Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kwalitas Pelayanan Dalam Meningkatkan Minat Penumpang KM. Lawit Jurusan Semarang Karimunjawa Sulistyowati; Andar Sri Sumantri; Faresh Emha; Yohanes Richard Moan Hure
Nama Jurnal Akmi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal sitektransmar Mei 2021
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v3i1.33

Abstract

Minat penumpang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah fasilitas, pelayanan, promosi dan harga tiket. Keempatnya mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi minat penumpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh fasilitas, pelayanan, promosi dan harga tiket di KM. Lawit secara parsial. Sampel pada penelitian ini 80 responden yang merupakan penumpang kapal KM. Lawit. Sampling dengan menggunakan random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat penumpang adalah pelayanan dengan koefisien regresi 0,416. Dan uji R2 (Adjusted R Square) didapatkan hasil sebesar 0,714 atau 71,4% yang berarti bahwa minat penumpang dipengaruhi oleh variabel fasilitas, pelayanan, promosi, harga tiket dan minat penumpang.
Integrasi Teknik Kapal Dan Sistem Komando Terpadu Dalam Mendukung Efektivitas Penegakan Hukum Maritim Indonesia Faresh Emha
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5472

Abstract

Penegakan hukum maritim Indonesia menghadapi persoalan koordinasi karena pengawasan dan penindakan di laut melibatkan banyak institusi dengan dasar kewenangan sektoral. Artikel ini mengembangkan gagasan komando operasional terpadu dengan memasukkan perspektif teknik kapal, sehingga kapal patroli tidak hanya dipandang sebagai sarana transportasi, tetapi sebagai platform operasional yang mendukung deteksi, komunikasi, pemeriksaan, pengejaran, pengamanan bukti, dan koordinasi lintas institusi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-konseptual berbasis studi dokumen dan pengembangan gagasan dari kajian hukum maritim, kemudian menerjemahkannya menjadi kebutuhan teknis kapal. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum tidak cukup ditentukan oleh pembagian kewenangan, tetapi juga oleh kesesuaian karakteristik kapal dengan profil misi. Kapal patroli untuk sistem komando terpadu perlu memiliki keseimbangan antara kecepatan, endurance, stabilitas, kemampuan manuver, kapasitas personel, ruang komando, sistem komunikasi, sistem navigasi, dan fasilitas boarding. Konsep yang ditawarkan adalah kapal patroli multi-misi yang terhubung dengan pusat komando dan pangkalan data bersama. Integrasi tersebut memungkinkan informasi hasil patroli diteruskan secara cepat untuk menentukan tindakan dan jalur perkara. Model ini mempertahankan kewenangan teknis instansi sektoral, tetapi memperkuat kapal dan sistem operasinya sebagai simpul awal penegakan hukum yang terintegrasi.