Hanafi Hanafi
Fakultas Komunikasi Dan Desain, Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Framing Pemberitaan Kelompok Kriminal Bersenjata Di Papua Dikategorikan Sebagai Teroris Hanafi Hanafi; Raseko Putra Prabowo; Nugraha Sugiarta; Faisal Reza
ArtComm Vol 5 No 2 (2022): Artcomm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/artcomm.v5i2.541

Abstract

Pemerintah resmi mengkategorikan KKB di Papua sebagai organisasi teroris pada 29 April 2021. Pemberitaan terkait peristiwa tersebut juga cukup masif diberitakan oleh berbagai portal berita online. Media online terkadang kerap mengikutsertakan cara pandang mereka ke dalam penafsiran realitas sosial. Peristiwa yang sama dapat dikonstruksikan dengan berbeda menggunakan bingkai yang berbeda juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana CNNIndonesia.com dan Kompas.com sebagai media online membingkai terkait pemberitaan pelabelan KKB di Papua dikategorikan sebagai teroris oleh pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan bingkai model Robert N. Entman melalui seleksi isu dan penonjolan aspek Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi jenis dokumen ekstern berupa berita yang disebarkan oleh media online. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CNNIndonesia.com dan Kompas.com memiliki perbedaan dalam mendefinisikan masalah hingga rekomendasi penyelesaian yang ditawarkan dalam pemberitaan terkait pelabelan KKB di Papua sebagai teroris oleh Pemerintah. CNNIndonesia.com mendefinisikan peristiwa sebagai isu labelisasi terorisme yang dilekatkan pada KKB di Papua dan melihat KKB merupakan kelompok kriminal yang masif melakukan kekerasan dan pembunuhan. Sementara Kompas.com mendefinisikan isu labelisasi terorisme tersebut dapat menutup langkah pemerintah untuk membangun Papua secara humanis, karena dapat meningkatkan eskalasi kekerasan di Papua secara umum.
Pelatihan Perencanaan Event, Perhitungan Waktu Dan Lokasi Event Bagi Peserta Didik Zillenial Action Nisa Lathifah; Shinta Hartini Putri; Zulfanida Nurul Sadiyyah; Hanafi Hanafi; Fanzah Evan Ervansyah
Jurnal Bhakti Karya dan Inovatif Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Bhakti Karya dan Inovatif
Publisher : LPPM Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/bhaktikaryadaninovatif.v5i1.1130

Abstract

The event planning, time calculation, and event location selection training program for Zillenial Action students is designed in a practical and interactive manner to adapt to the characteristics of Generation Z and millennials who love visual, collaborative, and technology-based learning. The training began with brainstorming to explore participants' understanding of the event, followed by the presentation of practical material by resource persons who are experienced in the field of academics and event management. The material presented included planning the theme and concept of the event, determining targets, choosing time and location, and strategies for overcoming obstacles in organizing the event. With interactive discussion methods, it encourages creative thinking and enriches training materials. Participants also conducted a simple event planning simulation, followed by presentations and discussions to deepen understanding. The program aims to equip participants with modern event planning skills that are relevant to the needs of today's audience. Through the right time calculation and strategic location selection, it is hoped that participants will be able to organize an effective, efficient, and memorable event in various professional and community contexts. The results of the training showed that participants were able to understand the concept of event planning, manage budgets and resources efficiently, manage time effectively, and choose strategic locations according to the event audience.