Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Permasalahan Aktual untuk Menyusun Model Aplikatif Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Aceh Bahrun; Niswanto; Maimun
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) merupakan keharusan yang tidak dapat dihindari, hal ini terkait dengan upaya melahirkan lulusan SMK yang siap kerja. Untuk itu, diperlukan sebuah model pengembangan sekolah yang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pengembangan melalui revitalisasi SMK di Aceh yang sudah berjalan dalam tiga tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa descriptive methode, yaitu menggambarkan secara detail kondisi SMK yang ada di masing-masing daerah studi yang tersebar di Provinsi Aceh berdasarkan kebijakan revitalisasi. Data dikumpulkan melalui telaah dokumentasi, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) yang sebagiannya dilakukan secara online menyesuaikan dengan SOP kehidupan normal baru dalam masa pandemi Covid-19. Kajian ini menghasilkan kondisi SMK program revitalisasi baik negeri maupun swasta sesuai dengan fokus revitalisasi SMK. Kondisi yang terungkap bahwa tingkat efektivitas revitalisasi masing dalam kategori rendah yang ditunjukkan oleh belum tercapainya dengan baik indikator kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja secara umum; pendidik dan tenaga kependidikan; kerjasama dengan DUDI; sertifikasi dan akreditasi; dan sarpras dan kelembagaan. Beranjak dari kondisi tersebut diajukan rekomendasi yang dipandu oleh peta jalan revitalisasi SMK dengan rincian langkah untuk setiap fokus revitalisasi di atas.
Implementation of the e-Gampong Village Information System in Efforts to Improve the Quality of Public Services: Penerapan Sistem Informasi Desa e-Gampong dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan Publik Safrizal Razali; Yuwaldy Away; Maimun; Aulia Rahman; Muslimsyah; Yudha Nurdin; Al Bahri
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 7 No. 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to enhance the quality of public services in Gampong Lam Ara, Aceh Province, were carried out through the development of a village information system (e-Gampong) and training for Gampong officials. Quality public services are considered crucial in evaluating government performance and creating a positive image in the eyes of the community. In an effort to provide more efficient and effective services, e-Gampong was developed to manage population data and other necessary administrative processes for the residents of Gampong Lam Ara. Additionally, intensive training was provided to Gampong officials to enhance their understanding of the smart village concept, Gampong management, Gampong digitization, and the utilization of e-Gampong. Evaluation results indicated that the implementation of the village information system and the training provided successfully improved the understanding and perceptions of Gampong Lam Ara officials and received a positive response from them. These results demonstrate that this approach succeeded in enhancing the quality potency of public services in Gampong Lam Ara and establishing a stronger foundation for realizing a smart village.
Implementation of a Web-Based Asset Information System to Enhance Efficiency and Transparency in Asset Management at Gampong Tingkeum, Aceh Besar Regency: Implementasi Sistem Informasi Aset Berbasis Web untuk Peningkatan Efisiensi dan Transparansi Pengelolaan Aset di Gampong Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar Safrizal Razali; Al Bahri; Safrizal Z.A; Maimun; Yuwaldi Away; Kahlil Muchtar
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 4 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asset management is a crucial aspect of governance at the village level. Gampong Tingkeum, Aceh Besar Regency, faces issues with asset recording, which is still done manually without proper codification and labeling. This study aims to design and implement a web-based asset information system to improve the efficiency, accuracy, and transparency of asset management in the village. The system was developed using the Waterfall method with a Prototype approach, utilizing the CodeIgniter framework and MySQL database. The implementation process included system installation, configuration, and training for village officials on system usage. The system was tested using Black Box Testing and User Acceptance Testing (UAT), which showed that it successfully performed asset recording, codification, labeling, and reporting functions. The implementation results demonstrated improvements in time efficiency, data accuracy, as well as increased transparency and accountability in asset management. This system is expected to serve as a model for modern and structured village asset management, aligned with the latest regulations of Permendagri No. 3 of 2024.
Dampak Implementasi Sistem Informasi Gampong (SIGAP) pada Digitalisasi Administrasi Desa dalam Konsep Smart Village Initiative di Gampong Luthu Lamweu, Aceh Besar Al Bahri; Safrizal Razali; Maimun; Aulia Rahman; Sayed Muchallil; Hubbul Walidainy
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 3 (2025): JULI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i3.3345

Abstract

A quantitative descriptive approach with a retrospective pre-test design was used to assess changes in community perceptions through a Likert-scale questionnaire covering seven key indicators, including service speed, data accessibility, and digital literacy. Results show significant improvements across all indicators, with the highest gains in data access (21%) and administrative transparency (20%). These outcomes highlight SIGAP’s potential to strengthen technology-driven governance and foster community engagement in smart village development. The findings offer practical implications for rural digital transformation and the implementation of information systems in other local contexts.
Model Interaksi Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh dalam Membentuk Keadaban Warga Negara Maimun; Irwan Putra; Nazir Ufrani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1687.161-168

Abstract

Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sering kali menghadapi tantangan sosial dan budaya, seperti diskriminasi, stereotip negatif, dan kesulitan beradaptasi. Namun, situasi yang berbeda terlihat di Banda Aceh, mahasiswa Papua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal. Meskipun berbagai penelitian telah membahas hubungan sosial dikalangan mahasiswa perantau, masih sedikit yang fokus pada interaksi spesifik antara mahasiwa Papua dan masyarakat Aceh sehingga interaksi tersebut berjalan harmonis tanpa konflik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana model interaksi  antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh terbentuk dan kontribusinya dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan 10 mahasiwa Papua dan 10 masyarakat Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh diawali oleh rasa senasib dan nilai keislaman yang kuat sehingga membentuk model interaksi sosial asosiatif, melalui kerja sama dalam kegiatan sosial budaya, akomodasi terhadap perbedaan agama dan kebiasaan, akulturasi melalui pertukaran budaya Aceh dan Papua, dan asimilasi dalam penyesuaian perilaku. Sehingga interaksi berlangsung harmonis dan  minim  konflik. Interaksi ini membentuk nilai keadaban warga Negara, seperti sikap saling menghargai, partisipasi aktif, kemampuan mengelola perbedaam secara damai, serta kepedulian sosial.