75% with correct answers or good knowledge and 25% had sufficient and insufficient knowledge. Suggestions, it is suggested to schools to conduct more health education to students about free sex behavior to avoid the impact of infectious diseases and other reproductive health problems
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Cokroaminoto Makassar Asrida A; Hartati S; Leli Leli; Rahmiyani Saad; Ainun Jariyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah individu yang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja banyak mengalami perubahan baik itu fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan dimana remaja sehat secara utuh baik mental, sosial, fisik dan psikisnya, Saat ini banyak terjadi fenomena yang berkaitan dengan remaja akibat adanya perubahan yang terjadi pada diri remaja itu sendiri, diantaranya adalah pergaulan bebas, penyakit menular seksual dan penggunaan obat-obatan terlarang .Hal ini disebabkan karena lemahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Survei yang dilakukan oleh WHO tentang pendidikan kesehatan reproduksi membuktikan dapat mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seksual pranikah yang berarti remaja tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya. Sasaran pengabdian masyarakat dilakukan pada siswa kelas IX SMA Cokroaminoto Makassar Metode yang di gunakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, alat dan bahan berupa leaflat dan power point, pengabdian ini dilaksanakan di SMA Cokroaminoto Makassar. Hasil penyuluhan masih banyaknya siswa yang kurang paham tentang pentingnya kesehatan reproduksi, kebanyak merasa bingung dan malu dalam membicarakan kesehatan reproduksinya. Kesimpulan siswa telah memahami tentang kesehatan reproduksi dan mampu menerima perubahan yang terjadi pada dirinya
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP POLA ASUH ANAK DALAM KELUARGA Asrida A; Hartati S; Mugni Wahdaniyah S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.14491

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan muda – mudi di bawah umur 20 tahun, yaitu pada perempuan <18 tahun dan pada laki-laki <20 tahun. Pernikahan dini adalah fenomena yang marak terjadi di Indonesia. Salah satu permasalahan yang timbul akibat pernikahan dini berdampak pada pola asuh anak yang dilahirkan. Ketika seorang yang secara psikologis belum di kategorikan ideal untuk melangsungkan pernikahan, namun tetap melangsungkan pernikahan dengan berbagai alasan, maka tidak sedikit akan berpengaruh pada perkembangan anak kelak. Pola asuh anak yang dilahirkan dari pernikahan dini tak jarang di temukan memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan anak. Kebanyakan orang tua bersifat otoriter kepada anaknya yang mementingkan ego masing - masing tanpa memikirkan nasib anaknya. Metode Penelitian yang di gunakan yaitu pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sepasang suami istri yang memiliki anak. Dimana peneliti melakukan wawancara langsung kepada pasangan dan masyarakat sekitarnya. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Desa Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Tehnik Pengumpulan data menggunakan Obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisa data yaitu menggunakan teori Lobby yaitu analisis anatropologis, analisis sosiologi, analisis psikologis, analisis fisik dan analisis spiritual. Hasil penelitian yaitu penulis memperoleh kesimpulan bahwa pola asuh anak dari pernikahan dini yaitu pola asuh otoriter dan pola asuh premisitif adapun kendala yang dialami oleh orang tua dalam mengasuh anak di karenakan  pendidikan yang rendah  dari pasangan tersebut.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN DAN BIDAN DALAM PEMBERIAN PELAYANAN UMUM DI TPMB MUGHNI WAHDANIYAH Hartati S; Muhtazib Muhtazib; Rosnida Rosnida; Mughni Wahdaniyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21872

Abstract

Menjamin kesehatan juga harus mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan kewajiban dan hak-hak sebagai tenaga kesehatan dan pasien dalam perlindunagn hukum. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin Penyelenggaraan Praktik Bidan telah diatur mengenai kewenangan bidan, bidan memiliki kewenangan memberikan pelayanan kesehatan ibu, kesehatan anak dan kesehatan reproduksi perempuan serta keluarga berencana. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kewenangan bidan dalam memberikan pelayanan umum, perlindungan hukum bidan, dan perlindunga hukum pasien. Perlindungan dalam hal ini ditinjau menurut peraturan perundang-undangan dilihat dari hukum perdata, hukum pidana, hukum administrasi dan etika profesi Pendekatan ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang disajikan secara deskriptif analitis dan pengumpulan data dengan teknik studi kepustakaan yang dianalisis dengan teknik normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan bidan sudah jelas batas-batasan kewenngannya yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD KABUPATEN MAJENE Nurfitriani Nurfitriani; Hartati S; Muhtazib Muhtazib; Rosnida Rosnida
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22160

Abstract

Salah satu yang harus dipertimbangkan rumah sakit adalah kinerja perawat. Kinerja merupakan pencapaian atau hasil secara kualitas dan kuantitas seorang karyawan atas pekerjaanya sesuai dengan arahan dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan. Perawat merupakan sumber daya manusia yang ikut mewarnai pelayanan kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu pelayanan keperawatan memberi kontribusi dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Perawat menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien dibandingkan melakukan penyedia perawatan kesehatan lainnya. Perbaikan dalam keselamatan pasien dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja perawat. Adapun hasil evaluasi kinerja perawat di rumah sakit diukur dengan menggunakan standar asuhan keperawatan berdasarkan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tahun 2010 diperoleh pencapaian dengan indikator pengkajian keperawatan sebesar 85%, diagnosa keperawatan sebesar 97%, perencanaan keperawatan sebesar 86%, tindakan keperawatan sebesar 89%, dan evaluasi keperawatan sebesar 82%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja perawat intalasi rawat inap RSUD Kabupaten Majene. Saran peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode kualitatif guna menggali lebih dalam terkait variabel penelitian.