Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Program Kemitraan Masyarakat untuk Perbaikan Proses Pengeringan Bahan Baku Obat Tradisional Pencegahan Covid-19 dan Perbaikan Produk UMKM Biovina Pandiangan, Dingse; Nainggolan, Nelson; Maliangkay, Hendra Pratama
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 3, No 3 (2021): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v3i3.36793

Abstract

UMKM BIOVINA didirikan para perempuan dan ibu rumah tangga yang bergabung untuk tujuan memproduksi tumbuhan obat tradisional yang masih dalam bentuk jamu. UMKM ini masih dalam tahap perintisan dan semua aspek pengelolaannya masih manual dan konvensional. Melalui program PKM (Program Kemitraan Masyarakat) yang dilakukan oleh LPPM UNSRAT dilakukan perbaikan pengeringan yang terkendala jika musim penghujan yang sering mengalami kerusakan  yang tidak berstandar BPOM. Kegiatan atau program ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengeringan bahan baku di UMKM tersebut. Adapun metode pelaksanaan yang akan  diterapkan  pada  program  ini yaitu  penyuluhan,  pelatihan,  pendampingan  dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang menyebabkan masalah UMKM tersebut. Hasil dari program ini meliputi pengeringan simplisia lebih baik dari jumlah yang dihasilkan meningkat, alat untuk pengeringan sudah dibangun di Biovina herbal, Izin Usaha semakin meningkat jadi CV. Biovina, penelusuran alamat semakin jelas dan cepat di google map, pemasaran sudah dibuatkan laman facebook dan istagram, standar bahan baku simplisia obat tradisional sudah diperkenalkan dan dimulai terapkan, pendampingan dari BPOM menjadi terwujud dan produk Biovina dalam bentuk kapsul yang sudah dikemas dalam botol dan kotak dan alat pengeringan simplisia yang standar di terapkan di UMKM Biovina. Target dan luaran kegiatan PKM ini adalah memberikan motivasi dan inovasi yang baru kepada masyarakat terutama kepada ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam UMKM Biovina Sea Mitra untuk memperbaiki proses pengeringan bahan baku tercapai, artikel ilmiah dan kegiatan di tayangkan melalui laman youtube https://youtu.be/xpHVeqWwfuo.
Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap Sel Leukemia P388 Sahid, Anwar; Pandiangan, Dingse; Siahaan, Parluhutan; Rumondor, Marhaenus J.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2758

Abstract

Penelitian mengenai uji sitotoksisitas ekstrak metanol daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap sel leukemia P388 telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sitotoksisitas ekstrak metanol daun sisik naga terhadap sel leukemia P388 berdasarkan penghambatan pertumbuhan sel 50% (IC50). Metoda yang dilakukan menggunakan uji MTT (Microculture Tetrazolium Technique) pada sel kanker leukemia P388. Sel dikultur menggunakan media RPMI (Roswell Park Memorial Institute). Pertumbuhan sel diukur melalui absorbansi formazan pada panjang gelombang 540 nm pada berbagai konsentrasi dari 0,1 µg/mL sampai 100 µg/mL ekstrak sampel. IC50 ditentukan dengan persamaan logaritma antara nilai absorbansi dengan konsentrasi ekstrak. Pengolahan data digunakan program Originlab 9.0 32-bit (Originlab Corporation  USA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sisik naga memiliki efek sitotoksik terhadap sel leukemia P388 yang ditunjukkan dengan penghambatan pertumbuhan sel leukemia sebanyak 50% adalah 19,32 µg/mL.The research about cytotoxicity assay of sisik naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) leaf methanol extract on leukemia cells P388 has been done. This study aimed to determine the cytotoxicity of the methanol extract of sisik naga leaf against leukemia cells P388 based on the inhibition of 50% growth (IC50). The MTT (Microculture Tetrazolium Technique) test was used in this experiment. Leukemia cells were cultured on RPMI (Roswell Park Memorial Institute) medium. The cell growth was determined by measuring the formazan absorbance in variation of concentration 0,1 µg/mL to 100 µg/mL of sample extract at 540 nm. IC50 determined by logarithmic equation of absorbance values with concentration of extract. Data analysis used the program Originlab 9.0 32-bit (Originlab Corporation USA). The result showed that methanol extract of sisik naga leaf had cytotoxic effects against leukemia cells and inhibition of 50% leukemia cell growth was 19.32 µg/mL.
Respons Morfologi dan Anatomi Kecambah Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) terhadap Intensitas Cahaya yang Berbeda (Morphological and Anatomical Responses of The Soybean (Glycine max (L.) Merill) Sprouts to The Different Light Intensity) Pantilu, Lisa Indried; Mantiri, Feky R; Nio, Song Ai; Pandiangan, Dingse
JURNAL BIOS LOGOS Vol 2, No 2 (2012): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.2.2.2012.1044

Abstract

Abstrak Pengembangan tanaman kedelai sebagai tanaman sela di bawah tegakan karet, hutan tanaman industri (HTI), atau tumpangsari dengan tanaman pangan semusim lain merupakan alternatif andalan untuk meningkatkan produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons morfologi dan anatomi kecambah kacang kedelai pada stadium vegetatif 3 terhadap perbedaan intensitas cahaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor tunggal yaitu  intensitas cahaya, dengan tiga taraf perlakuan yaitu P0 (tanpa naungan), P1 (naungan paranet 1 lapis untuk naungan ±50%) dan P2 (naungan paranet 2 lapis untuk naungan ±90%) dalam tiga kali ulangan. Penelitian ini menggunakan satu varietas kacang kedelai. Morfologi tanaman kedelai pada stadium vegetatif 3 dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Hasil uji ANOVA yang dilanjutkan dengan BNT (5%) menunjukkan  tinggi tanaman  pada P2 dua kali lebih besar dibandingkan dengan tinggi tanaman pada P0; jumlah daun tidak berbeda antara perlakuan P0 dengan P1 dan antara P1 dan P2, tetapi jumlah daun pada P2 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah daun pada P0 dan luas daun pada P0 lebih besar dibandingkan dengan luas daun P1 dan P2. Anatomi tanaman kedelai (jumlah, panjang, dan diameter stomata) pada stadium vegetatif 3 tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Kata kunci: anatomi, cahaya, kedelai, morfologi, naungan   Abstract Development of soybean plants as a plant stand waiting at the bottom of the rubber, plantation forests (HTI), or intercropped with other annual scropsis an alternative pledge to increase soybean production. This study aimed to observe the morphological and anatomical responses of soybean sprouts at the vegetative stage 3 of the difference in light intensity. The research was conducted using Completely Randomized Design(CRD) with one single factor is the influence of light, with a three-stage treatment of P0(without shade), P1(1 layer paranet shade to shade ± 50%) and P2(2 layers for shading paranet auspices of± 90%) in three replications.This study uses one variety of soybeans. Morphology of soybean plants at the vegetative stage 3 is influenced by light intensity. ANOVA test followed by LSD(5%) plant height at P2 showed two times greater than the height of plants at P0; number of leaves did not differ between treatments P0 with P1 and between P1 and P2, but the number of leaves on P2 more than with the number of leaves on leaf area at P0 and P0 is greater leaf area compared with P1 and P2. Anatomy of soybean plants (number, length and diameter of the stomata) in the vegetative stage 3 is not affected by light intensity. Keywords: anatomy, light, morphology, shade, soybean    
PKM Pasang Planel Surya Oven Biovina Untuk Perbaikan Bahan Baku: Penurunan Kadar Air dan Kontaminasi Kapang: PKM Installs Planel Solar Biovina Oven for Raw Material Repair: Moisture Content Reduction and Mold Contamination Nainggolan, Nelson; Pandiangan, Dingse; Adinata, Harni Seven
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.58421

Abstract

Biovina MSME products received directions from BPOM to re-test products that will be registered with BPOM. It was only after Biovina repaired the raw materials used that were drier and only re-tested because the previous materials were too old so that the results did not meet the requirements (not standardized). Because of this situation, Inventors always help MSMEs in meeting their needs so that they can still be worthy of CPOTB. Assistance is carried out so that problems can be overcome. The purpose of this program is to improve the process of providing quality raw materials with BPOM standards with a good drying process. Good products from standardized raw materials by improving and offering new products in the form of capsules and dryers that are fast and feasible according to BPOM standards. The specific target and purpose of this assistance is the process of making a large Biovina dryer power source and the electricity often goes out so that the raw materials are not good. Through this assistance, electricity from solar power is made with a size of 2x1 meters so that it can reduce electricity expenditure every day so that drying and the quality of raw materials and products increase and improve. A stable power source certainly improves the drying and processing process according to BPOM standards and the form of products in capsules registered and certified at BPOM and ready to use which are marketed online or on the website. The implementation methods that will be applied to this program are counseling, training, mentoring and evaluation of the aspects that cause the problems of the SMEs. The outputs of this program include Biovina products in the form of capsules that have been packaged in bottles and boxes that have been registered with BPOM and the results of the activity are published through Sinta 5 accredited journals.  Keywords: Solar Energy;  Drying; Quality Improvement; Product; Biovina. ABSTRAK Produk UMKM Biovina mendapat arahan dari BPOM untuk menguji kembali produk yang akan didaftarkan di BPOM. Kedudian setelah Biovina memperbaiki bahan baku yang digunakan yang lebih kering dan baru diadakan kembali pengujian karena bahan sebelumnya sudah terlalu lama sehingga hasilnya tidak memenuhi syarat (tidak terstandar). Oleh karena keadaan tersebut Inventor yang selalu membantu UMKM dalam memenuhi kebutuhannya agar tetap bisa layak CPOTB. Pendampingan dilakukan agar permasalahan dapat diatasi. Tujuan program ini untuk meningkatkan proses penyediaan bahan baku yang bermutu standar BPOM dengan proses pengeringan yang baik. Produk yang baik dari bahan baku yang terstandar dengan memperbaiki serta menawarkan produk baru dalam bentuk kapsul dan alat pengering yang cepat dan layak terstandar BPOM. Target dan tujuan khusus pendampingan ini adalah proses pembuatan sumber listrik alat pengering Biovina yang besar dan listrik sering padam sehingga bahan baku kurang yang baik. Melalui pendampingan ini listrik dari tenaga surya dibuat dengan ukuran 2x1 meter sehingga bisa menurunkan pengeluaran listrik setiap hari sehingga pengeringan dan mutu bahan baku dan produk meningkat dan terjada. Sumber listrik yang stabil tentu meningkatkan proses pengeringan dan pengolahannya terstandar BPOM serta bentuk produk dalam kapsul diregistrasi dan tersertifikasi di BPOM dan siap pakai yang dipasarkan secara online atau website. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang menyebabkan masalah UKM tersebut. Luaran dari program ini meliputi produk Biovina dalam bentuk kapsul yang sudah dikemas dalam Botol dan kotak sudah teregistrasi di BPOM dan hasil kegiatas dipublikasi lewat jurnal terakreditasi Sinta 5.  
Pembuatan Website Sebagai Media Informasi Digital pada Biovina Herbal Sintaro, Sanriomi; Pandiangan, Dingse; Nainggolan, Nelson; Johanes, Albani Boutje; Van Gobel, Amelya Ramadhanty; Nainggolan, Verina Putri Gloria
Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) Vol 4, No 2 (2023): Volume 4, Nomor 2, September 2023
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v4i2.3354

Abstract

Website adalah aplikasi yang dapat dijalankan dengan menggunakan web browser, saat ini hampir semua gawai dapat menjalankan web browser yang menyebabkan website dapat dibuka di hampir semua gawai yang ada. Website sendiri saat ini digunakan sebagai media informasi yang dapat mengenalkan sesuatu seperti membrrikan informasi sekolah, Perusahaan ataupun memperkenalkan produk yang dimiliki sebuah toko. Tidak Hanya sampai situ, saat ini website bahkan dapat digunakan untuk melakukan jual beli produk yang dapat diakses dengan mudah dan cepat. Dengan kemudahan yang dapat diberikan oleh website, media informasi yang ada dapat fokus dengan kecepatan pengenalan produk dan juga mengenalkan informasi yang dimiiliki oleh satu pihak. Dalam pengabdian ini tim pelaksana membuatkan website yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa Pemrograman HTML dan PHP, sedangkan database yang digunakan adalah MySQL. Manfaat dari website yang dibuat untuk Biovina Herbal adalah untuk mengenalkan produk obat herbal dan juga sebagai media informasi terkait Biovina Hernal.
THE EFFECT OF PLANT GROWTH REGULATOR TRIACONTANOL TO THE GROWTH OF CACAO SEEDLINGS (Theobroma cacao L.) Sitinjak, Rama Riana; Pandiangan, Dingse
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 36, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v36i3.279

Abstract

The aim of this study was to evaluate the effect of  plant growth regulator triacontanol to the growth of cacao seedings (Theobroma cacao L.). A completely randomized design was applied using non-factorial pattern on the treatment triacontanol growing regulator substance to level: 0.0 ml/L, 0.1 ml/L, 0.5 ml/L, 1.0 ml/L and 2.0 ml/L replicated 5 times. The result shows that the given of tria-contanol significantly affected the growth of cacao seedings at the age of 14 weeks. The best tria-contanol concentration was 1.0 ml/L, which was effectively able to increase the growth of cacao seedlings; high seedlings, number of leaves, lenght of leaves, and diameter of stems respectively reached 26.21%; 3.70%; 42.28%; and 10.42% higher than the control. Plant growth regulator triacontanol was efective to increase the growth of cacao seedlings. Keywords: triacontanol, seedling, Theobroma cacao L.