Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PASANGAN DINDING BATA PADA RESPON DINAMIK STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Indarto, Himawan; Pardoyo, Bambang; Fahria R, Nur; Puji L, Ita
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For analysis purpose, the model system of structure is created as open frame structure rather than massive structure. However, the brick wall will affect to the behavior of the dynamic response when the earthquake induces the structure. The results of structural analysis by time history method using El-Centro earthquake, it reveales a significant difference of base shear between two types of structural model: (i) brick wall structure and (ii) non-brick wall structure. The base shear exists on the brick wall structure 20 percent greater than non-brick wall structure. Therefore, a structure without brick wall will be more irressistant due to the earthquake. The structural analysis using static equivalent method as point out in Standard of Earthquake Resistant for Building and Non Building (SNI 03-1726-2012) revealed that earthquake distribution loads relatively equal for brick wall structure and non-brick wall structure. The difference of earthquake load approximately 10 percent among two type of structure. Thus, it could be concluded that static equivalent method is more reliable to estimate the earthquake load of the structure rather than other method.  This research suggests that in the structural design practicality, the effect of brick wall should be considered as a part of the structural analysis model.Untuk keperluan analisis, sistem struktur biasanya dimodelkan sebagai struktur rangka terbuka, dimana hanya elemen-elemen struktur yang terbuat dari material beton saja yang disusun didalam pemodelan struktur. Adanya pasangan dinding bata pada sistem struktur akan mempengaruhi perilaku dari respon dinamik struktur pada saat terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Riwayat Waktu (Time History Analysis) menggunakan gempa El-Centro, didapatkan perbedaan nilai base shear yang cukup signifikan  antara struktur dengan dinding bata yang dipasang monolit dengan struktur tanpa dinding bata. Base shear yang terjadi pada struktur dengan dinding bata lebih besar 20% dibandingkan dengan beban base shear yang terjadi pada struktur tanpa dinding bata. Jika hal ini tidak diperhatikan pada saat perencanaan struktur, maka struktur akan lebih mudah rusak jika terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Statik Ekivalen sesuai yang tercantum di dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2012), didapatkan nilai distribusi beban gempa pada struktur gedung yang relative sama besar untuk bangunan dengan dinding bata dan tanpa dinding bata. Perbedaan besarnya distribusi gaya gempa untuk bangunan dengan dan tanpa dinding bata, kurang dari 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode Statik Ekivalen ini cukup aman digunakan untuk memperkirakan beban gempa yang bekerja pada struktur.
PENGARUH PASANGAN DINDING BATA PADA RESPON DINAMIK STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Indarto, Himawan; Pardoyo, Bambang; Fahria R, Nur; Puji L, Ita
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6689

Abstract

For analysis purpose, the model system of structure is created as open frame structure rather than massive structure. However, the brick wall will affect to the behavior of the dynamic response when the earthquake induces the structure. The results of structural analysis by time history method using El-Centro earthquake, it reveales a significant difference of base shear between two types of structural model: (i) brick wall structure and (ii) non-brick wall structure. The base shear exists on the brick wall structure 20 percent greater than non-brick wall structure. Therefore, a structure without brick wall will be more irressistant due to the earthquake. The structural analysis using static equivalent method as point out in Standard of Earthquake Resistant for Building and Non Building (SNI 03-1726-2012) revealed that earthquake distribution loads relatively equal for brick wall structure and non-brick wall structure. The difference of earthquake load approximately 10 percent among two type of structure. Thus, it could be concluded that static equivalent method is more reliable to estimate the earthquake load of the structure rather than other method.  This research suggests that in the structural design practicality, the effect of brick wall should be considered as a part of the structural analysis model.Untuk keperluan analisis, sistem struktur biasanya dimodelkan sebagai struktur rangka terbuka, dimana hanya elemen-elemen struktur yang terbuat dari material beton saja yang disusun didalam pemodelan struktur. Adanya pasangan dinding bata pada sistem struktur akan mempengaruhi perilaku dari respon dinamik struktur pada saat terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Riwayat Waktu (Time History Analysis) menggunakan gempa El-Centro, didapatkan perbedaan nilai base shear yang cukup signifikan  antara struktur dengan dinding bata yang dipasang monolit dengan struktur tanpa dinding bata. Base shear yang terjadi pada struktur dengan dinding bata lebih besar 20% dibandingkan dengan beban base shear yang terjadi pada struktur tanpa dinding bata. Jika hal ini tidak diperhatikan pada saat perencanaan struktur, maka struktur akan lebih mudah rusak jika terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Statik Ekivalen sesuai yang tercantum di dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2012), didapatkan nilai distribusi beban gempa pada struktur gedung yang relative sama besar untuk bangunan dengan dinding bata dan tanpa dinding bata. Perbedaan besarnya distribusi gaya gempa untuk bangunan dengan dan tanpa dinding bata, kurang dari 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode Statik Ekivalen ini cukup aman digunakan untuk memperkirakan beban gempa yang bekerja pada struktur.
Stabilisasi Tanah Lempung dengan Mengunakan Larutan Asam Sulfat (H2so4) pada Tanah Dasar di Daerah Godong - Purwodadi Km 50 Kabupaten Grogogan Prabandiyani RW, Sri; Hardiyati, Siti; Muhrozi, Muhrozi; Pardoyo, Bambang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 21, Nomor 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.246 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v21i1.11227

Abstract

An expansive clay soil material that is composed of various minerals include kaolinite, montmorillonite and illite group. Mineral montmorilinite have the sensitivity to the effects of the water is very easy to expand and contract. High and low levels of development (swelling) and shrinkage (shrinkage) expansive clay is determined by the high and low content of montmorillonite on expansive clay granules. Because of these properties are very high content of montmorillonite often cause problems in the building. This study uses a solution of sulfuric acid (H2SO4) as a stabilizer through the compaction process Modified Proctor on OMC Proctor standard by the number of collisions each is 10 x, 25 x and 56 x, and the amount of additional water in cc on dry ground, with variations in increments of 100%, water by 90%:10% H2SO4, water by 80%: 20% H2SO4 and water by 90%: 30% H2SO4. This research was conducted testing-testing in the laboratory include: physical properties, mechanical properties. swelling pressure, swelling potential and CBR with curing and no curing. Results of the test-the test, can increase the value of physical and mechanical properties, while pergujian against swelling pressure and swelling potential is not significantly increased.
STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN CAMPURAN LARUTAN NaOH 7,5 % Gunasro, Andreas; Nuprayogi, Rizqi; Partono, Windu; Pardoyo, Bambang
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.204 KB)

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan, yang sering menimbulkan masalah bila memiliki sifat-sifat yang buruk. Sifat-sifat tanah yang buruk dan kurang menguntungkan bila digunakan sebagai dasar suatu bangunan atau kontruksi, antara lain plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Berbagai cara digunakan untuk memperbaiki kekuatan dari tanah lempung ekspansif, diantaranya dengan penambahan bahan kimia (stabilisasi secara kimiawi). Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung eksapnsif maka diadakan penelitian dengan menggunakan soda api (NaOH) sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung ekspnasif diambil dari daerah Godong – Purwodadi Km ± 49,Jawa Tengah. Komposisi campuran soda api (NaOH) sebesar 7,5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahan stabilisasi soda api (NaOH) belum dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung ekspansif. Pada sifat fisik : berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami kenaikan setelah distabilisasi.
PENGARUH PASANGAN DINDING BATA PADA RESPON DINAMIK STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Indarto, Himawan; Pardoyo, Bambang; Fahria R, Nur; Puji L, Ita
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6689

Abstract

For analysis purpose, the model system of structure is created as open frame structure rather than massive structure. However, the brick wall will affect to the behavior of the dynamic response when the earthquake induces the structure. The results of structural analysis by time history method using El-Centro earthquake, it reveales a significant difference of base shear between two types of structural model: (i) brick wall structure and (ii) non-brick wall structure. The base shear exists on the brick wall structure 20 percent greater than non-brick wall structure. Therefore, a structure without brick wall will be more irressistant due to the earthquake. The structural analysis using static equivalent method as point out in Standard of Earthquake Resistant for Building and Non Building (SNI 03-1726-2012) revealed that earthquake distribution loads relatively equal for brick wall structure and non-brick wall structure. The difference of earthquake load approximately 10 percent among two type of structure. Thus, it could be concluded that static equivalent method is more reliable to estimate the earthquake load of the structure rather than other method.  This research suggests that in the structural design practicality, the effect of brick wall should be considered as a part of the structural analysis model.Untuk keperluan analisis, sistem struktur biasanya dimodelkan sebagai struktur rangka terbuka, dimana hanya elemen-elemen struktur yang terbuat dari material beton saja yang disusun didalam pemodelan struktur. Adanya pasangan dinding bata pada sistem struktur akan mempengaruhi perilaku dari respon dinamik struktur pada saat terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Riwayat Waktu (Time History Analysis) menggunakan gempa El-Centro, didapatkan perbedaan nilai base shear yang cukup signifikan  antara struktur dengan dinding bata yang dipasang monolit dengan struktur tanpa dinding bata. Base shear yang terjadi pada struktur dengan dinding bata lebih besar 20% dibandingkan dengan beban base shear yang terjadi pada struktur tanpa dinding bata. Jika hal ini tidak diperhatikan pada saat perencanaan struktur, maka struktur akan lebih mudah rusak jika terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Statik Ekivalen sesuai yang tercantum di dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2012), didapatkan nilai distribusi beban gempa pada struktur gedung yang relative sama besar untuk bangunan dengan dinding bata dan tanpa dinding bata. Perbedaan besarnya distribusi gaya gempa untuk bangunan dengan dan tanpa dinding bata, kurang dari 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode Statik Ekivalen ini cukup aman digunakan untuk memperkirakan beban gempa yang bekerja pada struktur.
INOVASI PERHITUNGAN FAKTOR AMPLIFIKASI PERCEPATAN GERAKAN GEMPA DI WILAYAH KAMPUS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG BERDASARKAN RSNI GEMPA TERBARU 2019 Windu Partono; Sri Prabandiyani Retno Sari; Indrastono Indrastono; Bambang Pardoyo; Undayani Cita Sari; Elsimanata Putro; Wahyu Rahmat Ramadhan
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut SNI 1726:2012 spektra percepatan gerakan tanah di permukaan dapat dihitung dengan mengalikan koefisien situs terhadap spektra percepatan di batuan dasar. Koefisien situs yang digunakan pada SNI 1726:2012 diadopsi dari ASCE/SEI 07-10. Pada tahun 2013 dua orang peneliti yang tergabung dalam Pasific Earthquake Engineering Research (PEER) menyampaikan usulan koefisien situs baru yang berbeda dengan ASCE/SEI 07-10. Koefisien situs tersebut kemudian digunakan pada peraturan ASCE/SEI 07-16 dengan sedikit perubahan pada situs tanah lunak (SE). Untuk kelas situs SE jika nilai spektra percepatan 0,2 detik di batuan dasar (Ss) lebih besar dari 1,0 g atau spektra percepatan 1 detik (S1) lebih besar dari 0,2 g maka koefisien situs harus ditentukan dengan metode Site Specific Analysis/SSA. Penerapan metode SSA menyebabkan ASCE/SEI 07-16 sangat sulit diterapkan di Indonesia.  Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan sosialisasi perhitungan koefisien situs atau faktor amplifikasi percepatan gerakan gempa atau percepatan gerakan tanah di permukaan dengan menggunakan analisis SSA. Lokasi pengabdian adalah di wilayah kampus Fakultas Teknik Univesitas Islam Sultan Agung karena wilayah ini masuk dalam kategori wilayah dengan lapisan tanah lunak (SE) (SNI 1726:2012). Analisis SSA memerlukan data elevasi batuan dasar (bedrock) dan data lapisan tanah dari elevasi batuan dasar sampai ke permukaan, sehingga diperlukan pengujian mikrotremor. Pengujian ini juga dilakukan dan disampaikan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk memberikan gambaran lengkap mengenai pengujian lapangan dan hasil perhitungan factor amplifikasi pada wilayah pengabdian
Pengaruh Kadar Air Optimum dengan Variasi Kepadatan terhadap Potensi dan Tekanan Mengembang pada Tanah Ekspansif Bambang Pardoyo; Arif Hidayat
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 14, Nomor 2, Edisi XXXV, JUNI 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.277 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v14i2.2092

Abstract

This  research is purpose to know about the related between water content and compacted of expansive soil from potential swell and pressure swell. Water content is divided to seven part : OMC-15%, OMC-10%, OMC-5%, OMC, OMC+5%, OMC+10%, and OMC+15%.. Meanwhile the compacted is divided to amount of blow from each layer in standard mold of Proctor. An each layer is given 15x, 25x, 35x, and 55x blows. The result of the research is  the try of high increased compaction so potential swell and pressure swell values will decrease. The value of the potential swell and pressure will decrease if the sample test condition to be more wet. Keywords: water content, expansive soilPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/2092[How to cite: Pardoyo, B. dan Hidayat, A., 2006, Pengaruh Kadar Air Optimum dengan Variasi Kepadatan terhadap Potensi dan Tekanan Mengembang pada Tanah Ekspansif, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 14, Nomor 2, pp. 119-128]
The Analysis of the Anticoagulant's Influence and Its Concentration on Clay Shale Dispersion in Hydrometer Testing Pardoyo, Bambang; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Sari, Undayani Cita; Widodo, Tanur; Rafiando, Rafiando
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v25i2.44673

Abstract

Clay shale is a material that has the characteristic of being easily weathered if it is continuously exposed to the air. Based on this reason, further testing is needed for clay shale material to analyze the material characteristics, one of which is using a hydrometer test. In the hydrometer test, an anticoagulant breaks down the particles. Still, when the test was carried out by various laboratories with different types of samples, it would produce varying test results. This study aims to determine the effect of anticoagulant substances and their concentration on clay shale dispersion in the hydrometer test. The material used was clay shale from the Meteseh, Tembalang District, Semarang. This research method used was a hydrometer test based on British Standard 1377 Part 2 1990 and ASTM D7928-17 using seven anticoagulant agents. The results of the study using the British Standard 1377 Part 2 method showed that sodium polyphosphate, sodium pyrophosphate, and sodium hexametaphosphate were most influential in dispersing clay shale particles, which were characterized by a higher passing percentage of 0.042 mm and 0.002 mm when compared to other anticoagulants. Meanwhile, Calgon, sodium carbonate, sodium tripolyphosphate, and sodium silicate did not significantly affect the clay shale dispersion, indicated by the percentage that passed the sieve, which was not very high. Based on the British Standard 1377 Part 2 1990 and ASTM D7928-17 methods, the most optimum concentration in dispersing clay shale for sodium polyphosphate and sodium pyrophosphate is 5%, while for sodium hexametaphosphate is 6%.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN (STUDI KASUS: STRUKTUR PIER 5 PADA PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA 0+750) Sari, Undayani; Raditya, Michael Alfa; Mulyanto, Arya Budi; Pardoyo, Bambang; Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8418

Abstract

Perencanaan struktur bawah dalam pembangunan sebuah jembatan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur atasnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta - NYIA STA 0+750 memiliki 2 jalur, 1 jalur ke arah Jogja dan 1 jalur ke arah Solo. Pada studi ini dilakukan analisis pada struktur pier 5 arah ke Jogja terkait perencanaan pembebaban, desain pier head, desain pier, desain pondasi, daya dukung, dan penurunan. Dalam analisis desain pier head dan desain pier digunakan metode statis tak tentu dengan metode perhitungan numerik dan didapatkan hasil yang aman untuk menopang beban struktur atas rencana. Dalam analisis desain pondasi digunakan desain diameter 0,8 m dan 1,0 m. Perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi menggunakan metode group pile yang dianalisis menggunakan metode empiris Reese & Wright dan Reese & O'neill serta pemrograman MIDAS GTS NX. Setelah dianlisis maka didapatkan desain bored pile yang digunakan adalah kelompok tiang berjumlah 25-pile berdiameter 1,0 m dengan panjang 10 m dan dengan pilecap berukuran 12 x 12 x 2 m3. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode empiris adalah sebesar 56785,146 kN dan penurunan group bored pile didapatkan hasil 5,768 cm. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode MIDAS GTS NX adalah sebesar 45514,535 kN serta penurunan group bored pile didapatkan hasil 6,556 cm.
Pendampingan Analisis Geoteknik Penanganan Lereng Pondok Pesantren Al Fitrah Metesah Tembalang Semarang Sadono, Kresno Wikan; Sari, Undayani Cita; Indrastono, Indrastono; Partono, Windu; Prastiwi, Yulita Arni; Pardoyo, Bambang
Darma Sabha Cendekia Vol 7 No 1 (2025): Darma Sabha Cendekia: Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v7i1.6326

Abstract

Pada suatu pembangunan konstruksi diperlukan survey awal geoteknik sebagai penyelidikan geoteknik awal. Dengan adanya kegiatan ini maka permasalahan pembangunan dapat diketahui secara rill dilapangan. Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah merencanakan akan mendirikan bangunan baru berupa asrama santri. Bangunan ini direncanakan berada di Kecamatan Tembalang, Semarang. Oleh karena itu diperlukan survey awal dan penyelidikan geoteknik pada lokasi yang akan didirikannya bangunan baru berupa asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah tersebut. Rencana bangunan asrama santri berada di atas lereng, sehingga perlu analisa terhadap longsoran. Penyelidikan geoteknik yang diperlukan adalah boring manual dan sondir (CPT) manual. Berdasarkan data pengujian tersebut, kemudian dapat dianalisis dan dievalusi kemudian diberikan rekomendasi dan saran yang sesuai untuk mendukung kelancaran pembangunan asrama santri baru Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk evaluasi lokasi lahan rencana pembangunan asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan bagi pihak Yayasan Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah terhadap rencana pembangunannya